
Tidak semua senja mampu ku ceritakan penuh indah. Karena iya akan berganti malam yang kelam menusuk jiwa. Kenangan indah bersamamu pun tak semuanya mesti ku kenang dengan penuh cerita. Sebab, iya akan mati bersama sedih yang ku buang dalam hati. Kita pernah begitu kuat membuat cerita yang kita sebut sebagai masa indah. Kini, menjadi luka yang membabi buta. Aku pernah begitu buta dalam mencintai mu. Menjadikan diriku sebagai apa yang kamu sukai. Bahkan waktu itu aku sadar, itu bukan aku.
__ADS_1
Ku butakan hatiku, agar kiranya kamu masih bersedia menemani ku. Meninggalkan segala hal yang kusukai demi apa yang kamu sukai. Tapi, inilah balasan dari segala pengorbanan. Kamu campakkan segala perjuanganku. Kamu hina kan diriku sehina hinanya. Menjadi sesuatu yang bahkan aku tidak suka dalam diriku. Aku mulai melemah ketika kamu memilih untuk patah dan menyerah. Sangat sulit pada waktu itu untuk bangkit dari segala keterpurukan cinta. Sangat sulit.
__ADS_1
__ADS_1
Tapi, inilah hidup yang harus ku tempuh. Pelan pelan hatiku akan lekas sembuh. Pengabaian mu membuat ku lebih kuat untuk menempuh perjalanan hidup yang baru. Darimu aku belajar banyak hal dalam menghadapi segala pilu. Menjadi lebih dewasa dalam urusan cinta. Saat ini, kubiarkan hatiku sedikit sedih, dan sedikit tersakiti. Biarlah dulu, ku tatap senja sendiri. Menghitung tetesan air hujan yang turun membasahi pipi. Perlahan ku buatkan benteng dalam hati yang tidak mudah dipatahkan lagi. Mulai kubuka mata dan hatiku. Bahwa, tidak semua yang indah akan selamanya indah. Dan, tidak semua yang kita genggam selamanya dalam genggaman. Suatu saat Iya akan jatuh dan membuat ceritanya sendiri. \-Muh Usman
__ADS_1