Kisahku (Patah Hati)

Kisahku (Patah Hati)
Wisata Kuliner dan Oleh-oleh


__ADS_3

Hari libur memang digunakan sebagian besar orang untuk berlibur dan bersantai dengan keluarga. Jadi tidak heran kalau tempat wisata ini begitu sesak.


Puas berendam air panas akhirnya kami pun memutuskan untuk membilas badan dan berganti pakaian. Sedangkan Ibu Asih menunggu di luar toilet karena sudah selesai duluan.


Tak terasa perut pun keroncongan karena berendam dan bermain air kelamaan. Seusai membilas badan dan berganti pakaian kami memutuskan untuk makan. Kami berjalan menuruni jalan sampai akhirnya sampai di tempat penjualan makanan.


Makanan khas di sini tentunya yang anget-anget.


seperti sate kambing muda (empuk banget lho), gorengan tempe (mendoan), tahu dimakan pake cabe rawit dan jagung bakar . hmmmm…


Minumannya pasti teh poci (bukan merk) tapi asli teh tubruk yaitu daun teh dimasukkan ke dalam poci tanah liat terus diseduh pake air panas mendidih. Rasa yang sepet dan bau melati yang wangi enaknya.

__ADS_1


Kalo untuk makanan kecil, seperti di tempat-tempat lain ada kerupuk anthor (kerupuk yang digoreng pakai pasir), dan snack-snack ringan khas jajanan pasar.


Selain itu yang khas adalah manisan seperti manisan pepaya berwarna-warni dan manisan buah ciremai yang super manis.


Aris, Irma dan Zahra yang memang sudah merasa keroncongan pun langsung berhambur memilih makanan yang mau mereka pesan. Rasanya sudah tidak tahan lagi melihat begitu banyak penjual makanan di depan mereka dengan beebagai menu. Ibu Asih yang melihat kelakuan anak-anaknya pun cuma menggelengkan kepala dan ikut berbaur juga.


"mbak aku mau sate kambing." ucap Aris.


"Ya sudah kita pesen medoan sama pecel ya." sahut ibu Asih.


"gpp ya bu pesen sate kambing. Nanti aku sama Aris makannya misah deh." bujuk Zahra.

__ADS_1


"ya sudah sana pesan. Tapi kalian nanti makannya agak minggir kesana ya." suruh ibu Asih.


"Oke deh. siap." ucap Aris dan Zahra berbarengan.


Tak selang lama makanan yang mereka pesan pun datang. Tampak terlihat wajah mereka sangat menikmati makanannya masing-masing. Senda gurau dan tawa pun terlontar begitu saja dari mulut mereka. Selesai mengisi perut mereka lanjut dengan wisata oleh-oleh. Tak banyak yang di beli namun cukup merepotkan karena disela-sela menawar Aris dan Irma tak henti-hentinya ribut. Sudah hal yang sangat wajar. Bahkan Zahra sering merinding kalau kedua adiknya tiba-tiba akur. Berasa aneh saja.


Kami mengabadikan beberapa moment saat disini. Eh, ternyata disini juga ada kudanya. Naik kuda sampai dibawah bayarnya 60k/kuda. Kami nggak naik kuda sih, hanya tadi mendengar penawaran dari ibu-ibu yang ingin naik kuda sampai bawah. Daripada naik kuda, mendingan kami jalan kaki. Lebih irit dan menyenangkan haaaa. Bener kan?


Cukup puas Zahra dan keluarga berwisata ke Guci. Niat untuk berendam air panas sudah terpenuhi, mengisi perut juga sudah tak lupa juga belanja oleh-oleh pun tidak ketinggalan dan sekarang waktunya pulang. Sepertinya, besok harus berlibur lagi. Puas berendam air panas di Guci, rombongan kami pun balik ke Comal untuk beraktifitas seperti biasanya. 


Kami begitu senang dan lelah juga. Ibu Asih, Irma dan Aris tertidur sepanjang perjalanan pulang. sedangkan Zahra tampak menikmati pemandangan sepanjang perjalanan pulang ke Comal, pikiran Zahra melayang ingin menuju ke tepat lain dan berwisata. Entah menggunakan mobil, motor, jalan kaki, atau malah bersepeda. Semoga bisa terlaksana.

__ADS_1


__ADS_2