
Kadipaten Janur Emas adalah sebuah kadipaten yang berada didalam wilayah Kerajaan Cengkar Waluya.Kadipaten ini termasuk besar dan bertanah subur
Yang menjadi Adipati di Kadipaten ini yaitu Raden Wisnu Wanara.Dia adalah seorang lelaki berusia empat puluh tahunan,berparas gagah dan memiliki ilmu kadigjayaan yang mumpuni.Dia mempunyai satu orang istri yang sangat cantik bernama Nyi Kembang Arum dan beberapa gundik yang juga cantik cantik
Adipati Wisnu Wanara mempunyai dua orang anak,yaitu Raden Sastra Mulya dan satu lagi anak perempuan dari seorang gundik bernama Nyi Seruni yang diberi nama Mayang Sari
Raden Sastra Mulya berparas tampan dan gagah dengan rambutnya yang panjang sebahu dan Putri Mayang Sari berparas cantik jelita dengan rambutnya yang panjang sepunggung.Keduanya sama sama senang dengan ilmu kanuragan dan telah menguasai ilmu ilmu yang termasuk tingkat tinggi
Tinggal satu hari lagi disalah satu bagian di ibu kota Kadipaten akan berlangsung pembukaan dan peresmian sebuah perguruan silat bernama Perguruan Pedang Bintang
Dikabarkan yang membuka perguruan dan yang menjadi guru besar diperguruan yang akan dibuka itu bernama Raden Tumpur Saketi.Dia adalah seorang yang pernah menjabat salah satu Raksa Langit di Kerajaan Cengkar Waluya dan dikenal akan kegagahan dan kesaktiannya.Dia mengundurkan diri dari jabatannya pada usianya yang telah mencapai lima puluh lima tahun lebih pada hampir satu tahun yang lalu
Raden Tumpur Saketi masih mempunyai hubungan perguruan dengan adipati Wisnu Wanara dan dia juga mempunyai gedung dan tanah didaerah ibu kota kadipaten
Setelah menyampaikan niatnya untuk membuka perguruan silat kepada adipati Wisnu Wanara dan adipati menyetujui,akhirnya disusunlah rencana berdirinya perguruan itu dengan terlebih dahulu selama beberapa bulan Raden Tumpur Saketi menerima dan mendidik kurang lebih seratus orang murid
Yang menjadi murid utamanya saat ini adalah dua orang anak laki lakinya.Yaitu Raden Rusmana yang berusia tiga puluh lima tahun dan telah berkeluarga,serta Raden Risbaya yang berusia dua puluh lima tahun
Selain itu juga ada dua orang kepercayaan yang telah mengikuti Raden Tumpur Saketi ketika masih menjabat sebagai Raksa Langit.Mereka adalah Ki Warsani dan Ki Alap alap.Dua orang ini adalah wakilnya ketika Raden Tumpur Saketi masih dikeprajuritan.Mereka dua pendekar pilih tanding yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Lurah Keris dan Lurah Kujang yang tentu saja ilmu kanuragannya tidak sembarangan
Mereka memilih mengundurkan diri mengikuti Raden Tumpur Saketi karena memang keduanya pernah diselamatkan nyawanya oleh Raden Tumpur Saketi dalam sebuah peperangan dan setelah itu mereka berjanji untuk terus setia dan mengikuti Raden Tumpur Saketi
Ditempat tinggal Raden Tumpur Saketi yang juga adalah tempat yang menjadi lokasi Perguruan Pedang Bintang.Saat itu terlihat kesibukan hampir diseluruh sudut tempat.Mereka sangat sibuk mempersiapkan pembukaan dan peresmian yang akan diadakan esok hari.Bendera dan umbul umbul tanda kebesaran perguruanpun terlihat telah banyak terpasang
Terlihat banyak undangan yang telah hadir dilokasi dan mereka telah ditempatkan dikediaman untuk tempat tinggal para tamu.Sebagian lagi para tamu undangan dan juga yang tidak mendapat undangan memilih tinggal dirumah rumah penginapan yang banyak terdapat di ibu kota kadipaten
