
Malam hari didalam kota Kadipaten Janur Emas suasana nampak hangat dikarenakan banyak sekali orang orang yang datang dari luar kota yang menginap dibeberapa rumah penginapan dikota itu
Pendatang yang memasuki kota Kadipaten saat itu rata rata adalah orang orang rimba persilatan yang hendak menghadiri pembukaan dan peresmian perguruan silat Pedang Bintang
Saat itu nampak dua orang yang baru memasuki kota setelah melalui pemeriksaan di gerbang kota.Mereka adalah dua orang laki laki,yang satu berpakaian serba putih dan nampak ada sebilah pedang terikat dipunggungnya dan yang seorang lagi berpakaian serba hitam.Dilihat dari tampangnya orang kedua ini berusia lebih muda dari orang yang pertama.Mereka berdua ini tidak lain adalah Bardawa dan Wira yang baru saja sampai dan memasuki ibu kota Kadipaten Janur Emas
Bardawa dan Wira langsung mencari rumah penginapan untuk tempat mereka menginap malam ini,sebelum besok pagi mereka menuju ke perguruan silat Pedang Bintang untuk menyaksikan dibuka dan diresmikannya perguruan itu
Setelah agak lama mencari akhirnya mereka mendapatkan rumah penginapan yang masih memiliki kamar kosong
Ternyata berita tentang pembukaan dan peresmian perguruan silat Pedang Bintang bukan saja menarik perhatian orang orang kalangan persilatan.Tetapi juga para pelancong dan saudagar yang kebetulan singgah di kadipaten itu.Sehingga mereka yang tadinya tidak berniat tinggal akhirnya memutuskan untuk tinggal dengan menginap dirumah rumah penginapan
Setelah menemui petugas penerima tamu akhirnya Wira dan Bardawa mendapatkan sebuah kamar untuk mereka tinggali berdua.Sebetulnya Wira berniat menyewa dua kamar agar mereka menempati kamar masing masing,tapi Bardawa menolaknya.Dia beralasan lebih baik tinggal satu kamar supaya ada teman mengobrol
Setelah mereka mandi membersihkan diri,akhirnya mereka pergi ke bagian depan penginapan yang berfungsi sebagai rumah makan.Mereka langsung memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut mereka yang memang sudah terasa sangat lapar sekali
" Kakang Bardawa apa mungkin jika pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang akan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan sesuatu ? " Tanya Wira kepada Bardawa disela sela menikmati santap malamnya
Hmmm...
" Apa maksud pertanyaanmu itu Wira ? "
Tanya Bardawa tidak mengerti akan maksud pertanyaan Wira
" Aku juga tidak yakin dan kau pasti tidak akan percaya dengan yang akan aku katakan " Jawab Wira yang masih menyisakan tanda tanya besar dalam kata katanya
" Sebenarnya apa yang mau kau katakan ? " Tanya Bardawa lagi
" Aku mendengar orang bercakap cakap dikamar lantai atas ini.Tiga orang ini sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya,mungkin akan ada penyerangan ke Perguruan Pedang Bintang pada acara pembukaan dan peresmian perguruan itu besok " Jawab Wira.Tapi kali ini Wira menjawabnya menggunakan ilmu mengirimkan suara karena takut didengar orang lain yang tentunya akan mendatangkan sesuatu yang menggemparkan dan belum tentu mereka akan mempercayainya
Mendengar jawaban Wira,Bardawa sampai menatap memperhatikan Wira beberapa lama dengan tatapan tajam penuh selidik dan tanda tanya
" Bagaimana kau bisa mendengar percakapan mereka ? "
" Atau kapan kau mendengar ada orang berbicara seperti itu ? "
" Kau kan dari tadi selalu bersamaku "
Tanya Bardawa kepada Wira dengan suara pelan
Wira tidak menjawab pertanyaan Bardawa,melainkan memilih meneruskan menghabiskan makanan yang telah terhidang dihadapannya
Melihat itu Bardawa pun segera meneruskan makannya walaupun dengan penuh tanda tanya dihatinya
Setelah menyelesaikan makan mereka dan telah membayar harga makanan itu,Wira segera mengajak Bardawa masuk ke dalam kamar penginapan mereka
" Kakang Bardawa aku yakin indera pendengarmu telah terlatih sangat tajam,tapi mungkin kau belum mampu untuk mendengar suara dalam jarak yang begitu jauh,termasuk pembicaraan orang lain yang berada jauh dari kita " Kata Wira memulai pembicaraan dengan suara pelan setelah dia dan Bardawa tiba didalam kamar mereka
Mendengar itu Bardawa pun segera memperhatikan Wira dengan penuh penasaran dan tanda tanya
__ADS_1
Jika benar Wira dapat mendengar pembicaraan orang yang berada diatas berarti kemampuan pendengaran Wira sungguh sangat luar biasa.Pikiran itu yang terlintas dihati dan pikirannya
