
Hana berjalan menuju mesjid. Dari jauh ia sudah melihat Adam di depan yang juga berjalan ke arah mesjid.
Hana hanya bisa memandang adam dari belakang. "Maasyaa Allah..andai kelak aku berjodoh dengan laki-laki Soleh seperti Adam," batin Hana menatap Adam dari jauh.
Bagi Hana tak ada yang lebih tampan dari seorang laki-laki yang memakai peci dan kain sarung dan sedang berjalan ke mesjid.
Bahkan baginya Adam jauh lebih tampan dari aktor Korea yang di ceritakan Anya pada Hana. Karena Hana menilai bukan hanya dari fisik tapi juga dari akhlak dan imannya.
Keesokan harinya...
Hana meminta izin pada abangnya Utsman untuk ke rumah Bu Saudah. Untungnya Utsman sedang libur bekerja hingga Hana akan lebih mudah untuk meminta izin ketimbang meminta izin pada Sulis.
"Bang..Hana mau ke rumah Bu Saudah, mau siapin buka puasa bersama di mesjid, Hana barengan sama Anya kok," ucap Hana yang meminta izin pada Utsman.
"Iya boleh kok, ya udah sana nanti Bu Saudah nungguin, lagian ini kan untuk kebaikan pasti Abang izinkan,"
"Makasih ya bang, aku pamit dulu assalamualaikum.." ucap Hana sembari mencium tangan abangnya.
Hana dan Anya bergegas ke rumah Bu Saudah untuk membantu persiapan buka bersama.
"Assalamualaikum.." ucap Hana sembari mengetuk pintu rumah Adam meskipun pintu terbuka.
"Waalaikumussalam.. silahkan masuk Hana.." sahut Bu Saudah yang sudah mengenal suara Hana.
Hana dan Anya pun masuk menemui Bu Saudah yang sedang memasak di dapur.
"Apa yang bisa kami kerjain Bu, biar kami bantu,"
"Kata Abah kita masak takjil kolak sama bubur jagung aja, kalian kupas jagungnya dulu ya,"
"Iya Bu.."
Jawab Hana dan Anya serentak. Keduanya mengerjakan apa yang di suruh Bu Saudah.
Saat Hana tengah sibuk sibuknya, tiba-tiba Adam datang membawakan sekantong gula merah yang ia beli di pasar karena di suruh uminya.
__ADS_1
Hana tak berani menyapa Adam. Ia hanya menunduk meski Adam ada di sana.
"Makasih ya, kalian sudah mau menolong umi,"
"Iya..sama sama," jawab Anya, namun Hana hanya membisu. Adam pun menatap Hana sesaat sebelum ia pergi.
Entah mengapa ada rasa takut di hati Hana ketika ia melihat Adam. Hana tak berani menatap Adam karena khawatir rasa kagumnya pada Adam semakin menjelma menjadi rasa cinta.
...**...
Sepulang dari rumah ibu Saudah, Hana memasuki rumah dengan sedikit khawatir jika Sulis akan marah. Namun untungnya Utsman sedang bersama Sulis hingga Sulis tak berani berkutik sedikit pun.
"Maaf ya kak, bang..aku pulang telat dari yang aku janjian tadi, soalnya masakannya agak banyak," ucap Hana yang berdiri di hadapan Abang dan kakak iparnya.
"Oh iya nggak pa pa kok dek, aku juga udah masak tadi, yok siap siap..bentar lagi kan buka," kata Sulis dengan manisnya, hingga Hana ternganga karena justru Sulis bersikap hangat.
...**...
Malam ini seperti biasanya Hana dan Anya sholat tarawih bersama di mesjid kampung Mangga madu.
Adam tak menyapa, ia menunduk dan masuk ke dalam mesjid.
Usai sholat tarawih yang dilanjutkan witir, Hana beserta jemaah lainnya pun keluar dari mesjid. Sedang sebagian lainnya masih mengaji di dalam mesjid.