Untuk menjaga segala kemungkinan dan hal hal yang tidak di'inginkan,penjagaan diluar dan didalam kadipaten pun diperketat.Hal itu terlihat dengan ditambahnya jumlah prajurit penjaga digerbang kadipaten dan prajurit prajurit yang berpatroli didalam ibu kota kadipaten
Bisa dikatakan kalau pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang sebagai acara kadipaten dikarenakan acaranya melibatkan pihak kadipaten.Seperti dikatakan sebelumya pendiri dan guru perguruan Pedang Bintang masih ada hubungan perguruan dengan sang adipati sehingga adipati sendiri menjadi pendukung dan pelindung perguruan
*****
" Kakang sudah tidak jauh lagi dari sini Kadipaten Janur Emas yang kita tuju.Kita istirahat dulu sebentar untuk mengistirahatkan kuda kita dan membiarkan kuda kita untuk makan.Kebetulan disekitar sini banyak sekali rumput hijau untuk pakan kuda kita " Terdengar suara seorang pemuda bermata jereng berambut gondrong kribo dengan memakai ikat kepala
" Baiklah saudaraku,kita istirahat dulu disini.Kasihan kuda tunggangan kita dan kebetulan sangat teduh oleh pepohonan ditempat ini,sangat cocok untuk kita beristirahat " Jawab pemuda lainnya yang berambut lurus dan agak pendek dari temannya
Kemudian mereka pun menghentikan laju kuda yang mereka tunggangi dan segera turun dari punggung kuda mereka masing masing.Keduanya segera menuntun kuda mereka ke tempat yang banyak rumputnya.Mereka membiarkan kuda kuda itu memakan rumput tanpa mengikat tali kuda kuda itu dikarenakan kuda kuda mereka adalah kuda yang sudah sangat penurut dan mengenali tuannya
Setelah itu mereka mengambil tempat duduk dibawah pohon besar dan rindang untuk beristirahat.Tidak lupa mereka mengeluarkan perbekalan makanan dan minuman yang mereka bawa karena saat itu mereka merasa sangat haus dan lapar
Mereka berdua adalah perwakilan dari Perguruan Kura Kura Besi untuk menghadiri undangan pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang
Yang berambut lurus agak pendek bernama Sulur Ambekan yang adalah murid nomer satu dari Perguruan Kura Kura Besi dan yang berambut gondrong kribo bernama Garba adik seperguruan Sulur Ambekan.Mereka berdua sama sama mengenakan pakaian serba hitam dengan sulaman gambar kura kura berwarna merah dibagian dada kiri baju mereka
Guru dan wakil ketua perguruan mereka berhalangan hadir jadinya mereka berdua yang diutus untuk menggantikan mereka menghadiri undangan
Ketika mereka sedang menikmati makanan dalam perbekalan mereka tiba tiba terdengar ringkik keras sekali salah se'ekor kuda mereka dan kuda yang se'ekor lagi langsung lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu
Sulur Ambekan dan Garba langsung terlonjak kaget dan segera melesat memburu ke arah kuda mereka
Terlihat kuda yang sebelumya ditunggangi Garba sedang bergulingan melejang lejang dengan darah menganak sungai ditanah dan rumput
" Garba lihat sebelah kaki belakang kudamu tidak ada sampai sebatas paha " Kata Sulur Ambekan dengan suara dan wajah kaget sambil matanya menatap ke arah kuda itu dan jari telunjuk kanannya menunjuk pula ke arah kuda
" Keparat siapa yang punya pekerjaan biadab ini " Timpal Garba sambil matanya memperhatikan ke arah kuda-nya yang sedang tersiksa kesakitan
Tidak tega melihat kuda tunggangannya yang menderita begitu rupa,Garba segera menghampiri kudanya dan memukulkan tinju kanannya ke kepala kuda itu
Prakkk...
