Kosong!!!

Kosong!!!
Pembalasan


__ADS_3

Jalan Pulang


Pepohonan rimbun, lebat berwarna hijau terus mengelilingi disetiap langkah menuju rumah, semua tertawa riang gembira berjalan tanpa mengingat kejadian yang terjadi dirumahan sawah tadi.


"Pelan-pelan kak, awas didepan ada batu" seru ibu winda memegang kedua tangan wanda terus berjalan sambil tersenyuman lebar yang terlihat di wajahnya.


Dewa yang berada dihadapan wanda terus saja mengusili wanda dengan menahan tawanya sambil mengeluarkan suara aneh dengan memakai ranting pohong sebagai alat bantuannya.


"Ih dewa, apaan sih geli tau" wanda yang telah terusik digangguin dewa mencoba menegur dengan nada yang cukup tinggi.


Dewa yang keasyikan mengganggu wanda terus membuat wanda jengkel dengan terus mengulang gangguan yang dewa timbulkan.


"Ayah itu lihat dewa ga mau berhenti terus aja mengganggu kakak" wajah wanda tadinya senyum berubah memerah bagaikan kepiting rebus mengaduh ke ayah wahid.


Dibalik pohon besar terdengar suara berisik dari semak-semak yang bergoyang pertanda ada seseorang yang berjalan diatasnya.


"Haaaah" seru ayah wahid mengagetkan dari balik pohon besar itu mencoba mengagetkan semua orang dengan suara tegasnya yang cukup tinggi.


Wanda, ibu winda dan dewa yang taj terima dikerjain sama ayah wahid berencana untuk membalasnya dengan memukul ayah wahid.

__ADS_1


"Ayah, wanda kaget tau kalo wanda jantungan terus meninggal gimana? ayah tega" dengan penuh keyakinan wanda segera jalan menuju menjauh dari ayah wahid yang ada dibalik pohon besar.


Dewa menyusun rencana memberitahu ibu winda dan wanda agar membalas perbuatan ayah wahid yang masih berada dibelakang.


"Kakak, bagaimana kalo kita membalas ayah dengan mengikuti rencanaku" kata dewa lalu tersenyum dihadapan wanda dengan tingkah penuh keyakinan untuk membalas.


Wanda dan ibu winda yang merasa tak terima akhirnya menyetujui rencana dewa ngerjain balik ayah wahid.


"Emangnya dewa punya rencana apa? beneran akan berhasil kan?" jawab wanda meragukan rencana dewa akan berhasil.


Dengan penuh keyakinan dewa berhenti jalan berusaha memberitahu wanda juga ibu winda rencana yang dimaksud dewa.


Tanpa berpikir panjang wanda dan ibu winda segera menyetujui rencana dewa kali ini tanpa ada keraguan sama sekali.


"Oke wanda juga ibu juga setuju akan rencana ini tumbenan banget otak lu selancar ini" kata wanda menertawai mencoba mengolok dewa.


Akhirnya dewa yang tak terima mendengar perkataan winda kembali menganggu wanda dengan menggunakan ranting pohon lagi.


"Enak aja dari dulu sampai sekarang pun otak dewa emang selancar ini tau kakak aja tuh tak sadar akan itu" seru dewa dengan nada tinggi masih belum terima juga perkataan wanda.

__ADS_1


Wanda, ibu winda tersenyum selebar lebarnya melihat dewa mulai risih dengan teguran tadi sehingga lebih sensitif lagi.


"Gimana? ayo mulai rencana sekarang keburu kita sampai dirumah ini" kata dewa sedikit marah mencoba mengingatkan akan rencana yang sudah diciptakannya.


Ibu winda, wanda yang tadinya terus tertawa akhirnya terdiam oleh teguran dewa mencoba mengingatkan akan rencana.


"Iya kak, kita mulai sekarang ibu juga makin tak sabaran ingin melihat pembalasan kita berhasil" jawab ibu winda tertawa memegang tangan wanda menyusuri jalan pulang.


Dengan persiapan yang lumayan matang akhirnya wanda, dewa dan ibu winda bersiap melaksanakan rencana sesuai rencana dewa.


Apa yang akan terjadi?


Okey, next...


*****


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.


(Pokoknya sukses terus buat kita semua)

__ADS_1


__ADS_2