Kisahku (Patah Hati)

Kisahku (Patah Hati)
Kenalan


__ADS_3

 


Zahra berjalan mengikuti laki\-laki itu. Tanpa rasa takut sedikit pun, padahal mereka baru saja bertemu. Karena, menurut Zahra semua orang itu pada dasarnya baik cuma kadang mereka melakukan kejahatan karena adanya kesempatan dan desakan beban hidup yang berat.


 


Setelah sampai diloket tiket bus Doni Dedy. "Tujuan mana mas?" tanya petugas loket.


"Kamu nanti turun dimana?" tanya laki-laki itu sambil menoleh kearahku yang berada disebelah kanannya.


"Comal mas." sahutku.


"Comal mbak." kata laki-laki itu sama petugas loket.


"Berapa orang mas?" tanya petugas loket lagi.


"Dua orang mbak. Jadi semuanya berapa ya?" ucap laki-laki itu.


"Semuanya 220ribu mas." sambil memberika tiketnya.


"makasih mbak." sambil membayarkan uangnya.



Kemudian kami pun pergi menuju tempat parkiran bus.


"Mas, jalannya cepet banget sih." ucapku.

__ADS_1


"Kamu pegangan sini." katanya sambil menunjuk tali yang ada di tasnya.


Kemudian aku pun menurutinya.


Setelah sampai diparkiran bus kami mulai mendatangi petugas yang memakai seragam bus Doni Dedy untuk menanyakan dimana bus itu terparkir.


"Maaf mas, bus yang ini parkirnya dimana ya?" ucap laki-laki itu sambil menunjukan tiketnya.


"Sebalah sana mas. Belakang bus Rosmala." jawab petugas bus sambil menunjukan arah.


"Oh. makasih ya mas." ucap laki-laki itu.


Berkeliling parkiran tapi kami tidak menemukan bus itu sampai akhirnya bertemu dengan seorang laki-laki yang sama kebingungannya dengan kita.


"Maaf, mas bus ini parkir dimana ya?" tanya laki-laki itu pada seseorang.


"Berarti mas ini ketinggalan bus dong." ucapku sok tau.


"Bukan ketinggalan tapi bus itu pindah parkir. Tapi saya gak tau pindahnya kemana. Mana tas saya udah di bus semua." ucap orang itu lagi.


"Coba mas ada temen yang satu bus gak?kalo ada coba telfon dulu". saran laki-laki itu.


"Saya gak ada yang kenal di dalam bus itu." sahut orang itu.


Kemudian kami berjalan bersama mencari bus itu sambil mengobrol dan sesekali tertawa bersama meskipun kami tidak saling kenal.


Setelah mencari kesana kemari akhirnya kami pun menemukan busnya.

__ADS_1


Kami masuk kedalam bus dan mulai mencari tempat duduk. Maklum bus yang satu ini memang tidak ada nomor tempat duduknya di tiket. Jadi kami bebas memilih. Zahra dan laki-laki itu mendapatkan tempat duduk yang terpisah namun masih bisa untuk saling menatap muka dan bercerita.


"Kayaknya masih banyak yang kosong nih." ucap laki-laki itu tiba-tiba.


"Wah berarti masih lama dong jalannya." kata Zahra.


"paling juga setengah jam lagi jalan kalo udah penuh." sahut laki-laki itu sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba saja ponsel laki-laki itu berdering dan terdengar suara laki-laki dari sebrang sana.


"Busnya masih ada bangku yang kosong gak?". tanya orang disebrang sana.


"Masih banyak nih. Kamu beli tiket bus ini aja." jawab laki-laki itu.


Tak tau apalagi yang mereka obrolkan karena laki-laki terus berbicara sambil berjalan keluar bus.


Tidak lama kemudian laki-laki itu naik kedalam bus lagi dan menghampiri Zahra.


"Emmm...maaf, dari tadi kita belum kenalan. mbak namanya siapa?" tanya laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.


"Zahra. kalau mas?" sahut Zahra sambil senyum dan meyambut tangan laki-laki itu untuk bersalaman.


"Agung. Boleh minta nomor WAnya gak?" ucapnya lagi.


"Boleh." sahut Zahra.


Kemudian laki-laki itu kembali ketempat duduknya dan Zahra mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2