
Ayah wahid yang tertinggal jauh dibelakang akhirnya mendukung semua rencana tampak berhasil dilakukan.
"Okey, sekarang kak" bisikan dewa terdengar disamping telinga winda mencoba memberi kode bahwa rencana segera dimulai.
Wanda berusaha semaksimal mungkin terus mencoba pergerakan akhirnya mencoba dan akan memulainya tapi apa yang akan terjadi berbanding terbalik dengan rencana.
Brrruuuukkkk
"Awww" kata wanda tiba-tiba terjatuh ke tanah sambil memegang kakinya menjerit kesakitan memberi kode ayah wahid.
Ibu winda dan wahid stand by sedari tadi lalu segera jongkok melihat keadaan wanda yang ternyata terjatuh beneran.
"Astaga nak, kakak gapapa apanya yang sakit ya ampun" kata ibu winda tiba-tiba kaget terus mengecek keadaan wanda sudah tergeletak jatuh ke tanah.
Dewa yang panik melihat kak wanda beneran jatuh segera menolong wanda yang rupanya sudah menjerit kesakitan.
"Kakak, astaga kakak kenapa?" seruan dewa melihat wanda tergeletak jatuh di tengah jalan sambil memegang kakinya dengan lutut yang berdarah.
Dewa, ibu winda mulai panik melihat wanda yang terjatuh dihadapannya sementara ayah wahid belum menyadiri wanda yang terluka.
"Ayah cepat kesini, ini kakak terjatuh beneran" kata ibu winda kecoplosan menyuruh ayah wahid segera datang untuk memberi bantuan.
__ADS_1
Ayah wahid yang posisinya berada dibelakang mendengar teriakan ibu winda memanggilnya agar segera datang untuk membantu wanda.
"Apa? kakak terjatuh? kok bisa? terus apanya yang terluka?" jawab ayah wahid panik segera datang melihat keadaan wanda yang ternyata telah tergelak ditanah.
Ibu winda dan ayah wahid semua berkumpul melihat wanda mulai menangis dan meringis kesakitan melihat lututnya berdarah.
"Sebenarnya ini semua karena ulah dewa, dewa yang menyuruh kakak untuk pura-pura jatuh boongan tapi eh malah terjatuh beneran" dengan merasa bersalah dewa akhirnya telah mengakui semuanya dihadapan ayah wahid.
Terkaget mendengar semua penjelasan dewa akhirnya ayah wahid membentak balik dewa hingga semuanya terdiam.
"Apa? ini semua karena ulah kamu? kamu ini bener-bener nakal dewa, sudah tahu kakakmu tak bisa melihat malah menyuruhnya berbuat seperti itu" teriak ayah wahid yang mulai tak bisa mengontrol dirinya memarahi dewa.
"Maafkan dewa, iya dewa salah" dewa yang terlihat lesuh mendengar ucapan ayah wahid tidak dapat membatah lagi karena memang ini semua ulah rencana dewa.
"Kalau begini jadinya kan kasihan kakak ga bisa berjalan lagi karena lulutnya berdarah" dengan nada mulai rendah ayah wahid lanjut berbicara melihat wanda yang menangis.
Wanda yang tak terima dewa dimarahin ayah wahid berusaha menetralkan keadaan dengan berusaha berdiri.
"Ayah ini wanda masih bisa bendiri kok jadi ga usah memarahi dewa lagi, lagian ini semua juga termasuk kemauan wanda juga kok, iya kan ibu?" kata wanda tersenyum menjelaskan semua ke ayah wahid dengan tegar berdiri.
Ibu winda mendengar penjelasan wanda juga membenarkan semua perkataan wanda agar semua masalah terselesaikan segera.
__ADS_1
"Iya semua perkataan wanda itu benar semua ini adalah rencana kami bukan hanya dewa ini balasan karena ayah tadi ngerjain kami" kata ibu winda tersenyum menjelaskan semuanya ke ayah wahid agar mengerti situasi.
Dari mendengarkan penjelasan semua pihak, akhirnya ayah wahid mengerti dan meminta maaf akan kesalahan yang telah diperbuat.
"Oh rupanya begitu, ayah meminta maaf dan tak akan mengulang kesalahan ini lagi" jawab ayah wahid lesuh mengerti perasaan wanda, ibu winda juga wahid karena memang semua ini dimulai karena ulah ayah wahid.
"Wanda mengerti sekarang lagian semua ini bukanlah kesalahan fatal jadi diantara kita tak ada yang bersalah kok, maka jangan khawatir lagi dan juga wanda baik-baik aja"
Ayah wahid merasa bersalah akhirnya segera munyuruh wanda naik keatas punggungnya untuk segera pulang ke rumah.
"Kalo begitu, sini nak cepat naik ke punggung ayah agar kita segera naik sampai kerumah jangan memaksa diri untuk berjalan dulu" kata ayah wahid memegang tangan wanda sambil membungkukan pinggang.
Mendengar itu wanda akhirnya segera naik ke punggung ayah wahid dan pulang bersama.
"Baik wanda naik sekarang" wanda tersenyum segera naik ke punggung ayah wahid dibantu ibu winda dan dewa agar merasa nyaman.
Semua menjadi lebih terbuka dengan saling menjelaskan permasalahan yang telah terjadi diantara mereka hingga pulang ke rumah.
Next..
*****
__ADS_1
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)