
Kamu dan senja adalah dua hal yang tak pernah luput dari pandanganku. Kamu memiliki satu kesamaan. Sama sama begitu indah ketika ku pandang. Senja itu indah tapi sementara. Kamu selamanya. Jangan takut, bukankah aku pernah bilang, bahwa kamu dan senja adalah dua hal yang kucinta. Dua hal yang ingin kupeluk mesra. Dua yang tak ingin ku lepas walau sekejap saja. Jika senja pergi dan berganti gelap gulita. Maka, kamu datang dengan penuh keindahan menerangi sanubari yang amat sangat dalam. Kamu adalah hal yang tak pernah luput dari ingatan.
__ADS_1
Sampai kapanpun, kamu tetaplah hal yang Ingin kupeluk dengan senang. Walaupun, kamu dan aku bukan lagi kata kita yang menyatukan perasaan. Kamu menghilang dan memilih bersembunyi dari segala hal yang kita perjuangkan. Kamu lebih memilih tersenyum dengan orang yang baru kamu kenal, ketimbang aku yang sudah lama menetap di ingatan. Kita pernah saling kuat dalam membentuk tawa yang sama, memupuk rasa menjadi satu hal yang kita sebut sebagai masa yang indah. Dan pada akhirnya, kamu lebih memilih patah dan membuat kisah baru dengan orang yang baru.
__ADS_1
__ADS_1
Ingat satu hal, kita pernah begitu kuat saat saling jatuh cinta. Kita pernah begitu dekat, sangat dekat. Kita pernah begitu saling sayang. Kita pernah membunuh perasaan orang lain ketika berani merusak hubungan kita. Kita pernah begitu kuat dan saling menguatkan perasaan. Kini, semuanya sirna. Senja tak lagi indah. Iya meredup seiring berganti malam. Pun dengan hidupku, kian meredup ketika kamu memilih untuk menghilang. \-Muh Usman
__ADS_1