
Banyak hal yang ingin ku kenang di masa lalu. Perihal kita duduk berdua menatap hujan yang membasahi tanah. Redah dan kering seketika. Banyak hal yang mesti ku buang dan ku anggap sebagai kenangan, banyak sekali. Tentang bagaimana mana kita saling mengucap janji, lalu mengingkari. Tentang tawa yang kita ciptakan berdua, sampai tangis yang tak kunjung Redah.
__ADS_1
Ku kira kamu satu untuk selamanya, ternyata kamu hanya cerita yang memilih patah dan menyerah. Ku kira semuanya akan berakhir sangat indah, ternyata inilah awal dari derita. Derita yang tidak bisa ku beri jeda. Berkali kali aku ingin istirahat dari semua kisah pilu ini, tapi apalah daya, aku begitu sangat jatuh dalam lubang cinta yang tidak bisa ku akhiri dengan indah.
__ADS_1
__ADS_1
Biarlah seperti ini. Biarkan rindu ini bersarang di hati, rindu rindu yang sangat indah yang memilih menjadi kisah yang pilu penuh derita. Biarlah ku tanggung sendiri. Semoga saja, dengan kamu yang lebih memilih pergi, dapat ku temui sang kekasih yang datang untuk menetap dan membuat cerita yang sangat berarti, tanpa perlu ku jeda lagi. \-Muh Usman
__ADS_1