
Ruang Tamu
Jam terus berbunyi perdetiknya dipintu ruang tamu terlihat mutiara masih belum menyadari akan waktu semakin berlalu begitu cepatnya hinhga mencongak mengecek jam.
"Apa sudah selarut ini? wanda kamu kok ngga bilang ke mutiara kalo sudah jam 22.38 gawat jadinya mutiara takut untuk pulangnya" teriak mutiara masih tak percaya sudah selarut ini.
Wanda kaget mendengar mutiara teriak ikutan teriak bersamaan mutiara dengan spontannya mulai mengungkapkan semuanya ke mutiara.
"Sudah selarut ini? wanda ngeliat aja tak bisa melihat jam? helo kalo pun emang bisa? pasti wanda memilih tak memberitahukan mutiara akan hal itu agar mutiara menginap" spontan mutiara teriak mendengar wanda barusan lalu terus mengakui semuanya.
Mutiara yang menyadari keterbatasan wanda lalu meminta maap membuat wanda menjadi sensitife hari ini memutuskan untuk nginap.
"Oh iya mutiara jadi lupa akan wanda ga bisa melihat itu, maapkan mutiara ya wanda yang terus membuat wanda tersersinggung sejak tadi pagi" mutiara menyadari ketersinggungan wanda meminta maaf untuk itu.
Ditempat duduk yang ditempati oleh wanda hanya bisa terdiam tak bisa berkata apapun mendengar ucapan mutiara barusan.
"Eh ada apa wanda? lu ga dengerin gue sedari tadi bicara sama lu ini? muatira yang sensitife menyadari wanda tak mendengarnya teriak di tempat duduknya menyadarkan wanda.
Depan Rumah
__ADS_1
Ibu winda, ayah wahid juga dewa yang berada di depan rumah cek-up bintang segera masuk ke dalam setelah dengar teriak mutiara begitu keras hingga segera masuk melihat wanda.
"Ibu bukankah itu suara kak mutiara terdengar teriak dari dalam rumah? apa terjadi sesuatu? seru dewa menyadari akan teriakan mutiara di dalam rumah bagian ruang tamu.
Ayah wahid yang juga mendengarkan teriakan suara dari dalam ruang tamu segera berdiri di hadapan dewa dan ibu winda dihadapannya.
"Iya dewa kamu benar itu suara mutiara yang teriak dari dalam ruang tamu ayo kita semua masuk mengecek apa yang terjadi disana" di depan bergegas masuk ke dalam ayah wahid berdoa dalam hati agar tak terjadi apapun.
Ruang Tamu
Ibu winda ayah wahid juga dewa telah berada di ruang itu melihat wanda dan mutiara yang rupanya baik-baik aja bercanda sama wanda.
Sedangkan dewa di balik gorden pintu ruang tamu pura-pura tidak panik melihat wanda di ruang tamu dan mutiara rupanya baik aja.
"Syukurlah kak mutiara kak wanda rupanya di ruangan tamu ini baik-baik aja terus tadi yang teriak kencang itu siapa? jangan-jangan" kata dewa berbicara dalam hati mengucap syukur akan kejadian aneh ini.
Wanda mutiara yang kaget melihat semua ini menjadi bingung dengan adanya ayah wahid tiba-tiba memeluk wanda disusul ibu winda juga dewa berlariang ngosan masuk kemari.
"Ibu, ayah, juga dewa ada apa? apakah karena teriakan kami hingga mengagetkan kalian lagi jadi cek-up bintangnya gimana hari ini?" kata wanda mulai berpikiran menyalahkan dirinya sendiri oleh ulah dewa juga ayah wahid.
__ADS_1
Ibu winda mulai kepo akan apa terjadi diruang tamu memberitahu semuanya sama wanda di hadapan semua orang yang ada disana.
"Begini kak pas tadi ibu, ayah juga dewa ada didepan cek-up bintang lalu ayah dan dewa di buat bingung dengan terdengar suara terikan dari dalam rumah jadi tanpa berpikir panjang kami berlarian menuju kemari" menceritakan semua itu ibu winda berusaha tak khawatir.
Wanda mendengar penjelasan ibu winda lalu tertawa bersama mutiara terbahak-bahak oleh ulahnya yang memang sehisteris barusan.
"Rupanya semua ini hanya kesalahpahaman bu memang tadi wanda juga mutiara sempat teriak karena mutiara bilang jadi menginap di rumah kita jadi gitu deh" mencoba memberi penjelasan wanda juga mutiara terus tertawa.
Ibu winda, ayah wahid juga dewa mendengar itu akhirnya ikutan tertawa menertawai ulah mereka sendiri dengan penuh kebahagiaan.
Wkwkwkwk
Bersambung.
Okey, next..
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)
__ADS_1