
Ha ha ha...
" Akan ku kirim nyawa busuk kalian berdua ke Neraka sekarang juga " Kata lawan Ki Warsani dan Raden Rusmana ditujukan kepada mereka yang adalah wakil ketua pertama pasukan Tengkorak Darah
Terlihat pakaian Ki Warsani dan Raden Rusmana yang telah sobek dibeberapa bagian dan juga terdapat luka luka pada beberapa bagian tubuh mereka itu.Sedangkan untuk wakil ketua pertama pasukan Tengkorak Darah yang bernama Babah Kaur terlihat seperti tidak kekurangan suatu apapun
" Jangan banyak bacot jerangkong penyakitan,hari ini aku pastikan kau akan mampus dengan tubuh rongsokan mu yang tak berkubur " Balas Raden Rusmana dengan geram dan santar menyebut pula Babah Kaur dengan sebutan Jerangkong Penyakitan.Yang karena memang tubuh Babah Kaur yang tinggi kurus dan berwajah pucat dengan kedua rongga mata menjorok kedalam,ditambah pula dengan rambutnya yang jarang hampir botak seperti orang yang habis terserang sakit panas
Ki Warsani yang sewaktu Raden Rusmana membalas perkataan Babah Kaur tengah memusatkan tenaga dalam dengan posisi berdiri untuk menyembuhkan luka yang dideritanya dan memulihkan kekuatannya.Dengan tanpa memberikan aba aba langsung menyerang Babah Kaur dengan pedang ditangan kanannya
Pedang itu menebas secepat kilat ke arah bahu kiri lawan dengan posisi agak miring.Pedang itu berkelebat dengan mengeluarkan sinar terang dan angin berkesiuran.Jika serangan tebasan itu mengenai sasaran,niscaya tubuh yang terkena tebasan itu akan terkutung dua terpotong dari bahu kiri sampai ke pinggang kanan
Sekitar satu sikut lagi serangan pedang akan mengenai sasaran,tiba tiba sesuatu telah menangkis pedang itu dan ternyata itu adalah arit yang menjadi senjata Babah Kaur.Dengan gerakan sangat cepat wakil ketua pertama pasukan Tengkorak Darah itu menangkis sabetan pedang Ki Warsani dengan senjata aritnya
Trangngng...
Seketika terdengar suara berdentrang sangat nyaring disertai percikan bunga api yang sangat terang dari dua senjata yang beradu
Telapak dan pergelangan tangan Ki Warsani terasa bergetar dan juga panas.Ternyata tangkisan arit lawan disertai penyaluran tenaga dalam sangat tinggi yang masih lebih tinggi dari tenaga dalam yang dia kerahkan pada serangan tersebut
Babah Kaur sendiri tangan kanannya yang memegang arit terpental kebawah karena daya dorong serangan lawan.Meskipun wajahnya tidak menunjukan ekspresi apapun,tapi sebetulnya saat itu telapak tangannya juga terasa sedikit panas
Dalam keadaan itu setelah serangan tebasan pedangnya dapat ditangkis lawan,Ki Warsani dengan secepat kilat menghunus keris yang tersisip dipinggang belakangnya dengan tangan kiri.Secepat kilat pula dia menusukan ujung kerisnya ke dada lawan yang saat itu terbuka tanpa pertahanan
Tapi dengan sangat cepat dan dengan gerakan yang sangat sulit dilakukan oleh pendekar biasa,dia dapat mengelakkan tusukan ujung keris Ki Warsani dan bahkan dengan tanpa diduga dia malah dapat terlepas dari jarak serang lawan.Kemudian dengan gerakan kilat yang tanpa dapat diduga,dia melesat berkelebat menyerang Raden Rusmana yang saat itu berjarak sekitar tiga tombak darinya
Sing... Syuttt...
Sabetan arit membabat dengan sangat cepat ke arah leher Raden Rusmana.Tetapi meskipun dia terkesiap dengan serangan mendadak ini,dia masih sempat mundur satu langkah untuk menyelamatkan lehernya dari tebasan arit lawan
Tidak mau melepaskan lawan begitu saja,Babah Kaur menyusul menyerang Raden Rusmana dengan pukulan tinju ke arah dada
Bukkk... Krakkk...
