
Rumah Wanda
Semua tampak sedih mengingat besok ialah hari dimana wanda akan pergi ke kota untuk melanjutkan cita-citanya menjadi dokter.
Pagi hari ibu winda beridiri di ujung jendelah kamar wanda mencoba membuka pintunya dan memasangkan kain gorden.
"Ibu yah? kok sepagi ini sudah datang?" sapa wanda tampak bingung mendengar jendelah terbuka dari depan kmarnya.
"Oh wanda kok tau ini ibu bukannya wanda ga bisa melihat? kalo gitu tau ibu darimana?" lalu ibu winda mengalihkan pembicaraan wanda.
"Ibu mengalihkan pembicaraan wanda iyakan, bilang aja ibu mau lihat wanda?" wanda tidak selesai bicara dihentingkan oleh ibu winda.
"Jangan bicarakan ini lagi? ibu kan jadi nangis kalo terus mengingat besok wanda akan pergi meninggalkan ibu" tak dapat menanggungnya lagi air mata ibu jatuh tak diketahui wanda.
Ibu winda berusaha mengendalikan emosinya tetap diketahui wanda kalo ibu winda sedang menangis dihadapannya.
"Biarkan wanda pergi ibu, wanda janji ga akan menyia-nyiakan kesempatan ini walaupun itu sangat sulit juga bagi wanda" wanda semakin kuat agar tak membuat ibu winda bersedih.
__ADS_1
"Baiklah ibu kuat kok sayang, ibu janji ga akan menghalagi wanda karena ibu tahu kalo anak ibu ini memiliki niat yang begitu mulia" hanya mengambil napas panjang membuangnya itu yang dapat ibu winda lakukan agar tenang.
"terima kasih, ibu memang ibu terbaik wanda yang kelak akan wanda bahagiakan" senyum wanda menghiasi wajah penuh keimutan.
"ibu bangga sama kakak juga tetap semangat kakak walaupun kakak memiliki keterbatasan ini tapi ibu akan terus berdoa semoga kakak disana bertemu dengan orang-orang baik" ibu winda tersenyum lebar selebar lebarnya.
Wanda ibu winda akhirnya melepas semua itu dengan senyuman begitu lebar dibadapannya agar wanda tetap menjadi lebih kuat.
"Selamat pagi? mutiara melewatkannya ini?" perlahan muara terbangun melihat ibu winda berpelukan sama wanda dihadapannya.
"Pagi mutiara, kamu baru bangun jam segini? astaga ini sudah jam berapa ibu?" memarahi mutiara juga adalah kebiasaan buruk wanda.
"Wah masih sepagi itu rupanya kirain wanda sudah jam 10 ternyata masih jam 7 kalo gitu wanda mau lanjut boleh?" mendengarkan itu wanda dan semua hanya tersenyum.
Wanda dan mutiara memutuskan melanjutkan tidurnya yang terganggui oleh ibu winda disini dengan meninggalkan mereka tertidur.
Jam telah menunjukkan pukul 10 pagi segera wanda juga mutiara bangun pergi ruang tamu melihat semuanya sudah berkumpul disana.
__ADS_1
"Mutiara isin pulang dulu ya om tante?" berdiri mempapah wanda duduk memutuskan untuk pulang sekarang juga ke rumah mutiara.
"Baiklah nak titip salam aja sama ayah ibumu disana maap ga bisa mengantar mutiara" ibu winda tersenyum memegang tangan mutiara.
"Gapapa kok ibu, mutiara anaknya slow-an aja jadi ga usah dipikirkan lagi ibu winda fokus ke menyiapkan barang-barang wanda aja" selalu tersenyum pulang meninggalkan semuanya.
"Ga nyangka mutiara ternyata anaknya baik juga paling pengertian andai saja wanda bisa menemukan teman semacam mutiara disana" ibu winda hanya bisa mengangguk berbicara dalam hati melihat mutiara pergi menjauh.
"Dahhh mutiara sampe ketemu besok disini" ucap wanda melambaikan tangannya ke arah mutiara yang sudah pergi.
Semua bersiap-siap menyiapkan segalanya kepeluan wanda yang akan berangkat ke kota besok pukul 7 pagi bersama mutiara.
Barang telah disiapkan semuanya tanpa ada yang tertinggalkan siang akhirnya telah jadi malam seperti perputaran waktu yang cepat.
Hingga hari yang ditunggu telah tiba semua bersiap mengantar wanda pergi naik mobil ke kota bersama mutiara yang telah tiba disini.
Bersambung..
__ADS_1
(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, commet dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-updet cerita ini setiap harinya". Terima Kasih.
(Pokoknya sukses terus buat kita semua)