Kosong!!!

Kosong!!!
Asrama Kampus


__ADS_3

Perjalanan


Wanda mutiara lalu berduaan bersama supir pribadi mutiara pergi menuju kota segera ke asrama tempat tinggal wanda nantinya.


Di jalan perjalanan wanda juga mutiara tidak begitu bersemangat masih cemberut karena masih memikirkan keluarga ditinggalkannya.


Ssstttttttss


Pak supir bernama pak jiman melihat semua terdiam menghentikan semua keheningan ini karena pak jiman mengetahui wanda mutiara anak yang sangat ceriah.


"Nak mutiara sama nak wanda kenapa sedih sih? harusnya kan bahagia nak?" segerakan menghentikan kesunyian wanda dan mutiara sedari tadi terdiam tanpa kesunyian apapun.


Dari sudut mobil bagian belakang wanda dan mutiara kaget mendengar ucapan pak jiman yang berusaha mengalirkan pembicaraan.


"Ga kok, wanda dan mutiara baik-baik aja ga sedih juga pak" wanda mendengarkan kata pak jiman mengajaknya berbicara barusan.


Mutiara tersenyum melihat wanda juga pak jiman memulai pembicaraan dengan senyum.


"Pak kita ini ga sedih cuma ga mood aja kok sekarang, bentar lagi sudahan" senyuman kini terpancar terlihat di wajah cantik mutiara.


Pak jiman melihat keduanya tersenyum mulai mengerti sekaligus bahagia ikutan tersenyum berbalik melihat kaca mobil ke belakang.


"Alhamdulilah, anak ini mulai kembali ceriah" ucap pak jiman tersenyum dalam hatinya dan terus memperhatikan wanda begitu ceriah.

__ADS_1


Asrama Kampus


Perjalan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan pak jiman parkir depan asrama puteri wanda juga mutiara segera turun melihat ke berbeda arah melihat tempat tinggalnya ini.


"Non kita sekarang sudah sampai di asrama ini non" pak diman menghentikan mobil dan berbalik ke belakang melihat wanda mutiara.


Mutiara melihat semua itu segera turun dari mobilnya melihat pemandangan asrama itu begitu takjub melihat semuanya.


"Wah keren, tempat asrama ini sangat indah pasti mutiara dan wanda akan betah tinggal disini nantinya" mutiara memutarkan dirinya terus berjalan melihat di sekitar asrama.


Mutiara sudah keasyikan sampai melupakan wanda masih belum keluar ada dalam mobil karena memang tak bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain memapahnya.


Pak jiman melihat wanda masih belum keluar segera kembali masuk mobil bantuin wanda agar dapat ikut keluar.


Wanda mendengar ucapan pak jiman segera melakukan perintah pak jiman karena emang pak jiman sedari dulu terus membantu wanda ketika dalam kesulitan seperti ini.


"Ohiya masih pak maaf wanda memang terus merepotkan orang lain soalnya kondisi wanda ga bisa berbuat sendiri" wanda ikutan pegang tangan pak jiman yang dianggapnya keluarga sendiri dari dulu sampai sekarang ini.


"Gapapa, pak jiman ini ikut mengerti kondisi wanda juga kok jadi ga usah sungkan lagian non" hanya senyum terukir indah diwajah pak jiman supir mutiara berusiah 50 tahun keatas.


Keluarnya wanda dari mobil mulai merasakan begitu menikmati udara di depan asrama juga sangat mensejukkan jiwa setiap orang lewat.


"Pak pasti tempat ini indah soalnya wanda bisa ngerasain begitu sejuknya asrama disini" kebahagian wanda tampak jelas terlancarkan diwajah manis imutnya wanda tersenyum.

__ADS_1


"Iya non memang benar tempat ini sangatlah bagus cocok non mutiara non wanda bisa di tempat sebagus ini" pak jiman hanya senyum membawa wanda pergi di depan asrama.


Mutiara tersadar wanda belum di bawahnya segera pergi mendekati wanda dan pak jiman terlihat sudah ada di depan asrama.


"Maapkan mutiara wanda abisnya mutiara ini kalo sudah melihat tempat sebagus ini pasti akan lupa segalanya" berlari menuju tempat wanda pak jiman mambuat mutiara lelah.


"Santai aja mutiara disini ada pak jiman kok jadi gapapa wanda bisa" ucap wanda melihat ke tempat suara mutiara berasal di depannya.


Pak jiman kembali bekerja memberi tangan wanda ke mutiara segera pergi mengambil semua barang membawanya di asrama.


"Non maap sepertinya sudah kesiangan jadi pak jiman harus segera kembali ini setelah membawa semua barang non di asrama ini" pak jiman melihat jam tangannya segera ke dalam mobil mengambil semua barangnya.


"Oh gitu baiklah pak jiman ayo kita masuk aja" serentak wanda mutiara menjawab pak jiman dengan penuh rasa pengertian di wajahnya.


Wanda mutiara pak jiman masuk asrama dan mulai takjub melihat disekelilingnya yang tak disangkanya begitu indah dan tersusun rapih.


Bersambung.


Okey, next..


(For teman-teman) : "Jangan lupa baca, like, komentar dan vote sebanyak-banyaknya agar aku makin semangat meng-update cerita setiap hari". Terima Kasih.


(Pokonya sukses terus buat kita semua)

__ADS_1


__ADS_2