
Sholat idul Fitri dilaksanakan di mesjid satu satunya yang ada di kampung Mangga madu. Tampak mesjid sangat ramai hingga penuh sampai ke halamannya.
Hana berada di barisan tengah para jemaah. Ia tampak khusuk mengikuti sholat yang hanya dilaksanakan sekali setahun itu.
Usai sholat yang dilanjutkan dengan Khotbah, semua jemaah tampak bersalam salaman. hingga di luar mesjid pun masih ramai bersalam salaman. Begitu pun dengan Hana yang sesekali menyalami orang orang yang ia kenal. Namun seketika ia diam berdiri di tengah keramaian itu. Karena tepat saat ini ia melihat Adam di sana tepatnya di kerumunan jemaah laki-laki. Namun yang Hana lihat dengan jelas hanyalah Adam.
Matanya terpana melihat Adam yang tampak berkharisma memakai peci putih dengan baju Koko putih.
Entah mengapa aku tak bisa mengalihkan pandangan ini Adam, kamu satu-satunya yang kulihat jelas di pandanganku, mungkin kamu tidak melihat ku di sini, tapi aku tak henti menatap mu saat ini
Hana tak sadar bahwa hanya sebagian kecil jemaah wanita yang masih di sana karena semuanya sudah pada pulang. Lain halnya dengan Hana yang masih berdiri di sana. Untungnya Anya tiba-tiba datang menepuk pundak Hana.
"Hana..liatin apa sih? kamu mau Sampai kapan di sini?" tegur Anya mengagetkan Hana.
"Astaghfirullah..ih Anya ngagetin aja deh,"
Karena penasaran Anya menatap ke arah tatapan Hana tadi. Tak butuh waktu lama, Anya langsung menemukan orang yang selalu Hana pandangi sedari tadi.
"O.. pantes dari tadi lihatnya ke sana Mulu, ternyata lihatin Adam ya," kata Anya sembari tersenyum lucu melihat ekspresi Hana.
Hana langsung menutup mulut Anya yang tidak ada rem itu. "Anya..apaan sih, nanti orang orang pada dengar, kalau orang orang soudzon gimana dong? Kan itu nggak benar, kamu salah, aku tadi cuma .. cuma.."
"Cuma apa..tuh kan nggak bisa bohong lagi," lanjut Anya memotong pembicaraan Hana.
"Apaan sih, ayo buruan pulang, sebelum kamu tersambar petir karena omongan kamu yang dari tadi ngawur," Hana lalu menarik tangan Anya untuk pulang.
Sementara itu, ternyata Adam pun melihat Hana di sana. Adam menatap langkah Hana yang kini semakin jauh. Pasti rasanya sedikit menyesal karena tadi tidak menemui Hana untuk mengucapkan selamat hari raya.
Selamat hari raya idul Fitri Hana, maafkan kesalahan ku jika ada, termasuk kesalahan ku karena terkadang dengan lancang memandang wajah indah mu,
...***...
Sepulang dari mesjid, Hana hanya berkumpul bersama Abang dan kakak iparnya di rumah. Memang saat sudah dewasa, lebaran hanya terasa saat sholat idul Fitri saja. Sehabis itu pasti rasanya kembali sunyi lagi bagi Hana.
__ADS_1
Kini ia hanya berdiam diri di kamarnya. Ia masih terbayang dengan momen tadi, dimana ia bisa memandang adam meski dari jauh.
Astaghfirullah..sadar Hana..sadar..
Hana kembali menjernihkan pikirannya agar tidak memikirkan Adam lagi.
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar di sertakan dengan ucapan salam. "Assalamualaikum.."
"Waalaikumussalam..iya sebentar," sahut Hana dari kamar dan buru-buru keluar untuk membukakan pintu.
Hana membuka pintu rumah, ia begitu terkejut melihat Adam ada di hadapannya. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa Adam akan tiba tiba datang saat ini.
"Hana..ini ada ketupat dari umi karena kamu sudah banyak membantu umi kemarin," ucap Adam sembari memberikan seikat ketupat berjumlah sekitar enam buah ketupat.
