
Ruang Tamu
Adanya gabungan mutiara disini menambah kekocakan keluarga wanda yang terusan saja membahas segala sesuatu membuatnya bisa membawanya tertawa terbahak-bahak.
Disisi ruang tamu sebelah kiri terlihat adanya ibu winda berdiri memperhatikan wanda yang terus tertawa bersama keluarganya disana.
Ibu winda yang terus memikirkan wanda akan pergi kekota sebentar lagi membuatnya terus merasa semakin sedih jika mengingatnya.
"Kok ibu merasa sedih seperti ini harusnya itu ibu bahagia melihat wanda akan pergi meraih impiannya kekota" semakin terus memikirkan hal itu membuat ibu wanda semakin sedih.
Tiba-tiba dewa berdiri melihat ibu winda telah berdiri disisi ruang tamu dengan memasang wajah sedih diwajahnya menatap wanda.
"Pasti ibu sangat sedih karena besok lusa kak wanda sudah kekota mengurus keperluannya untuk kuliah disana, kasihan ibu" dengan kata dewa spontan berbicara tak sadarkan telah bicara dihadapan wanda.
Wanda yang mendegar akan hal itu tiba-tiba terdiam segera memamggil ibu winda untuk datang berada disampingnya.
"Ibu? ibu disini kan? wanda tau ibu ada disini, kemari dulu bu wanda ingin bicara ke ibu" lalu dengan rasa ibah mendengarnya mata wanda mulai menteskan air mata dipipihnya.
Ibu winda yang menyadari dirinya dipanggil sama wanda bergegas segera pergi ketemu wanda semakin mulai menangis.
"Iya kak, loh kakak kok menangis ada apa? ibu ada disini kok" memegang tangan wanda lalu ibu winda menyadari kalo wanda pasti tau ibu lagi bersedih memikirkan dirinya akan pergi.
Mutiara, dewa dan ayah wahid begitu terharu melihat kedekatan keduanya yang bagaikan tak dapat dipisahkan lagi, karena sejak wanda masih hingga sekarang kecil memang belum berpisahan dengan ibu winda.
__ADS_1
Namun mendengar kabar hari ini akhrinya tak menduga akan berpisah secepat ini juga tidak pernah membayangkan kalo wanda dan ibu winda akan berpisah cukup lama.
"Ibu, wanda gapapa kok kan ada mutiara juga yang akan menjaga wanda disana jadi gapapa kok, iya sekalian bisa hidup mandiri juga" lalu sembari menenangkan ibu winda, wanda pun kini mulai terseyum dan memegang tangan ibu winda yang ada dihadapannya.
Mendengar perkataan wanda barusan ibu pun mulai ikutan tersenyum membalas pegangan tangan wanda ke ibu dengan ucapan syukur.
"Baiklah, alhamdulillah anak ibu sudah benar tumbuh meranjak dewasa buktinya ini sudah ingin belajar hidup mandiri di perkotaan" lalu dengan canda tawaannya ibu winda memulai itu dengan mencubit pipih wanda.
Wanda yang tadinya menangis mulai merasa baikan mendengar ibu winda tertawa seperti plong tanpa adanya beban pikiran lagi.
"Hahha ibu ini dasar" mendengar candaan ibu winda, akhirnya wanda ikutan tertawa jadinya dan tertawa bersama keluarganya.
Mutiara, ayah wahid juga mendengar candaan ibu winda akhirnya ikutan tertawa bersamaan hingga malam tiba dan mutiara masih disini.
Di Dapur
Sedangkan wanda duduk dikursi meja makan tidak dapat berbuat apa-apa hanya membuat ibu winda dan mutiara tertawa akibat ulahnya.
"Mutiara kamu ini sedang apasih lama bener kalo besok-besok ada kejuaran orang terlelet sedunia wanda yakin pasti kamulah bakalan jadi juaranya" terus bercanda itulah kelakuan wanda selama ibu winda dan mutiara masak.
Candaan wanda yang terus membuat mutiara dan ibu winda semakin lucu karena ibu winda juga wanda pun tidak ingin kalah dari wanda.
"Iya non, ini si mbo lagi masak sop bayam jadi agak lelet maapin si mbo yah non?" rasa yang tak ingin kalah dari wanda, mutiara pun terus membalas ucapan wanda dengan hal serupa.
__ADS_1
Wanda dan ibu winda pun ikutan tertawa lalu mencari cara agar bisa saling membalasnya namun harus dengan hal serupa dan senada.
"Ini tahu isi gorengnya dah jadi silahkan non, silahkan dicicipi jangan lupa isinya dibuang aja non" ibu wanda tak ingin kalah dari wanda juga mutiara akhirnya saling melawak.
Mendengar lawakan itu semuanya pun ikutan tertawa dan meluruskan perkataan ibu winda yang memang sedang menggoreng tahu.
"Ibu gitu aja sok-sokan bilang tahu isi goreng, wah perfeck biasanya juga hanya bilang tahu goreng hahha" tertawa bersama-sama hanya itu yang bisa wanda lakukan agar dapat bisa membantu semuanya.
Dewa dan ayah wahid kemudian muncul pergi masuk kedalam dapur oleh candaan dari ibu winda yang membuatnya tergangkak.
"Apa-apaan ini semua tertawa tanpa adanya dewa dan ayah" munculnya dewa tiba-tiba bersama ayah wahid membuat semua kaget.
Ibu winda melihat dewa dan ayah wahid akan masuk ke dapur namun menuruhnya segera ke ruang makan aja karena semua telah siap.
"Stop, berhenti ayo kita makan" seru mutiara menghentikan langkah dewa dan ayah wahid dan segera pergi untuk memegang tangan winda keluar ruangan dapur sekarang menuju diruang makan.
Di Ruang Makan
Semua pun selesai dimasak segera kumpul pergi ke ruang makan dan menikmatinya dengan kenikmatan luar bisa dihari ini.
Bersambung.
Okey, next****..
__ADS_1
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)