
Barangkali, waktu itu ada banyak hal yang harus ku kubur dengan amat sangat dalam. Perihal rasa yang pernah kita pupuk berdua harus ku lepas begitu saja. Namun, kini kamu hadir kembali dengan senyum yang baru. Senyum yang bakal ku kenang sebagai teman yang tak lebih daripada itu. Kini, hadirmu ku anggap saja sebagai kawan berbagai beribu rasa tanpa menyatukan perasaan. Barangkali, ada baiknya jika masalalu kita jalani kini hanya menjadi teman untuk berbagi keluh kesah saja. Tidak usah terlalu melibatkan perasaan, takutnya. Hal yang dulu terulang kembali. Dan kita merasakan sakit lagi dan hal yang sama lagi. Kali ini aku tidak ingin membuat hidupku begitu sia sia karena hal yang kurasa tidak lagi sangat penting.
__ADS_1
__ADS_1
Memang, setiap manusia ingin di cintai dan mencintai. Tapi, buat apalagi jika hal yang kita cintai, tidak mencintai kita balik ? Buat apa memperjuangkan hal yang sebenarnya tidak ingin diperjuangkan? Endingnya adalah sakit yang kita rasa. Buat apa juga mempertahankan sesuatu yang pada akhirnya menyakiti kita ? Bukankah itu sama saja dengan membunuh diri kita sendiri secara perlahan ? Sudahlah, lepaskan saja. Dia juga berhak untuk bahagia dengan caranya sendiri. Dan kita juga berhak untuk bahagia dengan cara kita sendiri. Ingat satu hal, Allah akan memberikan kita sesuatu yang paling indah di hidup kita tanpa kita sadari. Tenang saja, Allah telah merencanakan semuanya pada waktu yang paling indah. Allah adalah penulis skenario yang paling terbaik. Dan kita di tuntut menjadi pemeran yang sangat baik. \-Muh Usman
__ADS_1