Kisahku Dan Kisahmu Yang Tak Kunjung Padam

Kisahku Dan Kisahmu Yang Tak Kunjung Padam
Pada akhirnya hati ku lebih memilih lelah.


__ADS_3

Kini, semua ketakutan ketakutan yang ada di kepala terjadi juga. Perihal kehilangan kamu adalah ketakutan ku yang luar biasa. Sebab kamu adalah seseorang yang paling mengerti cara ku melawan resah. Kamu tak lagi mau menemani ku melawan semua derita. Kamu lebih memilih menyerah daripada bertahan untuk menempuh banyak batuan kecil sebagai penghambat hubungan kita. Kamu lebih meninggikan bosan ketimbang mencari jalan untuk terus saling mempertahankan. Kamu terlalu egois, dan aku terlalu bodoh karena melepasmu begitu saja. Kita yang pernah saling berucap janji untuk saling setia sekarang hanya derita yang menyisakan luka.

__ADS_1


Terima kasih telah menemani ku, meski tak lama. Tapi, kenangan sangat membekas di dada. Semua hal yang kulakukan saat ini terasa hampa tanpa kamu disini. Tapi, semuanya harus tetap berjalan seperti semestinya. Aku akan tetap hidup meski tak ada kamu di sampingku. Aku pun akan tetap mencari cara untuk tersenyum tiap saat, meski kutahu. Senyumku akan lebih bermakna jika ada kamu.

__ADS_1


__ADS_1


Kita harus percaya. Bahwa semua ini adalah rencana Tuhan. Jangan salahkan dirimu, jangan juga salahkan diriku. Kita sama sama tak ingin saling melepaskan. Tapi, inilah cara Tuhan menguji hamba\-Nya. Percayalah, bahwa untuk menemui kekasih sejati tidak semudah membolak\-balikkan telapak tangan. Akan banyak kerikil kecil yang menggores kan luka di kaki, akan banyak debu yang berterbangan di mata untuk mengeluarkan air mata. Semua yang indah, tidak hadir dengan mudah. Perlu banyak pengorbanan untuk meraih puncak bahagia. Perlu banyak tangis untuk membentuk tawa yang kuat. Tapi, tidak perlu banyak janji untuk bisa terus bersama. Cukup ucapkan. Apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu sampai nanti. Selebihnya buktikan ucapan itu. \-Muh Usman

__ADS_1


__ADS_2