
di jalan tiba2 hantu mirna datang, mengagetkan keenan yg sedang menyetir mobil, keenan langsung mengerem mobilnya , gimana gak kaget orang nongolnya di depan kaca mobil tuh hantu mirna nongol. (btw mobil naya udah di ambil pegawai daddy nya ya, soalnya dia ingin menarik perhatian keenan)
"kenapa nan? " tanya naya pura2 tidak tau
"ahh enggak kok" kilah keenan sambil melajukan mobilnya kembali
'lo ngapain ngagetin orang aja, untung di belakang gak ada orang, kalo kita kecelakaan terus dead, siapa yg bakal tanggung jawab'kesal naya
"hehe sorry, gue cuma mau tanya kapan lo bakal nolongin gue" ucap mirna ikut bicara dalam hati
"bisa tunggu gak sih lo, kalo gak gue gak bakal tolongin lo'ucap naya dalam hati
" iya2" ucap mirna kemudian menghilang
"gue boleh tanya? " ucap keenan
"mau tanya apa? " jawab naya
"apa lo percaya hantu itu ada" ucap keenan
"maksud lo, lo bisa? " tanya naya menggantung, lebih tepatnya pura2
"ya sebenernya gue bisa lihat 'mereka' yg sering disebut hantu tapi gue sering pura2 tidak tau" jawab keenan
"namun setelah melihat lo, gue sering pusing kepala, bahkan samar2 kaya ada bayangan masa kecil gue sedang bersama anak kecil yg juga bisa melihat 'mereka'" ucap keenan
dalam hati naya kegirangan karena perlahan nan nya bisa mengingat masa kecil mereka
"gue boleh tanya lagi? " ucap keenan
"silahkan" Ucap naya
"lo punya kelebihan? " tanya keenan
"maksudnya? " tanya naya pura2 bingung
"maksud gue kelebihan sama kaya gue, bisa melihat 'mereka', karena pas saat gue pertama masuk kelas tadi gue merasa lo selalu menatap ke arah gue no lebih tepatnya ke arah sosok di belakang gue" ucap keenan sambil menatap naya
karena lampu merah jadi bisa menatap lama2
"gue juga bisa" ucap naya tersenyum
"beneran???, gue gak sendiri lagi ketakutan karena 'mereka', gak perlu pura2 tidak melihat lagi, jujur aja sebenarnya gue cuek dan dingin bukan karena gue orang kaya gitu, tapi kadang gue masih nyimpen beban karena takut" ucap keenan panjang lebar
"gak lo jangan takut ada gue disini yg bakal selalu ada buat lo" ucap naya
"makasih ya" ucap keenan
"kok lo ke gue gak cuek dan dingin ya" ucap naya tersenyum
"entahlah, bersama lo sifat gue dulu kembali" ucap keenan ikut tersenyum
kepala keenan kembali pusing dan keenan langsung menghentikan mobilnya,
"lo kenapa? " tanya naya tanya naya panik
__ADS_1
"gue gak papa AYA" ucap keenan
deg
naya mematung di tempat, kemudian menatap keenan
"Lo" gantung naya
"hmm gue inget semuanya, aya dan nan sepasang kekasih kecil" ucap keenan
"nannnn" panggil naya tersenyum
keenan melepaskan sabuk pengaman nya kemudian menarik naya kedalam pelukannya.
"maafin nan yg sempat melupakan aya" ucap nya
"gak papa, bukan salah nan, aya udah di jelasin sama kakek" ucap naya dalam pelukan keenan
"ehem" ucap seseorang dari belakang
mereka melepaskan pelukannya dan menoleh ke belakang
"kakek prabu pramudya airlangga, nenek ratu sukma ambarasanggana" ucap mereka terjekut bersamaan
"iya cucuku" ucap mereka bersamaan pula
"ahhh aku rindu kalian" ucap naya kemudian melompat kebelakang memeluk mereka berdua
"kami juga rindu cucuku sayang, gimana sudah siap dg petualangan kalian ? " ucap nenek ratu
"siap dong , yakan nan? " ucap naya
"yasudah kami pergi dulu" ucap kakek prabu
"baik" ucap mereka berdua
kakek prabu dan nenek ratu pun menghilang.
