Ku Kejar Cinta Adam

Ku Kejar Cinta Adam
10. Toko buku


__ADS_3

Hana terdiam di jalan, melihat Adam di sana yang sedang mengangkat barangnya ke dalam rumah. Ingin menyapa, namun rasanya tak pantas jika Hana menyapa lebih dulu. Hana pun berlalu begitu saja, karena Adam pun tak menyapanya ketika mereka saling bertatapan.


Hana lanjut berjalan ke grosir yang sudah hampir sampai. Sesampainya di sana ia membeli beras sesuai pesanan kakak iparnya. Namun sepanjang aktivitas nya, ia teringat tatapan Adam tadi. rasanya Hana merasa sedikit kecewa karena Adam tak menyapa sama sekali.


Sepulang dari grosir sembako, Hana melewati jalan depan rumah Adam. Hana menoleh ke arah rumah itu seolah ingin melihat kedatangan Adam, namun ia malu.


Ternyata Adam ada di dalam rumah, ia melihat Hana dari kaca rumahnya. Namun Hana tak menyadari itu.


"Adam...liatin apa nak?" sapa umi mengejutkan Adam yang saat ini melekat di kaca.


"Eh umi..nggak ..tadi cuma mau lihat apa ada barang yang belum di angkat,"


"Kayaknya udah semua deh,"


"Iya mi, setelah aku perhatikan, semuanya memang udah di angkat," balas Adam


"Baguslah..ayo makan, umi udah masakin makanan kesukaan kamu," ajak umi pada putranya. Adam pun dengan semangat bergegas menyantap masakan uminya.


...**...


Sore itu, Hana tampak melamun di teras rumah. Ia masih mengingat saat matanya berpapasan dengan tatapan Adam tadi. Dan di sisi lain ia juga kepikiran untuk kursus menjahit dimana.


"Dor.." anya tiba-tiba datang mengejutkan Hana. Ia memang sengaja ingin menghentikan lamunan sahabatnya itu.


"Astaghfirullah..ih Anya ..kamu tuh ngagetin aja tau,"


"Hehe sengaja biar kamu nggak ngelamun lagi, lagi mikirin apa sih Han?"


"Nggak..aku cuma bingung harus kursus menjahit dimana, aku tuh pengen kursus menjahit aja Anya,"


"Nggak jadi kuliah?" tanya Anya yang terkejut dengan ucapan Hana. Karena ia tau persis bahwa hana sangat berprestasi di sekolah. Sangat disayangkan jika Hana tak melanjutkan ke perguruan tinggi.


"Kuliah bisa nanti nanti aja Nya, kalau aku udah jago menjahit, aku akan buka usaha, terus bisa dapat biaya kuliah deh, Anya ..aku tuh pengen banget kayak ibu aku dulu, dulu ibu selalu menjahitkan aku baju baju yang bagus, sampai sampai teman-teman di sekolah mengira kalau yang aku pake itu baju mahal," jelas Hana sembari mengingat masa kecil bersama ibunya.


"Ya udah deh, aku akan tetap dukung apa pun keputusan kamu, kamu pasti lebih tau mana yang terbaik,"


"Makasih ya nya, kamu selalu support aku,"


"Iya sama-sama, oh ya besok temani aku ke toko buku ya, aku mau beli buku buat adik aku, dia dapat rangking 3 di kelas, jadi aku pengen kasih dia hadiah," pinta Anya pada Hana.


"Insyaallah, aku juga pengen liat liat buku yang bagus buat di baca,"

__ADS_1


...**...


Keesokan harinya,


"Bang, Hana izin ke toko buku sama Anya ya," ucap Hana pada abangnya yang kebetulan libur kerja hari ini.


"Naik apa?" tanya Utsman.


"Naik motor Anya bang, kami nggak lama kok,"


"Oh ya udah, tapi hati-hati ya,"


"Iya makasih ya bang, kalau gitu Hana pamit, assalamualaikum," ucap Hana sembari mencium tangan abangnya.


"Waalaikumussalam.." jawab Utsman


Sulis yang melihat itu merasa kesal karena Hana pergi keluar hingga Sulis harus mengerjakan pekerjaannya sendiri.


