
Di Kebun
Disuatu desa jauh dari perkotaan tinggallah keluarga sederhana yang kehidupannya serba berkecukupan dengan kerukunan hari demi hari dapat menghasilkan berbagai macam sayuran segar seperti bayam, cabe, kopi dan masih banyak lagi hingga menjualnya ke kota.
jek bleng jek bleng jek
Bunyi suara langkahan kaki cepat dipinggiran kebun disusul suara bunyi gendang disetiap langkahan kakinya semakin dekat, mendekat, hingga sangat dekat mendekatiku.
Suara itu terhenti melangkah tepat dihadapan aku berdiri tanpa menimbulkan adanya suara sehingga membuatku begitu resah.
"Hey, kamu siapa? kenapa kamu berjalan tak bersuara?" wanda teriak tanpa melihat siapa sebenarnya orang yang datang dihadapannya itu karena memang tak dapat melihat.
Bising angin yang terus saja menggoyangkan pepohonan dan suara burung berkicau merdu bercampur tak karuan membuatnya begitu tak terkendali.
"Kemari nak, sini segera makan pasti wanda sudah lapar kan? panggil ayah untuk segera kemari juga adikmu dewa" seru ibu winda memegang tangan wanda yang begitu ketakutan akibat kejadian barusan.
Wanda begitu kaget rupanya hanya dikerjain sama ibu winda, tak bisa menahan kekesalan akhirnya wanda mulai marah.
__ADS_1
"Ibu kebiasaan deh sudah tau wanda ga bisa liat ini malah dikerjain kek gini, jadinya wanda takut dan pokoknya wanda ga mau maafin ibu wanda mau ngambek" dengan nada lumayan tinggi merasa dirinya dikerjain ibu, wanda pun akhirnya marah ke ibu winda.
Ibu winda yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk makan bersama di kebun terus tersenyum melihat wanda beneran marah ke dirinya.
"Wanda bener marah ke ibu? terus tak mau maafin ibu? iya udah padahal hari ini ibu sudah membuat makanan kesukaan wanda" jawab ibu winda tak dapat menahan ketawanya lagi, ibu winda akhirnya melepas tawanya melihat wanda yang sudah terlihat bingung mendengar ibu barusan.
Dari depan rumah-rumahan sawah terdengar seorang lelaki separu bayah mendekat hingga ke depan wanda dan ibu winda.
"Wajah kak wanda kenapa? kok berwajah serius?" seruan lelaki separu baya mulai kebingungan yang tak lain adalah ayah wahid sekaligus ayah wanda.
Wanda yang tadinya terlihat muram berubah memasang wajah imutnya sambil memegang dagunya dengan kedua tangan mengedipkan matanya.
Tiba-tiba dewa melihat dan segera datang menghampiri wanda, ibu winda juga ayah wahid yang terlihat telah kumpul di rumahan sawah dengan mengendap-endap perlahan.
Drukkkk
"Loh kalian kok sudah berkumpul disini terus ga memanggil dewa juga? dewa kan juga ini belum makan" kata dewa belum mengerti keadaan dengan semua kejadian yang ada dirumahan sawah ini.
__ADS_1
Serentak akhirnya semua menjawab dengan barengan dengan mengode kanan kiri dan segera mengucapkannya.
"Diam anak kecil ga boleh ngurusin obrolan orang dewasa" seru wanda, ibu winda juga ayah wahid barengan berteriak dengan nada cukup tinggi memarihi dewa yang sedari tadi bising sekaligus bingung dan akhirnya memilih untuk diam melihat tingkah laku dari semua keluarganya.
Dewa semakin bingung tak dapat berkata lagi akibat omongan serentak dari kekuarganya membuatnya mulai takut seribu kali jadinya.
"Baiklah dewa diam, tapi kan ini.." jawab dewa terhenti mulai mengerti keadaan dan melihat tingkah aneh terjadi dan juga mengingat hari kelahiran kak wanda pada hari ini.
Kesunyian telah muncul di rumahan sawah, dewa pun mengerti keadaan situasi yang mulai terasa dan tiba-tiba.
Apa yang akan terjadi?
Okey, next..
*****
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
__ADS_1
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)