Terdengar suara rengkahnya kepala kuda yang terkena pukulan tinju Garba dan kuda itu pun meregang nyawa seketika dengan kepala rengkah
Ternyata Garba memilih membunuh kuda-nya untuk mengakhiri penderitaan kuda tersebut
" Hei kisanak siapa kau dan sedang apa kau disini ? " Tanya Sulur Ambekan yang seketika tubuhnya telah berkelebat ke arah kanan dimana dilihatnya seseorang tengah terduduk sambil menggerogoti memakan sesuatu
Garba yang masih jongkok didekat kuda-nya yang telah mati langsung menengok ke arah suara dan kelebatan tubuh Sulur Ambekan.Dia pun segera berkelebat menyusul kakak seperguruannya itu dan segera berdiri disamping Sulur Ambekan
__ADS_1
Saat itu dihadapan keduanya terdapat seseorang berpakaian serba hitam dengan kulit tubuhnya yang sangat hitam.Sekilas terlihat wajahnya yang sangat menyeramkan dengan bekas luka diwajahnya yang memanjang dipipi kirinya sampai ke bagian bibir kirinya,sebelah matanya juga yaitu yang sebelah kiri terlihat agak menonjol.Rambutnya gondrong acak acakan dan terlihat kain berwarna biru dibagian kening mengikat kepalanya.Saat itu terlihat dipinggang kirinya tergantung sebilah golok panjang yang masih tersarung
" Kisanak setan darimana kau yang tega teganya membetot lepas paha kuda-ku yang sekarang sedang kau makan ? " Tanya Garba dengan suara membentak dan tatapan tajam ke arah orang itu
Rupanya Garba segera mengenali sesuatu yang sedang dipegang dan digerogoti untuk dimakan oleh orang yang ada dihadapannya
Seberulnya Sulur Ambekan pun telah mengenali sesuatu yang tengah digerogoti oleh orang yang tidak dikenalnya.Tapi dia lebih bersikap hati hati.Nalurinya mengatakan kalau orang dihadapannya bukanlah orang sembarangan dan sangat berbahaya
" Hati hati Garba.Aku yakin orang ini bukan manusia sembarangan dan bukanlah manusia baik baik pula " Kata Sulur Ambekan yang ditujukan kepada Garba
" Kalian kecoa kecoa busuk telah membawakan makanan yang enak untukku.Sekarang minggatlah dari hadapanku sebelum aku membunuh kalian berdua " Kata orang tersebut dengan suara sember bernada dingin dan tanpa menoleh ke arah Sulur Ambekan dan Garba
Kata kata orang tersebut sungguh tidak diduga oleh mereka berdua dan membuat mereka tersinggung.Apalagi Garba yang karena ulah orang tersebut dia terpaksa harus membunuh kudanya itu untuk menghentikan penderitaan kudanya
" Sungguh iblis berwujud manusia.Tindakan dan ucapanmu sungguh tidak bisa dimaafkan " Kata Garba dengan nada geram
" Terimalah seranganku sebagai balasan atas kekejaman yang kau lakukan kepada kuda-ku " Kata Garba lagi disertai kelebatan tangannya yang mengarah ke persendian tangan kanan orang dihadapannya
Garba bermaksud mencengkeram dan membetot lepas persendian bahu tangan kanan lawan dengan cengkraman kilat
Lawan yang diserang terlihat diam tak bergerak seperti tidak menyadari serangan maut yang mengarah kepadanya
Kurang lebih tiga jengkal lagi tangan Garba menyentuh bahu lawan,tiba tiba membersit angin padat yang tidak kelihatan menerpa ke arah tangannya.Energi berupa angin padat itu sangat besar yang tidak saja menahan serangan Garba bahkan mendorong tangan Garba sampai tergetar dan terpental kebelakang
Akibatnya Garba pun terdorong dua langkah ke belakang dengan wajah pucat karena tidak menyangka lawan dapat menahan dan membuatnya terdorong begitu rupa dengan posisi tetap berdiam ditempat
" Kalian mencari mati sendiri dengan tidak mau pergi bahkan menyerangku " Kata orang itu dengan nada dingin dan tatapan mata yang tiba tiba merah mencorong kepada Garba dan Sulur Ambekan
Garba yang sudah terlanjur diliputi kemarahan langsung mencabut sepasang trisula yang terselip dipinggangnya.Dia kemudian bergerak menyerang dengan tusukan dan sabetan menggunakan trisula dikedua tangannya silih berganti
Sedangkan Sulur Ambekan mundur sekitar lima langkah untuk memberikan ruang kepada Garba dalam menyerang lawan.Dia tidak berniat mengeroyok karena itu bukan sifat ksatria dan juga dia tahu betul kemampuan adik seperguruannya itu yang memang telah mumpuni.Sehingga Garba tidak perlu bantuannya untuk menghajar memberi pelajaran terhadap lawan
Syuttt... Settt...
Tusukan dan sabetan sepasang trisula ditangan Garba melesat cepat sehingga menimbulkan suara bercuitan dan mendatangkan angin yang menggiriskan kulit.Sinar putih pun terlihat yang adalah bentuk dari kelebatan sepasang trisula
Tidak terasa belasan jurus telah berlalu tanpa ada satu pun serangan sepasang trisula Garba yang mengenai tubuh lawan,bahkan menggores pakaiannya pun tidak
Terlihat keringat telah bercucuran dari sekujur tubuh Garba tapi nafas Garba masih tetap stabil karena memang Garba sudah termasuk pendekar pilih tanding yang mempunyai kekuatan stamina terlatih,termasuk dalam hal olah pernafasan
Sulur Ambekan sampai hampir tidak berkedip menyaksikan pertarungan yang berlangsung.Dia sungguh kagum kepada lawan yang sama sekali tidak menunjukan tanda tanda terdesak menghadapi Garba,sekaligus dia menjadi khawatir akan keselamatan Garba
" Keparat kalian telah mengganggu acara makanku.Terutama kau cecunguk busuk.Akan ku pastikan kau mampus saat ini juga " Kata lelaki berkulit hitam yang menjadi lawan Garba dengan suara sember dan dingin pula
Tiba tiba melesat sesuatu berwarna merah panjang dan besar dari tangan kanan lawan yang ternyata adalah potongan kaki kuda yang sudah dikuliti yang sedari tadi dipegangnya
Syuuut...
