Kita Sama 'Indigo'

Kita Sama 'Indigo'
Cerita hantu winda


__ADS_3

"bukan apa2 tante, oh ya kalo gitu kami permisi dulu, cepat sehat ya tan biar cepet pulang" ucap naya


"iya nak, sekali lagi Terima kasih" ucap Ibu robi, naya tersenyum kemudian pergi bersama keenan


di dalam mobil mereka mengobrol sepanjang jalan.


"eh nay bukannya tadi ada hantu ya yg di bawa oleh temen hantu kamu" ucap Keenan


"oh yaampun gue lupa, banyak kali hari ini hantu minta bantuan hah" ucap naya kemudian menghela nafas


"iya tuh di belakang kamu ngikut" ucap keenan sambil menatap kaca spion


"heh lo ngapain di sini" ucap naya mendelik pada hantu di kursi belakang


"numpang doang, pelit amat" ucap hantu itu.


"tunggu2 gue kaya pernah liat lo deh, tapi di mana ya🤔" ucap naya berpikir


"ah gue inget lo hantu di samping toilet tadi kan, ngapain lo ngikut? " tanya naya


"ehehe, cuma mau kenalan karena saya tau lo bisa liat gue hehe" ucap hantu itu


"ohh emang lo gak balik ke alam lo? "tanya naya


" nggak bisa, karena belum waktunya saya pergi, mungkin suatu saat saya akan pergi"ucap hantu itu sendu


"memang kenapa? " tanya naya


"saya meninggal 10 tahun lalu , meninggal di ruangan samping toilet rumah sakit tadi karena kehabisan oksigen, sebab saya di kunci di gudang tanpa pentilasi udara oleh ayah saya sendiri ,setelah saya meninggal karena panik saya di kubur di gudang itu, ketika ibu saya bertanya kemana saya pada ayah saya,ayah selalu berdalih saya kawin lari dg pacar saya, dulu ketika saya meninggal ibu saya sedang ada di luar kota untuk seminggu karena kerjaan,dulu bangunan rumah sakit itu adalah rumah saya, namun sekarang sudah di gusur dan di bangun rumah sakit sejak 5 tahun lalu karena ayah saya menjual rumah itu , sekarang saya tidak tau di mana ibu saya berada, entah sudah meninggal atau sudah pindah ke kota lain, yg jelas ibu saya sudah pergi dari kota ini, saya juga belum bisa pergi karena menunggu ibu saya. "cerita hantu itu


" ohh begitu, oh ya nama kamu siapa? "tanya naya


" nama saya Winda"ucap hantu Winda memperkenalkan diri

__ADS_1


"em ok Winda jadi jasad kamu ada di samping toilet itu ya? " tanya naya


"iya, sebernarnya saya tidak bisa pergi karena jasad saya belum di makamkan dg layak, dan belum menemukan keberadaan ibu saya" ucap hantu Winda


"hmm baiklah, jadi sekarang kamu mengikuti kami itu mau apa? " tanya naya menyelidik


"saya cuma mau berteman dg kalian karena saya tau kalian istimewa" ucap hantu Winda


"tidak mau minta tolong kan? " tanya naya


"tidak, sekarang saya murni ingin berteman, namun ketika saya menemukan ibu saya baru saya minta tolong jasad saya atau mungkin sudah jadi tulang belulang saya di makamkan dg layak"ucap hantu Winda


" baiklah, saya ainaya kamu bisa panggil saya naya, ini keenan sahabat saya"ucap naya memperkenalkan diri nya dan keenan


"hmm cuma sahabat ya, tapi kenapa saya melihat ada cinta ya di antara kalian" ucap hantu Winda menggoda , sontak membuat naya dan keenan salah tingkah di buatnya


"apaan sih, oh ya nan nanti kita ketemu kakek da nenek yuk udah lama gak kesana" ucap naya mengalihkan pembicaraan


sontak saja sikap naya dan keenan membuat Winda tertawa terbahak-bahak


"hahahah, kalian lucu sekali sih" ucap Winda terus tertawa


"eh eh tunggu dulu win gue mau tanya , kenapa ayah lo bisa ngurung lo di gudang? " tanya naya


"hmm ayah saya ketahuan selingkuh, dan dia menyuruh saya tutup mulut jangan memberi tau ibu saya, namun saya tidak mau, saya tetap ingin memberi tau ibu saya karena bagi saya ibu adalah segalanya,akhirnya karena marah dia mengurung saya di gudang itu 1 hari 2 malam tanpa makan dan minum di gudang tanpa pentilasi itu"cerita Winda sedih


"kejam sekali ayahmu, padahal kamu anak kandungnya" ucap naya geram


"mungkin saat itu dia sedang khilaf, karena takut ibu saya akan menceraikan dia, sebab dia pengangguran ibu saya yg bekerja, dan setiap bulan selalu ada uang jajan untuknya di beri ibu" cerita Winda lagi


"astaga dasar suami tidak tau diri, udah di kasih hati malah minta jantung, udah tau pengangguran masih ingin selingkuh lagi, kalo suami gue udah gue beri kopi sianida kali " ucap naya kesal , keenan tersenyum sekaligus ngeri mendengar suara kesal naya, gimana gak ngeri kopi sianida kan sekali minum langsung dead.


"mau gimana lagi, ibu saya terlalu mencintai ayah jadi ya rela berkorban dg banting tulang siang malam" ucap Winda sedih

__ADS_1


"makan tu cinta, percuma cinta kalo hidup melarat, punya suami pemalas kaya gitu untuk apa, makan cinta gak bikin kenyang kali, tapi iya sih cinta itu buta, rela berkorban demi sebuah harapan yg belum tentu pasti akan tercapai atau tidak" ucap naya kesal di akhiri dg curhat sambil menatap keenan hihihi (ngasih kode woy nan, peka napa)


"kita kemana lagi ay? " tanya keenan


"ke hatimu boleh? " jawab Winda sambil menggoda


" dia mah udah punya orang "ucap naya sambil mengalihkan pandangan nya luar.


" kaya dia nggak aja"jawab keenan


"cinta tapi gengsi, wah bagus tuh di bikin judul cerita, ya gak nay nan" ucap Winda gemas


karena Winda menyadari kalo mereka berdua sedikit ada selisih paham.


"paan sih" ucap naya sebal


"kalian itu yg apaan, saya yg sekali lihat saja sudah tau kalo di antara kalian itu ada samting alias punya cinta terpendam kenapa gak jujur aja sih satu sama lain, kalo cinta ya bilang cinta, gengsi di pelihara keburu di gaet orang oiir"ucap Winda dg gemas


"hah, kita stop di taman dulu ya ay?" ucap keenan meminta izin karena keenan merasa tersindir sedari tadi


"hmm" ucap naya


"ahh udah ah, mau main dulu byee"ucap Winda kemudian kabur entah kemana


tak lama mereka sampai di taman dekat danau kemudian keenan memarkirkan mobilnya. hari sudah malam banyak lampu2 hias yg menambah kesan indah dan romantis pada malam itu.


keenan dan naya turun dari mobil kemudian mencari tempat duduk, setelah itu mereka menduduki salah satu kursi di taman itu.


"em aya, gue mau nanya boleh? " ucap keenan


"hmm tanya ada, kaya sama siapa aja lu" ucap naya sambil menatap keatas di mana bintang bertaburan dg indah


"lo udah punya pacar belom? " tanya keenan ragu2

__ADS_1


__ADS_2