
Empat tahun telah berlalu. Segala tangis telah kita lewati. Segala tawa dan bahagia telah kita ciptakan berdua. Tapi, di setiap waktu kosong ku selalu terbesit satu pertanyaan yang sangat menganggu jiwaku. Apakah iya aku masih ada dalam hatimu ? Apakah iya, akulah orang yang selama ini kamu perjuangan kan ? apakah iya, akulah salah satu dari alasanmu bisa tersenyum tiap hari ? Begitu banyak pertanyaan yang mengganggu hatiku. Maaf, bukanya aku tak percaya. Tapi, inilah yang kurasa. Sebab, akhir akhir ini kamu berubah. Belakangan ini kamu berlaga orang yang tidak seperti biasanya. Atau aku yang terlalu lupa bahwa semuanya bisa berubah begitu saja ? Aku sadar atas segala hal yang kuberi padamu. Rasanya tidak ada yang istimewa atas pemberian ku selama empat tahun lalu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu. Jika seorang teman mampu memberimu segala hal yang kamu senangi di dunia, dan kamu menuntut aku untuk seperti itu. Maaf, aku tidak bisa. Aku tidak memiliki kuasa seperti mereka, aku tidak memiliki banyak harta seperti mereka. Tapi ada satu hal yang tidak mereka berikan kepadamu. Perihal hati yang sangat tulus mencintai mu. Jika kamu merasa sepi, aku adalah orang yang paling pertama membuatmu senyum sendiri. Ketika kamu merasa lelah atas duniamu sendiri, aku adalah orang yang paling pertama memberi mu sandaran saat tubuhmu merasa lelah atas semua hal yang kamu lakukan. Ketika kamu menangis perihal masalahmu dengan keluarga mu, aku adalah orang yang paling pertama menenangkan mu. Jika mereka dengan leluasa memberimu segala harta. Maaf, aku tidak bisa seperti mereka. Aku hanya bisa mendoakan mu agar kiranya segala hal yang kamu butuhkan bisa ku penuhi dimasa yang akan datang. Tetaplah setia memeluk diriku dengan mesra. Doakan keberhasilan ku. Sebab, kamu adalah cita cita yang ingin kupeluk dengan mesra, kamu adalah hal yang ingin ku wujudkan dimasa depan. Kamu adalah seseorang yang ingin ku jadikan pendamping hidup ku di masa yang akan datang. -Muh Usman