
saat ini naya dan keenan di jalan pulang, naya terlihat sangat senang sekali, dia terus saja bersenandung sepanjang perjalanan, sedangkan keenan yg melihat nya hanya tersenyum.
"eh nan, kapan2 kita jalan ke situ lagi ya, yaampun asik banget ternyata hehe" ucap naya
"iya, tapi dg status yg berbeda ya" canda keenan namun itu dapat membuat naya bungkam
"maksud nya gimana? " tanya naya
"misalnya bawa pacar gitu" ucap keenan berubah serius
"oh, emang kamu udah punya pacar? " tanya naya dia sedih namun dia dapat menyembunyikan nya dg baik.
"blom, tapi gak tau nanti" ucap keenan santai
namun tidak untuk naya yg kini hanya memandang keluar jendela, tanpa menjawab ucapan keenan.
'apa lo emang gak pernah suka sama gue, lo cuma anggep gue temen'batin naya sedih
"lo sendiri gimana?" tanya keenan
"hah,gimana apa nya? " ucap naya sambil menatap keenan
"udah punya pacar? " tanya keenan
"blom" ucap naya singkat
"kalo yg di suka? " tanya keenan
"ada" ucap naya malas
"oh, udah lama suka? " ucap keenan
"lama banget, tapi gak berani ngungkapin" ucap naya kemudian membuang muka.
"oh, kenapa?, takut di tolak? " tanya keenan
"salah satunya " ucap singkat naya
'ternyata dia udah ada yg di sukai 'batin keenan sedih karena dia sebenarnya juga menyimpan perasaan pada naya.
terjadilah ke salah pahaman di antara mereka.
'inilah salah satu ujian untuk kalian dapat bersama selamanya 'batin seseorang
saat ini mereka sudah sampai di depan pintu mansion naya.
"gue langsung pulang" ucap keenan cuek
__ADS_1
"ya" balas naya singkat
'Dia kenapa? 'batin mereka berbarengan
naya memasuki mansion nya sedangkan keenan langsung melajukan mobilnya pulang ke rumah.
"hah melelahkan sekali" gumam naya yg sedang berbaring di kasur queen size nya sambil memejamkan matanya, tak lama naya langsung tertidur.
keesokan harinya hari ini naya berangkat tidak membawa mobil karena lagi males katanya, jadi dia sekolah di antar sopir, di depan gerbang ada seorang siswa yg sudah menunggunya ketika dia ingin turun dari mobil, dan siswa ini sudah lama sekali menyukai naya, namun naya tetap naya dia tidak pernah mau pacaran dg orang yg tidak dia suka alhasil naya tidak pernah pacaran, dan entah di sengaja atau hanya kebetulan keenan yg baru saja tiba melihat mereka berjalan berdampingan sambil tertawa2, bertambahlah nyeri di hati nya.
"keen lo baru dateng? " ucap Gilang teman keenan
"hmm, kantin yok" ajak keenan, sedangkan Gilang hanya melongo karena dia merasa hari ini keenan berubah tidak seperti biasanya yg sangat cuek dan dinginnya. namun dia hanya diam takut kena semprot melihat suasana hati keenan yg bisa di katakan agak buruk.
dan ternyata di kantin sudah ada naya dan riko siswa yg menyukai naya. saat berpapasan dg naya keenan langsung melengos seperti tidak pernah melihat naya.
'dia kenapa?, apa marah? 'batin naya sambil menatap keenan
"kamu mau pesan apa nay, biar aku pesenin" ucap riko namun naya masih melamun dg pikirannya
"nay?? " panggil riko sambil melambai kan tangan nya di depan muka naya
"ah eh emm samain aja kaya kamu" ucap naya kaget
"baiklah, tunggu sebentar ya" ucap riko kemudian beranjak dari duduk nya.
"kenapa mbak galau ya" ucap hantu yg entah kapan datangnya, tiba2 sudah ada di samping naya.
tak lama riko datang dg 2 mangkok bakso dan 2 gelas es teh manis.
"maaf ya lama soal nya antri panjang banget" ucap riko tidak enak hati karena membiarkan naya menunggu, padahal cuma 10 menit loh hehe
"gpp kok" ucap naya kemudian menyantap baksonya perlahan. namun naya langsung memuntahkan bakso nya.
"kamu gpp nay?? " tanya riko cemas
"gpp, kalo boleh tau lo beli bakso ini di mana? " tanya naya karena merasa bakso nya aneh.
"tuh tempat bakso yg lagi antri panjang enak kan bakso nya, soalnya yg antri banyak banget" ucap riko .
huek huek, naya langsung pergi ke toilet setelah melihat tempat di mana riko membeli bakso.
tok tok tok.
"nay lo gpp? " tanya riko dari luar toilet
"gpp kok, lo duluan aja ke kelas" ucap naya karena mendengar bel sudah berbunyi.
__ADS_1
"emm beneran? " ucap riko ragu
"iya, udah sana" ucap naya, akhirnya riko pergi duluan masuk kelas.
sedangkan keenan yg tak sengaja melihat naya muntah2 tadi pun langsung membeli teh hangat dan menunggu naya keluar dari toilet setelah memastikan riko udah pergi. tak lama naya keluar dari toilet dg lemas.
naya sedang memejamkan matanya, setelah membuka mata didepan matanya sudah ada secangkir teh hangat yg di sodorkan keenan, langsung saja naya meminum nya hingga tandas.
"pelan2 nanti tersedak" ucap keenan lembut
"hah hah hah, hih nggak mau lagi makan di tempat tadi" ucap naya sambil bergidik
"kenapa? enak kan, murid aja pada ngantri mau beli" ucap keenan pura2 tidak tau
"ihh gak usah pura2, lo udah tau kan kalo tempat itu memakai penglaris nya hihh " ucap naya kemudian bergidik
"hah makanya kalo mau pesan makanan itu lihat2 dulu tempatnya udah tau kamu bisa lihat tapi kenapa gak di cegah" nasehat keenan
"tadi aku kan melamun" ucap naya keceplosan
"melamun? emang lo mikirin apa? " tanya keenan
'duh harus jawab apa gue, masak gue bilang mikirin lo, dasar ni mulut bisa2 nya keceplosan 'batin naya,
"itu maksudnya gue lagi fokus mainin HP gue" ucap naya gugup.
"kenapa gugup? takut pacar lo marah ya? " tanya keenan berusaha biasa saja padahal di dalam hatinya sudah meronta2.
"ihh nggak kok, naya gak punya pacar" ucap naya sambil berjalan di Koridor sekolah bersama keenan
"terus tadi siapa? kaya nya bahagia banget sama dia" ucap keenan menahan nyeri di hatinya
"lo salah liat, itu tidak seperti yg bayangin" ucap naya
'bahkan gue tidak pernah pacaran itu semua demi nungguin lo datang'lanjutnya dalam hati
"bagus2 lagi pula masih kecil tidak boleh pacaran" ucap keenan
naya kesandung sesuatu hingga hampir saja terjatuh, namun dg cepat keenan menraknya dan kemudian memeluknya
grebb
deg deg deg
suara jantung mereka berdua yg sedang berdisko.
"lo gpp? " tanya keenan sambil menatap naya
__ADS_1
"gpp kok, gue kesandung apaan si kok bisa padahal ini kan tengah koridor masak ada batu di tengah jalan" ucap naya kemudian keluar dari pelukan keenan dan melihat benda yg membuat nya terjatuh. dan betapa terkejut nya dia karena ternyata dia tersandung kepala yg sekarang sedang melihatnya tersenyum canggung
"maaf tadi tidak lihat" ucap kepala hantu itu