"Kak..Hana pamit assalamualaikum.." ucap Hana saat ia melihat kakak iparnya itu. Ia juga menyempatkan untuk mencium tangan Kakak iparnya.


"HM.. waalaikumussalam..jangan lama-lama," bisik Sulis ke telinga Hana.


"Iya kak.." jawab Hana sembari tersenyum melihat kakak iparnya itu. Pasti kak Sulis khawatir jika Zakia tidak ada yang jagain.


"Ayo Han.." panggil Anya tanpa turun dari motornya.


"Iya .." sahut Hana dan kemudian buru-buru naik ke motor.


...**...


Sesampainya di toko buku, Anya sibuk mencari buku buku yang kira-kira akan di sukai adiknya. Begitupun Hana mencari buku yang menarik untuk di baca.


Hana menemukan sebuah buku berjudul wisata hati, ia amat serius melihat lihat ke arah buku itu, hingga Hana tak sengaja menabrak seorang laki-laki.


Hana tak menatap langsung ke wajah laki-laki itu. Namun kini buku yang ia pegang telah jatuh.


"Maaf..maaf.." ucap Hana sembari menatap bukunya yang terjatuh di lantai.


"Tidak pa pa.." ucap si laki-laki sambil mengambil buku Hana yang terjatuh tadi. Namun Hana belum juga melihat wajah laki-laki itu. Ternyata itu adalah Adam. Dan Adam pun belum menyadari bahwa yang ia tabrak adalah Hana.


Adam memberikan buku itu pada perempuan di hadapannya, setelah menatap wajahnya, barulah ia sadar bahwa itu adalah Hana.

__ADS_1


"Jazakallah Khairan," ucap Hana saat ia mengambil buku itu. Namun ia belum juga menatap wajah laki-laki di hadapannya.


"Wa iyyaki," balas Adam seraya menatap Hana di hadapannya.


Hanya sampai di situ, Hana pun melangkah pergi tanpa ia sadari bahwa laki-laki itu adalah Adam.


"Hana.." panggil Adam menghentikan langkah Hana. Hana terkejut mendengar itu. ia bingung kenapa laki-laki itu mengenalnya. Ia menoleh ke belakang, perlahan menatap wajah si laki-laki. Barulah ia menyadari bahwa itu adalah Adam.


"Adam..maaf maaf..tadi aku nggak tau kalau itu kamu," ucap Hana sembari menundukkan kepalanya.


"Nggak pa pa Han, gimana kabar kamu Hana," sapa Adam


"Alhamdulillah baik, kamu gimana?"


"Alhamdulillah kabar aku juga baik, oh ya, kamu ke sini sendiri?"


"Tidak, tadi aku sama Anya, tapi dia kayaknya lagi sibuk cari buku untuk adiknya,"


"Oh gitu..oh ya mumpung kita ketemu, aku mau minta maaf kalau ada salah ya, sebentar lagi kan ramadhan, jadi akan lebih baik kalau kita saling bermaafan,"


Hana tersenyum mendengar ucapan Adam itu, "Salah apaan sih Adam, kita aja nggak pernah ketemu selama setahun,"


"Salah karena aku sempat memikirkan mu," batin Adam yang terdiam di hadapan Hana.


"Cie..cie..janjian ya.." ucap Anya menemui Adam dan Hana di sana.


"Ih apa sih Anya, nggak..tadi aku nggak sengaja ketemu Adam di sini," balas Hana


"Iya Anya, tadi cuma kebetulan aja kok," kata Adam


"HM..iya deh iya..."


"Ya udah aku duluan ya Anya..Hana.. assalamualaikum," ucap Adam yang kini melangkah pulang lebih dulu.


Tinggallah Hana bersama Anya di sana.


"Cie ..yang baru melepas rindu .."


"Anya..mulai deh..apaan sih,"


"Udah deh han, kamu jangan bohong lagi, kamu suka sama adam kan,"

__ADS_1


"Apaan sih, makin nggak jelas, ayok buruan pilih bukunya biar kita pulang," elak Hana yang memang selalu mengalihkan pembicaraan saat pertanyaan itu muncul.


__ADS_2