
Setelah kegiatan di pagi hari selesai. Ibu Asih orang tua Zahra memanggil anak-anaknya untuk sarapan bersama.
"Zah, Irma sama Aris. Ayo sarapan dulu." panggil Ibu Asih.
"iya bu." jawab mereka bersamaan.
"Ayo sini pada duduk." kata Ibu Asih.
"menu sarapannya apa bu?"tanya Aris.
"nasi goreng sama telur ceplok." jawab ibu Asih.
"wihhh mantap." ucap Aris yang memang sangat suka dengan telur ceplok.
"sudah ngobrolnya. Ayo makan. Setelah itu pada mandi lanjut siap-siap." terang ibu Asih.
"oh iya. Hari ini kan mau piknik." ucap Irma dengan gembira.
Sudah sangat lama keluarga ini tidak piknik bersama. Biasanya yang piknik cuma ibu Asih saja itu pun karena acara piknik dari arisan yang di adain ibu RT.
Ditambah lagi Zahra yang sibuk kerja di luar kota dan jarang pulang itu pun menjadi kendala kenapa mereka jarang sekali piknik bersama. Jadi begitu ada kesempatan libur dari rutinitas kerja walau pun cuma 3 hari Zahra memanfaatkan untuk pulang kampung.
Selesai sarapan mereka bergegas untuk mempersiapkan barang apa saja yang perlu di bawa dan kemudian mereka langsung menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah. Mobil melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang.
Hari ini rencananya mereka akan piknik ke Guci pemandian air panas yang ada di Tegal. Zahra dan keluarga sengaja menyewa mobil beserta supirnya untuk seharian penuh.
__ADS_1
Perjalanan dari rumah Zahra menuju obyek wisata pemandian air panas Guci Tegal memakan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit. Obyek wisata pemandian air panas Guci Tegal berada di sebuah desa Kecamatan Bumiaji Kabupaten Tegal, kira-kira lokasinya berada di kaki gunung Slamet utara ada sebuah desa yang memiliki wisata cukup terkenal sebagai pemandian air hangat yaitu desa Guci. Ya pemandian air panas Guci Tegal merupakan sumber air hangat di desa Guci berada di atas ketinggian sekitar 1.100 Mdpl. Warga sekitar sering lebih mengenalnya sebagai mata air ajaib yang terkenal memiliki kejernihan air dan asri tersebut telah menjadi satu diantara tempat wisata Tirta sejak puluhan tahun silam. Selain memiliki air hangat menyehatkan, objek wisata Tegal ini memiliki lanskap alam memukau serta udara sejuk khas pegunungan Tegal, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama dan senantiasa berkunjung disana.
"alhamdulillah. Sudah sampai." ucap ibu Asih.
"bu...aku nanti mau mandi di bawah air terjun yang hangat ya." kata Irma.
"iya boleh tapi ganti baju dulu sana sama mbak Zahra." pinta ibu Asih.
"ayo kita ganti baju dulu." ajak Zahra.
Mereka berjalan beriringan menuju toilet umun untuk ganti baju dan sesekali berhenti untuk mengambil foto yang menarik. Setibanya di toilet.
"aku dulu lah Ris." sahut Irma.
"kan nanti mbak Irma bareng sama mbak Zahra jadi ya aku dulu yang sendirian."ucap Aris kesal.
"udah gak apa-apa. Aris duluan aja." ucap Zahra nenanging adik-adiknya.
"Gak dirumah, di pasar, dan tempat wisata sekali pun ribut terus kerjaannya berdua ini" ucap ibu Asih sambil menunjukan jarinya kearah Irma dan Aris.
"sudah selesai semua belum?" tanya ibu Asih.
__ADS_1
"sudah." jawab singkat Zahra.
"ada yang ketinggalan nggak?" tanya lagi ibu Asih.
"nggak ada bu." jawan Irma.
"ya sudah siniin tasnya jadiin satu aja."pinta ibu Asih.
Setelah tas di kumpulin jadi satu mereka bergegas menuju kolam pemandian air panas. Di Pemandian Air Panas Guci, ada beberapa sumber air panas yang dapat kita gunakan untuk berendam. Ada yang berbayar 1k, yakni dibawah kolam renang. Ada juga yang gratis, dekat patung naga.
Hampir disetiap sudut pemandian ini penuh semua, apalagi tempat yang gratis. Wealah udah penuh sesak oleh pengunjung yang lebih dahulu sampai sini. Tidak hanya dipemandian air panas. Itu disekitaran air terjun kecil paling ujung juga udah ramai banget. Selain itu di sini juga terdapat tempat berendam yang tertutup. Dengan membayar 5k perkamar mandi. Murah sekali bukan? Selain murah juga tempatnya lebih privasi. Kami bisa berendam sepuasnya, mau dua jam atau seharian juga boleh kata petugasnya. Tapi dianjurkan kalau terasa kepala sudah mulai pusing harus bergegas keluar dari tempat mandi.
Kami pun tak sabar ingin langsung rehat untuk melepas lelah dengan berendam air panas yang bau belerang ini.
Aris dan Irma yang memang sudah antusias dari tadi pun langsung menjeburkan dirinya ke dalam kolam yang dekat patung naga. Sedangkan Ibu Asih memilih untuk berendam ditempat yang tertutup jadi Irma dan Aris hanya diawasi oleh Zahra.
Tawa serta teriakan bahagia pun lepas dari mulut mereka. Suara riang dari pengunjung yang lainnya pun tak kalah nyaring. Sesekali Irma teriak karena kejahilan Aris dan Zahra pun harus terus mengawasi mereka jangan sampai bertengar beneran ditempat umum.
Wajar saja kalau Aris itu sangat jahil dengan Irma karena usia mereka cuma beda 2 tahun.
__ADS_1