Kisahku (Patah Hati)

Kisahku (Patah Hati)
Perjalanan menuju kampung halaman


__ADS_3

Tidak lama kemudian sopir bus masuk dan mulai mengemudikan busnya meninggalkan parkiran terminal.


Sayup-sayup terdengar suara orang berbincang-bincang, ada yang bercerita keluarga, pekerjaan, teman dan sebagainya. Akan tetapi aku memilih memejamkan mata karena lelah seharian bekerja. Disaat aku mulai terlelap tiba-tiba saja ponselku berdering. Kulihat layar ponselku disana tertulis nama kakakku dan aku pun langsung menjawabnya.


"Hallo Zah, assalamualaikum." Terdengar suara kakakku.


"wa'alaikum salam mbak. Ada apa?" sahutku.


"udah naik bus belum?" tanya kakakku.


"alhamdulillah udah mbak. Nih busnya udah jalan. Mau masuk pintu tol". Jawabku.


"Ya sudah hati-hati. Tidurnya jangan nyenyak-nyenyak ya." nasihat kakakku yang tau banget kalau aku memang tidak bisa terjaga jika sudah di dalam bus.


" Iya mbak. Sudah dulu ya. Nanti kalo sudah hampir sampai tak kabarin lagi." ucapku.


"iya. Wassalamualaikum." sahut kakakku.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam." jawabku sambil mematikan telfonnya.


Aku kembali memejamkan mataku namun aku merasakan ada yang memperhatikan tidurku. Ku buka mataku kemudian melihat sekeliling dan Iya benar dia tersenyum kearahku sambil menawariku makanan.


"Makan dulu mbak." ucap Agung sambil memberikanku roti.


"Iya mas makasih. emmm mas jangan panggil aku mbak ya. Lagi pula kan aku kelihatan masih dibawah umurnya mas." pintaku.


"Kalau gitu manggilnya apa?". tanya Agung sambil senyum.


"nama aku aja lah. Biar akrab gitu."sahutku kemudian.


Akhirnya kami berbincang selama perjalanan entah kenapa tiba-tiba rasa lelah dan mengantukku hilang begitu saja. Diam-diam aku memperhatiakan wajahnya. Senyumnya yang manis, sikapnya yang dewasa, dan suaranya sangat indah didengar. Ah mungkin aku jatuh cinta dengan suaranya. Naif sih tapi itulah yang aku rasakan.


Sudah dua jam setengah bus kami berjalan. Akhirnya sampai dirumah makan. Bus kami berheti dan banyak penumpang yang turun untuk sekedar ngopi, ngerokok atau ke toilet. karena setelah ini bus tidak akan berhenti untuk istirahat lagi. Aku berjalan seorang diri melewati kerumunan untuk ke toilet setelah itu pergi membeli makanan karena sedari sore belum makan nasi dan kebetulan air mineralku juga habis.


Setelah membeli semua yang aku butuhkan untuk menemaniku disisa waktu perjalan ini aku memutuskan untuk segera masuk ke bus.

__ADS_1


"Ah...sial. Kenapa tadi aku tidak memperhatikan nomor body busnya ya. Jadi bingungkan busnya yang mana." gumamku dalam hati.


Tiba-tiba ada tepukan lembut di pundak dan mengagetkanku sontak aku langsung menengok kebelakang.


"mau kemana dek?" tanya mas Agung.


"bus kita tadi yang mana?" sahutku.


"yang itu." jawab mas Agung sambil menunjukan kearah bus.


Ketika hendak berjalan kerah bus tasku ditarik olehnya dan membuat aku hampir saja jatuh kebekalang.


"Duduk sini aja dulu. Masih lama lho jalannya lagi." Kata mas Agung.


"memang berapa menit lagi sih jalanya?" tanyaku.


"Setengah jam lagi. Memang takut pusing apa lama-lama di dalam bus yang berhenti." Ucapnya.

__ADS_1


"hmmm..."sahutku sambil duduk di kursi sebelahnya.


__ADS_2