Pukulan itu dengan telak mengenai dada kanan Raden Rusmana dan terdengar derakkan patahnya tulang dibagian itu
Raden Rusmana terpental tiga tombak dan langsung ambruk jatuh punggung ditanah.Dari mulutnya menyembur darah kental akibat dari luka dalam yang tercipta dari terkena pukulan itu
Meskipun terluka dalam dan juga ada beberapa tulang didada kanannya yang patah,tapi Raden Rusmana tidak sampai tidak sadarkan diri karenanya.Ini menunjukan bahwa Raden Rusmana juga memiliki kekuatan dan daya tahan yang kuat.Tapi untuk sementara dia hanya mampu terkapar sebelum akhirnya bangun dan duduk untuk memulihkan luka dalamnya
***
Dalam waktu yang bersamaan Ki Alap Alap dibantu Raden Risbaya juga sedang bertarung dengan wakil kedua pasukan Tengkorak Darah.Dia adalah wanita berumur sekitaran empat puluh tahun,matanya tajam dan mengeluarkan kilatan yang memiliki hawa pembunuhan.Meskipun sudah tidak muda lagi tetapi wajahnya masih terlihat cantik.Dengan pakaian hitam ketat yang dikenakannya lekuk tubuhnya seakan tercetak dibalik pakaian itu.Dia bernama Ragananti
Pertarungan mereka telah melewatkan ratusan jurus dengan segala gerak tipu dan jurus jurus simpanan mereka.Tiba tiba Ragananti melesat menjauhi lokasi bertarung menuju tempat yang agak jauh dari bangunan Perguruan Pedang Bintang
" Wanita Iblis mau lari kemana kau " Bentak Ki Alap Alap sambil melesat memburu ke arah Nyi Ragananti.Gerakannya itu diikuti pula oleh Raden Risbaya yang bergerak menyusul memburu ke arah melesatnya Nyi Ragananti
__ADS_1
" Jangan harap kau bisa melarikan diri wanita Iblis " Bentak Ki Alap Alap lagi sambil melemparkan senjata rahasia berupa pisau kecil sebanyak tiga buah.Senjata senjata itu meluncur sangat cepat dengan mengeluarkan suara berdesing ke arah tiga titik vital ditubuh Nyi Ragananti
Nyi Ragananti yang sekarang telah berhenti dan telah berbalik ternyata dapat dengan mudah menghindari semua serangan senjata rahasia itu
" Siapa bilang aku mau melarikan diri.Aku hanya ingin tempat yang luas dan aku sengaja memilihkan tempat buat anjing seperti kalian berdua untuk mampus " Kata Nyi Ragananti menanggapi ucapan Ki Alap Alap dengan nada dingin serta sorot mata yang semakin tajam dan semakin menyorotkan hawa pembunuhan
Raden Risbaya yang baru sampai disisi Ki Alap Alap,langsung melancarkan serangan dengan tidak banyak bicara
Badannya melesat,kemudian tangan kirinya mendorong dengan telapak tangan terbuka.Dari telapak tangan kiri itu membersit sinar hijau pekat yang mengeluarkan hawa sangat dingin
Itu adalah pukulan aji Raja Ular Siluman.Dinamakan seperti itu karena pukulan itu mengandung racun ular yang sangat ganas yang diturunkan dari gurunya yang sangat misterius dan sekarang menghilang entah pergi mengembara kemana.Raden Risbaya memang mempunyai guru lain selain ayahnya sendiri
Wusss...
Sinar hijau pekat aji Raja Ular Siluman melesat melabrak ke arah Nyi Ragananti
Nyi Ragananti tidak tinggal diam,dengan menyunggingkan seringai ejekan dia langsung melambaikan tangan kanannya ke arah sinar serangan pukulan lawan.Dari tangan Nyi Ragananti keluar pusaran angin yang langsung menelan sinar pukulan Raden Risbaya dengan tanpa bekas
Raden Risbaya tentu saja menjadi kaget dibuatnya.Karena aji Raja Ular Siluman adalah ajian yang menjadi ilmu andalannya dan sangat jarang ada pendekar yang mampu menahannya.Tapi keterkejutan itu juga membuat dia menjadi semakin marah dan nekat.Dengan gerakan sangat cepat,dia yang masih melayang diudara setelah melepaskan aji Raja Ular Siluman.Langsung mengiblatkan keris yang berada digenggaman tangan kanannya
Dengan kecepatan gerak tubuhnya,keris ditangan kanan Raden Risbaya juga melesat tepat ke arah mata sebelah kanan Nyi Ragananti.Raden Risbaya sepertinya ingin membuat Nyi Ragananti menyaksikan kematiannya dengan matanya itu
" Pemuda celaka akan ku buat kau mampus saat ini juga " Geram Nyi Ragananti yang kemudian menggerakkan tangan kirinya dan detik berikutnya badan keris dekat pada ujung mata keris telah terjepit di jepitan kedua jari telunjuk dan jari tengah Nyi Ragananti
