
Kamu adalah hal yang paling susah untuk kulupa. Banyak hal yang sehingga kenapa hati ini sulit untuk bisa melupakan kamu. Misal, perihal senyummu, tawamu, canda mu. Ada hal yang lebih susah untuk dilupa: janjimu yang katanya akan selalu ada meski terluka. Kamu pernah bilang ke aku. Bahwa, apapun masalah yang menerpa kita. Kita hanya perlu saling menguatkan, kita hanya perlu saling mengingatkan. Bahwa, Saling meminta maaf adalah solusi di setiap masalah kita. Tapi, nyatanya kamu lebih mau bersembunyi daripada memperbaiki segalanya. Kamu pergi dengan segala janji yang kamu buat. Kamu begitu tega, meninggalkan beribu kenangan. membebankan ke diriku seorang. Kamu begitu hebat. Sebab, kamu begitu cepat untuk lupa. Oh iya, ini bukan perihal kamu yang terlalu hebat dalam hal segala lupa. tapi aku yang terlalu cinta, sehingga aku lupa untuk bangun dari segalanya. Untuk saat ini, ku akui sulit untuk ku bentuk senyum seperti sedia kala. Sebab, kamu adalah alasan dari segala tawa. Kamu adalah alasan dari segala tangis bahagia. Dan, perlu kamu ingat bahwa kamulah segala hal yang ingin ku perjuangkan di masa depan nanti.
Tapi, waktu mengarah ke situasi lain. Mungkin untuk saat ini belum berpihak. Tapi, semoga dengan seiring berjalannya waktu. Ku temui seseorang yang mampu memeluk ku erat sepenuh hati tanpa melepas ku lagi. Kuharap, kamu juga bisa menjadi lebih baik. Dan terus memperbaiki diri. Jangan sungkan jika rindu itu hadir dalam dirimu. Sesekali berkabar denganku, aku siap untuk mendengarkan segala pilu yang kamu derita di kehidupan mu yang baru. Aku siap menjadi bahu yang setia menemani mu dikalah sedih melanda hati. Tapi perlu kamu ingat. Bahwa, bahu yang tersedia hanyalah sebagai teman keluh kesah saja. Bukan sebagai pasangan kekasih yang saling mengasihi. \-Muh Usman