Hana pun menerima itu meski dengan malu-malu. "Wah.. sampaikan terimakasih ku pada ibu ya, maaf udah ngerepotin,"
"Iya nanti aku sampaikan Hana..kalau begitu aku permisi ya," ucap Adam yang masih menundukkan pandangannya.
"Iya dam.."
"Ada apa Adam?" tanya Hana.
"Selamat hari raya idul Fitri Hana, mohon maaf lahir dan batin, kalau ada salahku di masa lalu tolong dimaafkan ya," ucap Adam, akhirnya ia berani mengucap kata kata yang ingin ia ucapkan dari tadi.
Hana ingin tersenyum namun ia mencoba menahannya. "Iya Adam..aku juga minta maaf kalau ada salah,"
Tiba-tiba Anya datang merusak suasana. Ia memang tak tau keadaan untuk berbicara sembarangan. "Ehem...kalau bisa bukan cuma mohon maaf lahir dan batin Adam, tapi nafkah lahir dan batin, makanya cepat cepat lulus biar bisa menghalalkan Hana," ucap Anya hingga membuat suasana menjadi Canggung.
"Ih Anya apaan sih," Hana menutup mulut Anya yang bicara sembarangan. Hana benar-benar malu di hadapan Adam karena ucapan Anya tadi.
"Maaf ya dam, Anya emang suka gitu, jangan dimasukin ke hati," ucap Hana pada Adam.
"Nggak pa pa Han, aku pamit ya, Anya aku pamit ya, assalamualaikum,," ucap Adam dan kali ini ia benar-benar pergi.
__ADS_1
"Ih..Anya..kamu tuh bikin malu aku tau nggak, adam juga pasti risih dengan kata-kata kamu tadi," gerutu Hana menyalahkan Anya.
"Nggak usah malu gitu, Adam juga pasti suka sama kamu, tenang aja,"
"Astaghfirullah..Anya..kamu tuh benar-benar ya..." Hana tak tau harus berkata apa lagi untuk mengungkapkan rasa malunya di hadapan Adam tadi.
"Dengar ya, kalian itu jodoh. Seperti halnya hawa yang diciptakan untuk menjadi pasangan Nabi Adam, begitu pun Hana yang di ciptakan menjadi pasangan Adam, tapi adam yang untuk kamu manusia biasa ya, bukan Adam yang nenek moyang kita itu,"
"Ih ..jangan keras keras ngomongnya Anya..nanti ada yang dengar,"
"Iya iya..eh ada kue lebaran nggak, aku pengen makan kue kering nih," kata Anya yang tak merasa malu sama sekali.
"Ada ..ayo masuk aja," ajak hana sembari berjalan masuk diikuti dengan langkah Anya.
Kini Hana dan Anya mengobrol di kamar Hana sembari mengemil kue lebaran. Anya menghantam kue lebaran itu tanpa ada rasa malu dan sungkan.
"Enak Hana..masakan kamu ya.." kata Anya seraya basa basi saat ia makan.
"Nggak..itu di beli Anya, kan masaknya harus pake oven, di sini nggak ada oven,"
"Oh..iya iya..iya..BTW, Adam gimana? bentar lagi dia bakal pulang ke pesantren loh, kalian nggak .."
Hana langsung menutup mulut Anya yang bicara sembarangan itu. "Hus ..kamu tuh ya...udah dibilangin jangan bicara keras keras, nanti bang Usman sama kak Sulis bisa dengar kalau kamu bicara sekeras itu," tegur Hana.
"Iya iya..tapi kamu beneran suka sama Adam kan," bisik Anya ke telinga Hana.
"Nggak!"
"Bohong dosa loh,"
"Ih kamu apaan sih Anya.."
"Tuh kan takut dosa kan, berarti kamu suka dong ya.." lanjut Anya memaksa Hana Jujur.
__ADS_1
Hana hanya membisu tak berani menjawab pertanyaan Anya meski sebenarnya Anya sudah tau itu.