"oke sekarang nan harus bantuin aku mecahin misteri kematian mirna" ucap naya
"mirna siapa? " ucap keenan bingung
"hantu baru, yg slalu gangguin gue terus, mana lumayan jij*k gue liatnya"ucap naya bergidik
" kenapa gak di suruh mode cantik aja"ucap nan
"oh iya, gue lupa bilang sisil buat ajarin tu hantu mode cantik hehe" seru naya
kebiasaan"ucap keenan sambil mengacsk rambut naya
"yaudah, aku panggil sisil dulu, sisilll" teriak naya
"naon neng? " ucap sisil malas, saat menoleh dia melihat keenan
"wahh gantengnya, buat gue ya?? " ucap sisil
__ADS_1
"enak aja, loh ajarin tu mirna mode cantik" ketus naya
'cantik'batin keenan tersenyum ketika melihat naya
"eh, kamu bilang sesuatu? " tanya naya
"nggak" ucap keenan kemudian mengalihkan pandangannya
"yaudah tuh mirna udah mode cantik, sekarang gimana?? " tanya naya
"lo tau pakai apa tu orang bunuh lo? " tanya keenan pada mirna
"pertama dia membekap kepala ku dg kain hitam ,kemudian bantal, setelah aku meninggal dia menggantung ku di kamarku, membuat kematianku seolah2 depresi karena pacarku selingkuh di saat aku hamil" ucap mirna mengingat.
"oke, sekarang orang yg bunuh lo di mana? " tanya naya
"dia pergi ke pinggiran kota" ucap mirna
"lo tau dimana dia sembunyikan barang bukti itu? " tanya keenan
"dia buang di dekat hutan belakang rumahku" ucap mirna
"cowok apa cewek sih yg bunuh lo, tega bener" ucap naya
"cowok, awalnya dia sangat baik padaku, sampai akhirnya dia menyatakan perasaan nya padaku, tapi aku menolak karena sudah punya kekasih dan sebentar lagi akan menikah apa lagi aku bilang kalo sedang hamil , saat itulah dia membunuh ku dan anakku yg masih belum lahir" ucap mirna
"baiklah, gue ngerti, sekarang lo bisa tunjukin rumah lo dulu" ucap naya
"iya" ucap mirna kemudian menunjuk jalan ke rumahnya
"gue telpon polisi dulu"ucap.keenan
"iya, nanti ketika di tanya biar gue yg jawab" ucap naya.
tak lama polisi datang,
"selamat sore, apa anda yg menelpon kantor polisi tadi? " tanya polisi itu
"bener pak, begini pak saya dapat mimpi dari almh mirna, dia meminta saya untuk mencari keadilan untuknya, sebenarnya mirna tidak bunuh diri tetapi di bunuh" ucap naya pada polisi itu
"apa ada bukti?, karena jelas3 dia gantung diri di kamarnya, apa lagi ini cuma mimpi" ucap polisi itu ragu
"punya, ada di dekat hutan belakang rumah ini" ucap naya
"baiklah, mari kita cari bukti" ucap polisi itu pada temannya
tak lama salah satu polisi menemukan sarung tangan, sarung bantal dan selembar kain.
"tuh kan bener, sekarang otopsi aja siapa tahu kan jadi kenal itu ada sidik jari siapa" ucap naya santai..
" baiklah kalo begitu kami permisi dulu, kasus ini akan kami tindak lanjuti, Terima kasih atas kerja samanya"ucap polisi itu
"baik Pak, silahkan" ucap keenan setelah tadi diam saja mendengarkan naya dan polisi itu bicara
"hah akhirnya selesai" ucap naya
__ADS_1
"aku pergi dulu, mau melihat pacarku di penjara" ucap mirna
"