
Barangkali ada benarnya kata kata orang. Bahwa, selain dari alamnya yang indah. Terdapat pula keindahan yang membekas diingatan, yaitu kamu. Gadis desa berbibir merah merekah, alis tebal dan tatapan mata yang indah. Jangan terlalu lama diluar yah, soalnya pelangi akan cemburu melihat kamu yang begitu indah. Senyummu begitu menawan. Senja itu indah tapi sementara. Kamu juga indah dan selama akan tetap indah.
Banyak hal yang menarik disini. Alamnya yang sangat indah, masyarakatnya yang begitu ramah, dan kamu yang membuatku betah. Kuberanikan diri untuk berbicara denganmu, kapan lagi bisa bercakap dengan bidadari yang baru saja kutemui. Takutnya nanti tidak bisa di ulang lagi. Hai, sapaku. Senyuman adalah balasanmu dari sapaku. Menatapmu saja sudah bahagia, apalagi berbicara denganmu. Tapi sayang enggan untuk mengeluarkan sepatah kata untukmu, malu rasanya dan kadang takut untuk mengubah moodmu. Dia cantik dan manis, bukan saja dari wajahnya bahkan dari tutur katanya mengalahkan segalanya. Dia baik, sopan, dan dia memiliki segalanya. Sayang dia bukan milikku. Kasihan! \-Muh Usman