Sebelum mengetahui apa yang terjadi,pukulan telapak tangan kanan Nyi Ragananti telah menghantam dada kirinya.Pukulan itu disertai pengerahan tenaga dalam tinggi sehingga daya serangnya begitu dahsyat
* Terbukti sudah perkataan Nyi Ragananti yang akan membunuh Raden Risbaya saat itu *
Ki Alap Alap yang mengetahui jika Raden Risbaya telah tewas.Langsung melesat menyerang ke arah Nyi Ragananti setelah sebelumnya meletakkan tubuh tanpa nyawa Raden Risbaya ditanah dan setelah dia merapal aji pamungkasnya
Ki Alap Alap langsung menggempur Nyi Ragananti dengan serangan Ilmu Pedang Seribu Bintang yang diajarkan Raden Tumpur Saketi dan merupakan ilmu andalan Perguruan Pedang Bintang
Pedang ditangan Ki Alap Alap dalam sekali gerakan mampu menghasilkan tebasan yang mencapai ratusan yang adalah energi pedang yang keluar dari pengerahan ilmu Pedang Seribu Bintang.Sehingga sekarang tampak tubuh Nyi Ragananti terkurung oleh serangan ratusan tebasan pedang.Tangan kiri Ki Alap Alap pun setelah itu ikut menghantam ke depan melancarkan ilmu aji Lahar Neraka yang adalah ilmu andalannya selama ini
Dari telapak tangan kirinya itu menyembur api kehitaman yang bukan olah olah panasnya disertai suara gemuruh sangat kencang dan langsung melesat menghantam ke arah Nyi Ragananti
Nyi Ragananti segera melambaikan tangannya dan mengeluarkan ilmu aji Pusaran Samudera seperti tadi ketika dia menahan serangan aji Raja Ular Siluman yang dilepaskan oleh Raden Risbaya.Tapi sekarang dengan pengerahan tenaga dalam lebih besar
Dari telapak tangan kanannya langsung membersit pusaran angin yang bukan olah olah besar dan dahsyatnya.Pusaran angin itu menghisap ratusan pedang yang menebas ke arah tubuhnya dan juga bermaksud menghisap semburan api kehitaman dari aji Lahar Neraka.Tapi ternyata hanya tiga perempat tebasan pedang yang mampu dia hisap dengan ilmu aji Pusaran Samudera.Selebihnya tebasan pedang itu terus melesat menebas ke arah tubuhnya.Semburan api hitam aji Lahar Neraka pun terus melesat juga menderu ke arahnya
Tidak mau tubuhnya terkutung kutung dan hangus terbakar.Dengan wajah pucat pasi dan mengeluarkan keringat dingin,dia melesat tinggi ke udara untuk menghindarkan serangan musuhnya
Set set set... wusss... bummm...
Tebasan tebasan pedang dan semburan api hitam aji Lahar Neraka pun menghantam tanah dibelakang tubuh Nyi Ragananti tadi berdiri sehingga menimbulkan suara berdentum sangat kencang dan menimbulkan lubang sangat besar dan dalam ditanah itu.Getaran kencangpun sesaat terasa sewaktu kedua energi ilmu ajian yang dilepaskan Ki Alap Alap menghantam tanah itu
" Sial hebat sekali ternyata ilmu yang dimiliki keparat ini.Dan ternyata tenaga dalamnya pun tidak berada dibawahku " Umpat Nyi Ragananti didalam hatinya setelah dia menjejakkan kakinya ditanah sejauh tiga tombak disebelah kiri dari tempat tadi dia berdiri
__ADS_1
" Aku akui kau memang hebat.Tapi hari ini aku pastikan adalah hari terakhir kau melihat matahari " Kata Nyi Ragananti dengan suara bergetar dan tatapan yang semakin tajam dan semakin terasa hawa membunuh dari tatapan itu
" Cuh... Sudah mau mampus saja masih besar omong " Balas Ki Alap Alap yang didahului dengan meludah ketanah dengan suara tak kalah garang dan sorot mata seperti menyala.Ki Alap Alap saat itu amarahnya sudah diubun ubun karena kematian Raden Risbaya oleh Nyi Ragananti yang terjadi didepan matanya dan bahkan dipangkuannya
Terlihat Nyi Ragananti berdiri dengan posisi kaki terkembang serta tangan bersidekap dan juga mata terpejam.Sebentar kemudian terlihat sepasang matanya mulai terbuka dan perlahan dari ubun ubun kepalanya keluar asap berwarna merah darah yang perlahan tapi pasti asap itu membentuk sepuluh kepala tengkorak hitam dengan sepasang mata berwarna merah darah.Dari sepasang rongga mata itu mengeluarkan asap berwarna merah darah yang mengandung racun mematikan dan berbau sangat busuk.Ternyata Nyi Ragananti telah merapal ilmu aji Iblis Tengkorak Darah yang diajarkan oleh ketua Tengkorak Darah sendiri