Kelebatan kaki kuda itu melesat seperti anak panah ke arah dada Garba dengan mengeluarkan suara berdesing dan angin yang menderu
Kecepatan lesatan kaki kuda yang dilemparkan itu sungguh cepat sekali tapi Garba dengan gerakan begitu rupa mencoba menangkis dengan trisula ditangan kanannya.Tetapi seperti dikendalikan kaki kuda yang tengah melesat itu pun bergerak menghindar dan terus melesat dengan telak menghantam dada Garba dengan sangat keras
Bukkk...
Terdengar suara bergedebuk sangat kencang ketika kaki kuda yang dilemparkan lawan menghantam dada Garba yang menyebabkan Garba mencelat dua tombak kebelakang
Meskipun dia terkena hantaman musuh dengan sangat telak tetapi Garba masih sanggup berdiri dengan kedua kakinya ketika kakinya mendarat dan kembali menjejak tanah
Ternyata serangan lawan yang dapat menghancurkan karang dapat ditahan Garba karena sebagai salah satu murid utama Perguruan Kura Kura Besi dia sudah menguasai ilmu aji Tempurung Kura Kura Besi yang menjadi andalan perguruan mereka
Ilmu ini sejenis ilmu perisai yang dapat menahan serangan lawan.Baik itu serangan tangan kosong,memakai senjata ataupun serangan pukulan sakti.Orang yang telah menguasai ilmu ini tidak ubahnya memiliki ilmu kebal saja dan untuk daya tahannya sendiri tergantung dari tingkat tenaga dalam yang telah dimiliki oleh pemilik ilmu ini
" Ilmu iblis apa yang kau miliki cecunguk busuk ? "
" Tapi ilmu apapun itu aku pastikan kau akan mampus "
Kata lelaki berkulit hitam itu
__ADS_1
" Garba berhati hatilah.Dari ciri cirinya mungkin dia ini orang yang bernama Iblis Gila yang akhir akhir ini namanya menggemparkan dunia persilatan dengan tindakan tindakannya yang kejam dan sadis " Kata Sulur Ambekan memperingatkan Garba dengan menggunakan ilmu mengirimkan suara jarak jauh
Garba sampai terkejut dengan kata kata Sulur Ambekan yang memperingatkannya melalui ilmu mengirimkan suara jarak jauh
Heaaa...
Belum hilang rasa terkejutnya akan peringatan Sulur Ambekan.Lawannya yang diperkirakan adalah Iblis Gila menyerang Garba dengan tebasan golok panjang yang entah sejak kapan telah tercabut dari sarungnya dan yang sekarang telah berada dalam pegangan tangan kanannya
Kelebatan golok lawan menebas dan mengejar tubuh Garba kemanapun Garba mengelak dengan kecepatan yang makin meningkat
Trang...
Terdengar bunyi berdentrang nyaring ketika dalam suatu kesempatan salah satu trisula Garba menangkis golok lawan.Bunyi dentrangan itu disertai pula oleh percikan bunga api sangat terang meskipun saat itu keadaan masih siang hari
Tidak terasa pertarungan tersebut telah memasuki jurus kelima puluh dan Garba belum dapat mengalahkan lawan,bahkan dia terlihat mulai terdesak oleh lawannya
Gerakkan lawan semakin cepat dan beberapa kali mata golok dan pukulan lawan yang disertai tenaga dalam mendarat ditubuh lawan yang membuat Garba terpental dan terjatuh.Tetapi ternyata ilmu aji Tempurung Kura Kura Besi yang melindungi tubuh Garba belum dapat ditembus oleh lawan
" Haram jadah,setan laknat " Teriak lawan dengan sangat kencang menggelegar karena gusar belum juga dapat mengalahkan dan membunuh Garba
Heaaa..
