
"iya dok, boleh kami melihat nya? " ucap Keenan
"silahkan, namun hanya sebentar karena jenazah akan segera di bersihkan untuk di bawa pulang"ucap dokter itu
naya, Keenan dan intan pun masuk ke dalam, dimana jenazah Robi berada. Keenan membuka kain penutup jenazah Robi. intan langsung jatuh terduduk melihat nya ,dia sangat terpukul, karena intan masih dapat mengenali robi meskipun mukanya sudah lumayan hancur, namun tadi pihak rumah sakit sempat membersihkan jenazahnya jadi wajahnya masih terlihat sedikit. intan menangis histeris.
"kenapa mas Robi gak nepati janji pada intan, katanya mas Robi mau nikahin intan, katanya mas Robi ingin selalu bersama intan, kenapa mas Robi gak nepati janji itu mas kenapa?? intan sama siapa lagi mas, cuma mas Robi yg intan punya, orang tua intan udah pergi sekarang mas Robi juga pergi, apa kah intan tidak berhak bahagia, setiap kebahagiaan intan hanya sesaat saja, hiks hiks hiks,apakah intan harus ikut dg mas Robi saja, intan gak punya tempat untuk mencurahkan semua yg intan rasakan lagi, MAS ROBI JAHATTTT, INTAN BENCI MAS ROBI, KENAPA MAS ROBI PERGII,KEMBALI MASS, INTAN MOHON hiks hiks hiks"histeris intan naya yg melihat intan begitu terpukul dan histeris pun ikut meneteskan air matanya, dia ikut duduk dan memeluk intan, Keenan dan petugas rumah sakit menatap intan iba.
"sabar tan, mungkin mas Robi bukan jodoh nya kamu, jangan patah semangat, perjalanan mu masih panjang, kamu masih muda" ucap naya
"tapi selama ini hanya dia yg aku punya, disaat semua orang mengucilkan ku, dia datang merangkul ku, membawa ku ke cahaya yg begitu terang, di saat hidupku di penuhi kegelapan,dia menjadi cahaya bagi ku, aku tak akan mungkin bisa melupakan dia selamanya, kenapa dia pergi nay, kenapa dia tega ninggalin aku, aku tidak bisa hidup tanpa mas robi nay hiks hiks hiks aku tak sanggup"ucap intan dalam pelukan naya.
"tan ikhlas ,kasian robi, dia tidak bisa pergi jika kamu begini tan, dia juga terpukul melihat mu begini, dia juga menangis melihat mu seperti ini" ucap naya berbisik
"maksudnya? " ucap intan
"sebenarnya gue indigo, mas Robi ada di sini dia mintak tolong sama gue untuk kasih tau lo kalo dia kecelakaan dan meninggal" ucap intan berbisik
"apa lo bisa pertemukan gue dan dia" ucap intan penuh harap.
"sebenarnya bisa, tapi mas Robi gak mau lo melihat mukanya sekarang (mukanya hancur)"ucap naya di akhiri dg membatin
" aku mohon, aku ingin melihat nya untuk terakhir kali"ucap intan memohon.
"nan" panggil naya pada keenan.
"emm lo minta tolong temen lo aja" ucap Keenan
naya yg mendengar nya langsung paham.
__ADS_1
'sisil'panggil naya dalam hati
"hmm paan? " ucap sisil malas
'dari mana aja lo ? berapa hari ni gak nongol'ucap naya dalam hati
"hehe, sibuk pacaran" ucap sisil cengengesan kemudian sisil tak sengaja menoleh ke arah hantu Robi.
"eh busettt,, siapa tu serem amat" ucap sisil bergidik
'tugas lo, ubah mode cantik tu, pacarnya mau ketemu'ucap naya
"baiklah kanjeng ratu, sini lo tong kesian amat lu" ucap sisil kemudian membawa Robi menghilang.
selepas menghilang nya sisil dan Robi naya berbicara pada intan yg masih sesenggukan karena menangis.
"memangnya ada apa? " ucap intan lirih
"udah ambil aja, ini pesan Robi kok" ucap naya, intan pun beranjak dari duduknya dan mendekati jenazah Robi dg perasaan hancur, kemudian merogoh saku celana robi dan menemukan cincin emas putih yg sangat cantik.
"hadiah ulang tahun lo" ucap naya
tangis intan kembali pecah mendengarnya.
"ja-jadi mas robi udah siapin kado buat aku hiks hiks hiks, gue gak mau kado ini, yg gue mau mas robi terus ada di sisi gue" ucap intan sambil menangis
"udah nanti biar robi yg jelasin ke lo, lebih baik kita keluar dulu, ayo" naya mengajak intan keluar dari ruangan jenazah karena dia sudah tidak sanggup menahan bau2 menyengat yg ada di dalam kamar mayat itu. Sedangkan Keenan sedari tadi sesekali memejamkan matanya karena dia memang agak takut melihat penampakan bila sangat menyeramkan. Sedangkan di kamar jenazah taulah ya gimana hehe.
saat ini mereka sudah duduk di depan pintu kamar jenazah, dan ibu nya robi juga sudah di hubungi dan saat ini sudah dalam perjalanan. tak lama sisil datang bersama robi yg sekarang sudah berubah dari menyeramkan menjadi wajah awalnya sebelum meninggal.
__ADS_1
"nih, tugas gue selesai, gue pergi dulu pacar gue udah nyariin" ucap sisil kemudian menghilang tanpa menunggu jawaban naya
"tan robi udah disini lo udah siap ketemu? " ucap naya
"aku siap" ucap intan mantap
"ikutin gue" naya menutup mata intan dan mengusap nya.
"buka mata lo" ucap naya, intan membuka matanya perlahan
"ma-mas ro-robi" ucap intan terbata sambil meneteskan air ketika membuka mata dia melihat ada robi di depan nya.
"intan" ucap robi tersenyum
"mas kenapa pergi, kenapa ninggalin intan, aku mau ikut mas aja, aku gak bisa hidup tanpa mas robi, aku udah gak punya siapa2 lagi selain mas robi, dan sekarang mas robi pergi, percuma aku hidup hiks hiks hiks aku mau ikut mas robi" ucap intan menangis
"hey intan, sayang, jangan ngomong gitu dong ini semua sudah takdir yg maha kuasa, umur mas cuma sampai disini, intan perjalanan intan masih jauh, jodoh intan bukan mas robi, sayang Terima lamaran satria ya, dia tulus sama intan, dan dia sangat mencintai intan"ucap robi
"kok mas tau kalau satria melamar intan, apa jangan2...." ucapan intan di potong robi
"iya sayang, mas melihatnya tadi mas kerumah intan tapi mas melihat intan di lamar satria jadi mas pergi karena mas tidak sanggup melihatnya" ucap robi
"hiks hiks hiks maaf, karena intan mas jadi kecelakaan, semua ini salah aju, seharusnya aku yg pergi bukan mas robi. maafin intan mas hiks hiks" ucap intan sambil menangis
"intan sayang, kan tadi mas robi udah bilang ini takdir sayang bukan salah intan,jadi intan gak perlu merasa bersalah, hanya saja kita memang tidak berjodoh, jodoh intan itu mas satria" ucap robi lembut
"tapi intan gak suka sama mas satria, intan cuma cinta sama mas robi" ucap intan
"belajar ya sayang, intan ikhlasin mas ya, kalo intan gak ikhlas mas gak bisa pergi" ucap robi lembut
__ADS_1