Hana melihat ke sana ke mari namun ia tak melihat sendalnya. Ia sudah mencari kemana mana namun tetap saja tidak ketemu.
"Sendal mu hilang Na.." Anya menatap Hana yang mondar mandir sedari tadi.
"Iya Anya, tadi aku taruh di sini, kira kira sendalnya dimana ya, masa aku pulangnya nyeker sih,"
"Pasti itu kerjaan para bocah tadi, udah curiga aku sama mereka,"
Hana pun pasrah kalau ia akan pulang tanpa alas kaki. Ternyata Adam melihat dari kejauhan. Ia tau bahwa sendal Hana hilang. Adam datang menemui Hana dan Anya.
"Pakai saja sendal ini, nanti kaki mu sakit, banyak batu kecil di jalan, dan itu akan sakit jika terkena kaki," ucap Adam sembari membuka sendalnya dan memberikan itu pada Hana.
__ADS_1
Hana terkesima dengan sikap tulus Adam. Namun ia berusaha untuk tetap menahan pandangannya.
"Nggak usah Adam, nanti kamu pakai apa,"
"Nggak pa pa...kamu aja yang pake," ucap Adam sembari meletakkan sendalnya di dekat kaki Hana.
"Tapi.."
"Udah..sana pulang, nanti Abang mu mencari kamu kemana mana.." tutur Adam memotong perkataan Hana.
"Udah terima aja Hana..biar kita pulang," kata Anya yang menepuk pundak Hana.
"Ya udah deh, aku pake sendal kamu, makasih Adam,"
"Iya..sama sama Hana," jawab Adam namun tetap saja ia menundukkan pandangannya.
Hana dan Anya pun bergegas pergi. Keduanya masih mengobrol sembari berjalan pulang.
"Kayaknya kamu dan Adam itu cocok deh..yang satu santri, yang satunya lagi gadis Solehah.." ucap Anya yang ingin menggoda Hana.
"Apaan sih Anya, kamu jangan mengada-ada deh, Adam itu santri, ilmu agamanya tinggi nggak ada apa-apanya sama aku, laki-laki seperti Adam pasti mencari wanita yang seimbang dengannya, yang juga dari pondok pesantren dan baik hati layaknya bidadari," tutur Hana sembari meyakinkan dirinya untuk sadar diri.
"Kenapa dulu kamu nggak mondok sih.."
"Aku juga pengen mondok, tapi kan kamu tau sendiri kalau Abang aku nggak izinin karena saat itu kami nggak ada biaya, bagaimana pun ke pesantren kan butuh biaya Anya,"
"Tapi kalau pun kamu nggak mondok kan nggak ada yang tau tentang jodoh, apa ada ketentuan kalau santri harus berjodoh dengan santriwati? nggak kan, makanya kamu nggak usah merendah deh," lanjut Anya yang tetap mendukung Hana.
"Anya...Anya..kamu tuh ya, maksudnya apa bicara tentang jodoh kayak gini, kita masih muda loh, sekolah dulu! sama kurang kurangin halu nya, jangan kebanyakan nonton drama, apalagi Drakor,"
"Apaan sih Hana..kamu nyuruh aku untuk jauh dari Cha Eun Wo? nggak bisa Hana..jangan pisahkan kami," ucap Anya yang masih bicara tidak jelas.
"Astaghfirullah...Cha Eun Wo siapa sih, jangan terlalu mengidolakan orang orang yang nggak kenal sama kamu, yang harus kamu idolakan itu Rasulullah. Nabi Muhammad bahkan memikirkan kita umatnya sebelum ia meninggal, lah si Cha Eun Wo emangnya perduli sama akhirat kamu? nggak kan, dia aja bukan muslim kayaknya," ucap Hana panjang lebar seraya mengingatkan Anya.
"Iya sih, tapi..aku butuh waktu untuk putus dari mas Eun Wo, tolong kasih aku waktu" lanjut Anya dengan sedikit sedih.
__ADS_1
Hana pun sedikit tertawa melihat tingkah lebai Anya yang mengidolakan aktor Korea.