Kisahku Dan Kisahmu Yang Tak Kunjung Padam

Kisahku Dan Kisahmu Yang Tak Kunjung Padam
Tidak usah ragu.


__ADS_3

Barangkali ada hati yang harus kita jaga dengan penuh. Barangkali, ada sedih yang perlu di tenangkan sebentar sekali. Masih banyak hal yang perlu kita peluk sebagai masa lalu. Setiap hal yang terjadi saat kita bersama, kuharap bisa kulupa dengan sekejap. Aku tahu, perihnya begitu lama. Aku tahu, sakitnya tiada Tara. Tapi apa boleh buat. Hidupku tak akan mati sampai disana. Masih banyak hal yang perlu ku raih meski sendiri. Masih banyak tawa dan senyum yang harus ku raih. Kamu bukan lagi alasanku untuk tetap baik baik saja menghadapi Lika liku dunia. Pada akhirnya, kepergian mu membuatku ingat. Bahwa, ada hal yang harus terlebih dulu ku buat bahagia. Aku lupa pada hakikat ku di dunia. Aku lupa pada ibu yang melahirkan ku di dunia. Aku lupa segala jasa yang pernah ia berikan kepada ku. Aku begitu durhaka. Ku bentak dan tak mematuhi aturannya. Aku terlalu terpanah olehmu, sampai aku lupa. Bahwa, masih ada hidupku yang perlu untuk ku bagi. Masih ada senyum yang masih perlu ku bentuk begitu kuat. Aku sadar, bahwa tiada senyum yang paling bahagia dibanding apapun selain tawa ibu kita sendiri.


Semuanya hal yang mengenai cinta membuatku lupa. Bahwa, ada cinta yang lebih penting daripada sekedar kekasih yang belum tentu jodoh kita. Adalah cinta dari seorang ibu yang melahirkan kita. Aku lupa mencium tanganmu ketika berangkat menuju sekolah. Aku lupa mengingatkanmu akan kesehatan mu jika terus bekerja. Aku lupa akan segalanya kesakitan yang kamu tahan demi anakmu. Maafkan jika aku sebagai anak yang tak pernah mengukir senyum bahagia di hidupmu. Tenang saja, jangan ragu. Jika hari ini masih tangis yang kamu dapat. Jangan lelah untuk terus berdoa atas kebaikan anak anak mu. Jangan ragu, jangan cemas. Doamu begitu mujarab, tembus ke Arasy\-Nya Allah. Teruslah mengangkat kedua tanganmu. Teruslah berdoa untuk kebajikan anakmu. \-Muh Usman


__ADS_2