" Ilmu siluman apa yang dimiliki wanita iblis ini " Batin Ki Alap Alap sambil memperhatikan ke arah Nyi Ragananti.Dia juga telah waspada dan kembali akan melancarkan serangan dengan dua ilmu yang tadi dia lancarkan tetapi dengan pengerahan tenaga dalam yang lebih besar dan mungkin itu akan menguras seluruh tenaga dalamnya karena tenaga dalamnya telah banyak terkuras
Kesepuluh kepala tengkorak hitam melesat serentak menyerang ke arah Ki Alap Alap dengan didahului menyemburkan asap beracun berwarna merah darah yang berbau busuk menyengat dari masing masing pasang rongga mata tengkorak tengkorak itu
Bersamaan dengan itu sosok Nyi Ragananti pun menghilang karena tertutup oleh semacam tabir.Kini yang terlihat hanyalah kesepuluh kepala tengkorak hitam yang melesat menyerang Ki Alap Alap
Ki Alap Alap kembali menggunakan ilmu Pedang Seribu Bintang.Tapi tebasan tebasan pedangnya hanya seperti menebas udara kosong karena ternyata begitu tebasan tebasan pedang itu mengenai kesepuluh tengkorak hitam,pedang pedang itu menembus melewati tengkorak tengkorak itu.Semburan asap asap merah darah berbau busuk menyembur ke arah Ki Alap Alap diikuti lesatan kesepuluh tengkorak hitam
Dalam terkejutnya Ki Alap Alap langsung mendorong telapak tangan kirinya melepas pukulan aji Lahar Neraka
Api kehitaman yang sangat besar dan panas pun menggebubu ke arah kesepuluh tengkorak hitam
Memang asap yang menyembur dari rongga rongga mata tengkorak tengkorak itu dapat dihalau dan dimusnahkan oleh terjangan api hitam aji Lahar Neraka tapi tidak dengan tengkorak tengkorak hitamnya.Kepala kepala tengkorak itu terus melesat menghantam ke arah Ki Alap Alap
Ki Alap Alap dengan gerakannya yang sangat cepat tidak ubahnya seperti gerakan burung Alap Alap berkelebat menghindari terjangan kepala kepala tengkorak hitam.Tapi kepala kepala tengkorak hitam itu terus menyerang mengikuti kemanapun dia bergerak dengan terus menyemburkan asap beracun berwarna merah darah dan berbau busuk menyengat
Sampai pada akhirnya dikarenakan tenaga luar dan tenaga dalamnya yang telah terkuras,membuat Ki Alap Alap menjadi lamban dalam bergerak.Asap merah darah beracun pun mulai terhisap oleh pernafasannya yang menyebabkan dada Ki Alap Alap menjadi panas dan kepalanya pun menjadi sangat berat dan terasa sakit
Buk... buk... buk...
Krakkk...
Hingga akhirnya dalam kondisi seperti itu ke sepuluh kepala tengkorak hitam melabrak tubuhnya hingga mengeluarkan suara bergedebukan yang diiringi suara berderak hancurnya kepala Ki Alap Alap yang terhantam kepala hitam tengkorak Iblis
Tubuh Ki Alap Alap pun terpental tanpa nyawa lebih dari lima tombak.Tubuh itu menghempas ditanah dengan keadaan kepala hancur dan juga badan remuk
Akhirnya Ki Alap Alap pun tewas ditangan Nyi Ragananti menyusul Raden Risbaya.Dia mati dalam pengabdiannya mengabdi kepada Raden Tumpur Saketi
Nyi Ragananti sekali lagi membuktikan perkataannya yang menjadikan hari itu adalah hari terakhir Ki Alap Alap melihat matahari
______________________________________________________
Maaf jika didalam setiap adegan pertempuran dan pertarungan tidak pernah ada seruan yang meneriakan nama jurus atau nama ilmu dan nama ajian yang mungkin saja menjadikan kekurangan didalam penulisan cerita ini.Karena menurut saya tidak mungkin seperti itu didalam pertarungan atau perkelahian,kecuali didalam film Ksatria Baja Hitam atau mungkin juga Power Rangers
Coba saja kita bayangin seumpama kita sedang berantem,terus contohnya kita mau menyerang musuh dengan jurus pukulan Durian Runtuh.Apakah sebelum melakukan itu kita akan berteriak dulu " jurus Durian Runtuh ".Rasanya tidak seperti itu
Kalau mau pukul ya pukul aja,kalau mau ngeluarin jurus ya keluarin jurus aja
Tapi itu hanya menurut saya saja sih
🙏
__ADS_1
☕