Tiba tiba seluruh badan golok lawan diselimuti api berwarna merah kehitaman yang sangat besar dan terasa sangat panas sekali.Golok itu bergerak menebas ke arah pinggang Garba dengan terlebih dahulu api besar yang keluar dari badan golok melesat menjilat pinggang Garba
Ternyata lawan telah merapal ilmu aji Api Iblis yang dia salurkan ke badan goloknya
Garba melesat melompat ke udara setinggi dua tombak untuk menghindari serangan lawan.Tetapi selagi tubuhnya masih diudara,kembali lawan memburu dengan serangan ilmu aji Api Iblis yang dilepaskan menggunakan tangan kirinya
Wusss...
Garba pun tidak sempat mengelak lagi dari serangan itu.Tubuhnya langsung tersambar api hitam yang menggebubu dari tangan kiri lawan
Tubuh Garba langsung dilamun api dan terjatuh bergedebuk ke tanah dengan suara gedebukan sangat keras
Aaakh...
Awalnya Garba hanya merasakan sengatan panas yang biasa saja tetapi dengan cepat hawa panas itu terasa semakin panas yang akhirnya sekujur tubuhnya pun terbakar dilamun api kehitaman yang dengan sangat cepat membakar seluruh tubuhnya.Dari mulut Garba pun keluar jeritan setinggi langit dalam menahan panas dan sakit akibat tubuhnya yang terbakar
Sesaat kemudian jeritan Garba menghilang seperti direnggut iblis disertai padamnya api dan hancurnya seluruh tubuh Garba menjadi abu
Sulur Ambekan sampai berdiri menganga dengan sekujur tubuh tergetar.Dia yang disaat sebelum Garba tewas ditangan lawan baru berniat turun tangan membantu sampai hampir tidak percaya dengan kematian Garba yang sangat cepat begitu terkena pukulan ajian lawan
Sungguh dahsyat ilmu aji Api Iblis yang sanggup menembus ilmu aji Tempurung Kura Kura Besi dengan penguasaan tenaga dalam tinggi pemiliknya
Disaat Sulur Ambekan masih tertegun karena kaget dengan kematian adik seperguruannya.Lawan yang dia duga adalah Iblis Gila yang akhir akhir ini menggegerkan dunia persilatan dan membikin resah orang orang telah berkelebat lenyap dari tempat itu dengan meninggalkan kata kata dan tawa sember bekakakkan
" Kecoa busuk kali ini aku lepaskan nyawamu karena kau tidak ikut campur dalam pertarungan tadi dan telah membiarkan kawanmu itu untuk mampus ditanganku.Kalau kau penasaran kita akan segera bertemu kembali di pertemuan orang orang tolol Perguruan Pedang Bintang ha ha ha... "
Setelah suara orang yang telah membunuh adik seperguruannya menghilang,suasana ditempat itu pun menjadi sunyi seperti dipekuburan.Hanya semilir angin dan gesekan dedaunan yang terdengar
" Maafkan aku Garba,yang tidak sempat turun membantumu melawan manusia iblis yang menyebabkan dirimu terbunuh oleh manusia iblis itu.Aku berjanji akan membalaskan kematianmu dengan membunuhnya " Kata Sulur Ambekan dengan suara bergetar dan air mata menetes dikedua matanya
Meskipun tidak sampai mengeluarkan suara tangisan tapi Sulur Ambekan tetap saja meneteskan air mata karena merasa sedih dengan kematian Garba.Dia pun berjanji untuk membalas kematian Garba dengan membunuh manusia iblis yang belum diketahui namanya
Tapi dari ciri cirinya dia yakin kalau orang itu adalah Iblis Gila yang telah membuat kegemparan dan banyak diburu oleh para pendekar karena kekejaman dan kesadisannya.Dia juga yakin kalau orang itu akan muncul diacara pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang
Setelah lama dia terdiam ditempat itu dalam berdoa atas kematian Garba.Akhirnya dia pun pergi meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanan menuju ibu kota Kadipaten Janur Emas
Tujuannya sekarang selain untuk mewakili perguruannya memenuhi undangan pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang tetapi juga untuk membunuh manusia iblis yang telah membunuh Garba
_____________________________________________________
Hai selamat berjumpa kembali kepada semua pembaca dalam lanjutan serial Kujang Dewa
Cerita ini adalah cerita Kujang Dewa 2
Semoga cerita ini dapat menghibur semua pembaca,baik pembaca setia Kujang Dewa maupun pembaca baru
__ADS_1
Salam Kujang Dewa 👊