
Setelah menempuh perjalanan sepulang dari kebun hingga berada didepan rumah tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan riang datang menghampiri wanda dan keluarganya.
Ternyata dialah Mutiara Ramdhani sahabat wanda sedari kecil yang juga termasuk teman Sd, Smp juga Sma wanda yang memang dari dulu hanya bisa bergaul dengan mutiara.
"Wanda, wanda ada kabar gembira ini" seruan mutiara berteriak dengan nada cemprengnya terus memanggil nama wanda.
Sementara wanda yang ada dipunggung ayah wahid segera diturunkan setelah tiba dirumah dan mulai tak sabaran mendengarkan semua informasi dari mutiara.
"Iya muti, ada apa? seriang gitu" walau wanda hanya bisa mendengarkan suara namun juga wanda dapat membedakan suara yang benar gembira, bohong, sedih karena lebih sensitif apabila mendengar suara orang.
Begitu pun dengan keluarga Wanda, ada ayah wira, ibu winda juga dewa yang mulai ikutan kepe terhadap informasi dari Mutiara.
"Kak mutiara? ada informasi apa sih? jangan membuat kami sekeluarga makin penasaran deh" tak dapat menahannya dewa langsung mencampuri urusan wanda dan mutiara.
Mutiara yang tak tahan lagi memberitahukan informasi ke wanda akhirnya tertawa dengan sekeras-kerasnya akibat masih tak percaya dengan memberikan handpone ke ibu winda.
"Begini wanda tante om dan dewa saya cuma mau memberitahu kalo wanda berhasil lulus masuk jurusan kedokteran spesial mata" seru mutiara teriak memberitahu keluarga wanda.
Dengan penuh keyakinan tak menyangka bisa segera mendengarkan berita haru ini akhirnya ayah wahid langsung sujud syukur begitupun ibu winda tiba-tiba menangis terharu melihat handpone mutiara yang menyatakan bahwa Wanda Larasati lulus dijurusan kedokteran.
__ADS_1
"Masya Allah, alhamdulilah, kelak anakku bisa menjadi dokter mata beneran semua ini tidak akan kami sia-siakan" tanpa keraguan ayah wahid langsung bersujud setelah mendengar perkataan mutiara.
"Ibu memang yakin kalo wanda pasti dapat mewujudkan cita-citanya yang sedari kecil hingga sebesar ini terus berusaha belajar keras agar dapat menjadi dokter mata" walau begitu ibu wanda tetap menangis masih tak menyangkan akan penyampaian informasi ini.
Disudut pintu rumah terlihat dewa yang biasa melakukan hal aneh akhirnya terdiam tanpa kata-kata lagi setelah mendengarkan kabar gembira ini secara langsung dari mutiara.
"Wah kakak selamat yah? itu kan dewa sudah bilang dari doa dewa tadi ternyata dikabulkan cepat ini" dewa yang belum percaya akan hal ini masih setegah sangah berbicara.
Wanda yang mendengar semua perbincangan ibu winda, ayah wahid dan dewa hanya dapat terdiam tak dapat berucap apa-apa lagi.
"Selamat yah wanda, akhirnya berhasil untuk meraih impianmu kini kita pun akan berusaha bersama-sama untuk muwujudkan impian ini lagi" senyuman lebar mutiara memberikan ucapan selamat wanda dengan memeluknya.
Wanda yang mulai tersadar akan informasi ini segera duduk dengan memasang senyuman riang diwajah cantik mungilnya.
Ibu winda yang baru sadar akan lutut wanda terluka segera masuk ke dalam rumah ambil obat untuk mengobati luka wanda.
"Alhamdulillah mutiara juga lulus kok, cuma bedanya kita beda jurusan aku hanya lulus di psikologi kamunya lulus dikedokteran" jawab mutiara menjelaskan semua ke wanda tanpa terbatah sedikitpun.
Mendengar kabar itu wanda berubah menjadi wajah sedih karena akan terpisahkan mutiara nantinya jika berada dikampus.
__ADS_1
"Berarti kita berdua akan berpisah dong, kamu tau kan kalo wanda ga bisa berpisah mutiara apalagi dikampus yang begitu luas nantinya" hanya bisa menundukkan wajah wanda lalu mengembuskan napas panjang masih belum terima.
Mutiara mengetahui ekspresi wanda yang berubah berusaha menenangkan, meyakinkan wanda yang tak mulai bersedih.
"Wanda, itu bukan masalah besar kok mutiara janji akan terus mengantar membawa wanda pergi kemana pun kemana wanda butuhkan lagiankan kita akan satu kosan kan dikota" mutiara tersenyum memegang tangan wanda dengan meyakinkan semuanya.
Wanda akhirnya tersenyum mendengarkan perkataan mutiara barusan akan janji-janji yang telah diucapkan untuk wanda.
"Iya kak, dewa juga yakin kalo kakak pasti bisa kok kan kakak aku memang cerdas" dewa lalu ikutan berusaha meyakinkan wanda yang nampak masih terlihat murung.
Didepan pintu ibu tiba-tiba muncul membawa obat segera mengobati luka wanda ditambah segera menenangkan wanda akan pikirannya.
"Ibu tahu dan mengerti kekhwatiran kakak, namun ibu dan ayah juga berjanji akan sering datang membesuk wanda dikampus nanti" pelan-pelan ibu winda mencoba berbicara sambil membersihkan luka wanda.
Wanda yang mulai mengerti dan tenang akan semua jawaban yang diberitahukan mutiara dan keluarganya akhirnya segera tersenyum.
Next...
*****
__ADS_1
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)