Kita Sama 'Indigo'

Kita Sama 'Indigo'
bertemu intan 2


__ADS_3

"baik lah mas, intan akan berusaha belajar menyukai mas satria hiks hiks" ucap intan


"iiya sayang haruss ya, oh ya intan syang, kamu udah udah menerima cincin itu ya, di pakai ya sayang sebenarnya hari ini mas ingin melamar intan, namun Tuhan berkehendak lain" ucap robi tersenyum kecut


"mas robi hiks hiks maafin intan" ucap intan


"*udah sayang gpp, kamu jaga diri baik2 ya, ingat pesan mas, oh ya waktu mas udah gak banyak" ucap robi


"nay apa bisa aku bicara dg ibu ku sebelum pergi" sambung nya*


"bisa, kita tunggu ibu mu datang" ucap naya


tak lama seorang wanita paruh baya datang dg terburu buru


"intan sayang ini bercanda kan nak, robi gak beneran pergi kan" ucap Ibu robi sambil meneteskan air matanya


"hiks hiks hiks tante, mas robi tante, dia udah pergi ninggalin intan" ucap intan sambil menangis


"hiks hiks gak mungkin, gak mungkin robi pergi" ucap Ibu robi histeris


"tante hiks hiks maafin intan, mungkin kalo mas robi gak liat intan sama mas satria dia masih ada sampai sekarang hiks hiks" ucap intan kemudian berlutut di hadapan ibu robi.


"tidak nak ini bukan slah kamu, mungkin memang sudah jalan nya robi seperti ini hiks hiks " ucap robi kemudian memeluk intan


"bisa antar tante melihat jenazah robi nak? " ucap Ibu robi


intan mengangguk kan kepala nya dan membawa ibu robi ke dalam kamar jenazah untuk melihat jenazah robi di ikutin oleh petugas kamar mayat itu, sesampainya di dalam petugas membantu membuka kain penutup jenazah robi.


melihat kondisi robi ibunya langsung terduduk karena sock.


"robiiii" ucapnya kemudian pingsan


"tanteeeee" teriak intan kemudian memanggil Keenan untuk membantu membawa ibu robi untuk di periksa


"Keenan tolong bantu aku bawa tante ke ruang pemeriksaan"ucap intan


sesampainya di ruang pemeriksaan dokter langsung memeriksa kondisi ibu robi. dan mereka di suruh menunggu di luar, tak lama dokter keluar.


" dok gimana kondisinya? "tanya intan

__ADS_1


" kondisinya cukup mengkhawatirkan karena dia mengalami serangan jantung ringan, dan sock berat yg hampir mengakibatkan dia kena struk,atau bisa saja meninggal, namun kalian membawa tepat waktu jadi dia masih bisa diselamatkan, namun harus dalam pengawasan dokter "ucap dokter


" baik dok, kami mengerti "ucap Keenan


" jadi jenazah mas robi gimana? "ucap intan melamun


" terpaksa kita makamkan tanpa ibunya karena kasian kalo lama"ucap naya


"iya tidak apa2, nanti setelah kondisi mama stabil aku baru ingin menemui nya karena aku tidak ingin mengambil resiko", aku akan pergi setelah bicara pada mamaucap robi


"yaudah robi juga setuju jadi kita urus jenazah nya dulu" ucap Keenan


"kamu disini saja dulu, biar kita yg menemui pihak rumah sakit" ucap naya pada intan


"baiklah, tapi saat jenazah ingin di kebumikan aku akan ikut" ucap intan


"ya terserah lo saja" ucap naya kemudian pergi di ikuti oleh Keenan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini jenazah robi sudah di kebumikan, dan waktunya mereka ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu robi.


"cukup stabil, mungkin besok sudah boleh pulang, tapi di larang untuk berpikir keras karena bisa mempengaruhi kesehatan nya, kalau begitu saya pergi dulu" ucap dokter itu kemudian pergi


"nay, gimana kalo besok ngomongnya karena waktu gue gak lama" ucap robi


oh ya intan udah di tutup ya mata batinnya.


"yaudah kita lihat besok ya, kalo udah stabil lo boleh ngomong" ucap naya


"nay kamu ngomong sama mas robi ya? " tanya intan


"iya nih, robi cuma lagi nunggu bicara sama mamanya setelah nya pergi karena waktunya udah gak banyak" ucap naya


"emm, sebelumnya makasih ya nay , kamu dan Keenan udah mau direpotkan" ucap intan


"gpp, santai aja, sesama manusia harus tolong menolong, oh ya nan mana ya? " tanya naya karena memang dia tadi sempat ke toilet sebentar


"tadi katanya mau cari makan" ucap intan.

__ADS_1


"oh yaudah" ucap naya kemudian tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua.


ceklek


suara pintu terbuka, terlihat lah Keenan datang membawa beberapa kantong makanan.


"nih kalian makan, dari tadi siang blom makan kan" ucap Keenan


"oh ya ay, tadi mommy kamu telpon kenapa belum pulang terus aku ceritain dan kata mommy setelah selesai langsung pulang" ucap Keenan


"hmm ya sudah setelah makan kita pulang, gak papa kan tan kita pulang duluan, atau lo mau kita anterin? " tanya naya


"eh gpp kok nay, lagi pula aku mau jagain tante kasian kalo gak ada yg jaga, lagi pula keluarga nya ada di luar negri semua


" emm iya bagus deh kalo gitu, yuk kita makan"ajak naya kemudian mereka makan dg tenang.


15 menit kemudian mereka sudah makan dan waktunya mereka pamit pulang.


"kita pulang dulu ya tan, mungkin besok akan kembali lagi karena robi belum selesai jadi belum bisa pergi" ucap naya


"iya, sekali lagi makasih ya untuk kalian berdua naya dan Keenan, aku gak tau kalo seandainya gak ada kalian" ucap intan


"iya santai aja intan, kita pergi ya" ucap Keenan kemudian mereka berdua pulang.


30 menit kemudian mereka sampai di rumah naya. ternyata sang mommy dan daddy nya sudah menunggu di ruang tamu. bukan ingin marah ya melainkan kepo.


"aduh kalian lama banget pulang nya sini2 jadi cerita in gimana petualangan kalian hari ini" ucap mommy membawa mereka duduk


"ehh aduh mommy kepo banget sih" ucap naya


"lah daddy juga loh" ucap daddy


"iss iya2 nan kamu yg cerita ya aku agak males hehe" ucap naya kemudian Keenan menceritakan semua nya mommy dan daddy hanya manggut-manggut saja, setelah nya Keenan pamit pulang namun daddy Melarang nya karena hari sudah larut malam dan daddy tidak ingin terjadi sesuatu yg tidak di inginkan kepada Keenan, jadilah Keenan menginap.


"nah nan lo tidur di sini ya" ucap naya membawa Keenan kekamar yg ada di samping kamarnya. kenapa di lantai 2 karena Keenan sudah di anggap anak oleh mommy dan daddy, jadi Keenan sudah di sediakan kamar khusus untuknya


"makasih ya aya, karena keluarga lo gue bisa merasakan hangat nya keluarga lagi karena walau pun gue hidup bersama paman waktu di kota lain dulu namun paman jarang di rumah dan juga juga sibuk dg keluarga nya" ucap Keenan


"jangan sungkan nan, anggap aja kita ini keluarga" ucap naya

__ADS_1


'kalo mau lebih juga boleh hihi, jadi suamiku misalnya wkwk 'batin naya


__ADS_2