" Kakang saat ini diluar gerbang kota Kadipaten ini telah terkumpul sekelompok orang dalam jumlah yang lumayan besar yang sedang merencanakan untuk menyerang Perguruan Pedang Bintang.Itu yang aku dengar dari pembicaraan tiga orang yang berada disalah satu kamar penginapan ditempat ini " Kata Wira sambil mata dan telunjuk kanannya menunjuk ke arah atas
" Apa kau sungguh sungguh Wira ? "
" Apa kau sedang tidak bercanda ? "
Tanya Bardawa sambil menatap tajam Wira
" Aku sungguh sungguh dengan perkataanku dan aku yakin kota Kadipaten ini,terutama di Perguruan Pedang Bintang akan jadi lautan darah " Jawab Wira tanpa keraguan
" Kalau begitu kita sergap saja orang orang diatas itu,atau kita beritahukan kepada pihak keamanan dan kepada pihak Perguruan Pedang Bintang " Kata Bardawa memberikan usul
" Kita tidak ada sangkut paut dengan semua urusan mereka jadi kita jangan dulu melapor atau memberitahukan kepada Perguruan Pedang Bintang.Bisa bisa kita yang dicurigai bahkan dituduh sebagai pengacau.Tapi kalau meringkus atau mengawasi ketiga orang diatas mungkin masih bisa dilakukan " Kata Wira menanggapi perkataan Bardawa
" Kira kira siapa yang begitu mendendam kepada Perguruan Pedang Bintang sehingga mereka mau menyerang perguruan itu disaat pembukaan dan peresmian perguruan tersebut ? Tanya Wira kepada Bardawa
" Aku juga tidak tahu.Tapi Raden Tumpur Saketi ketika menjabat sebagai Raksa Langit tentu mempunyai banyak musuh,terutama dikalangan penjahat dan orang orang golongan hitam yang sering mengacau dan merongrong keamanan.Mungkin yang berniat menyerang Perguruan Pedang Bintang adalah mereka diantaranya " Jawab Bardawa dengan nada seperti menduga duga
Setelah hari mencapai tengah malam dan keadaan sudah sangat sepi.Wira dan Bardawa menyelinap keluar lewat jendela dan dengan ilmu meringankan tubuh mereka,Wira dan Bardawa melesat ke atas dan mendarat menapakkan kaki mereka diatas genting atap bangunan penginapan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun
Wira yang telah mengetahui letak kamar ketiga orang yang didengar pembicaraannya segera bergerak mendahului Bardawa dengan langkah ringan dan gesit tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.Bardawa pun segera mengikuti dibelakang Wira dengan penuh waspada
Tepat diatas kamar yang dituju Wira menghentikan langkahnya.Dia segera mengeluarkan dua buah kain yang dibuat begitu rupa sebagai penutup kepala.Wira segera memberikan satu kepada Bardawa dan segera memakai kain itu dikepalanya yang ternyata dapat menutup seluruh muka dengan hanya menyisakan sepasang mata yang terlihat
Wira segera mendahului Bardawa menjebol atap kamar penginapan dan dengan gerakan sangat cepat tubuhnya meluncur kedalam ruangan kamar dibawah atap yang jebol.Gerakan Wira itu kemudian diikuti oleh Bardawa
Ternyata memang didalam ruangan kamar yang diterobos Wira dan Bardawa terdapat tiga orang laki laki yang sebaya dengan Bardawa.Dari penampilannya ketiganya adalah orang orang yang menguasai ilmu silat
Ketiganya mendengar suara atap jebol tapi mereka tidak dapat mengikuti gerakan Wira.Baru saja mereka menengadah ke arah atap ternyata dihadapan mereka saat itu telah berdiri sosok berpakaian serba hitam dengan mengenakan kain penutup kepala
Belum hilang rasa kejut mereka,tiba tiba berkelebat bayangan putih dari atas dan sekejap kemudian telah berdiri sosok berpakaian serba putih yang juga mengenakan kain penutup kepala
Saat itu Bardawa tidak membawa senjata pedangnya.Dia sengaja meninggalkan pedangnya itu dikamar tempat dia dan Wira menginap agar tidak dapat dikenali oleh orang lain
" Siapa kalian dan ada kepentingan apa menerobos kamar kami ? " Tanya salah seorang dari ketiga orang itu
" Kami adalah Malaikat Putih dan Setan Hitam.Kami datang untuk memberi perhitungan kepada kalian atas apa yang telah dan akan kalian lakukan " Jawab sosok berpakaian serba putih yang tidak lain adalah Bardawa
" Kami tidak kenal siapa kalian dan kami tidak mengerti apa yang kau maksudkan " Kata orang disamping kanan yang tadi mengajukan pertanyaan
" Kita ringkus saja dulu ketiga biang penyakit ini " Kata Wira sambil berkelebat ke arah laki laki yang tadi angkat bicara
Wira menotok ke arah dada orang itu dengan totokan dua jari tangan kanannya.Gerakan Wira itu sangat cepat sehingga hanya kelebatan hitam saja yang kelihatan
Tuk...
Totokan Wira tepat mengenai lawan dan lawan saat itu juga langsung menjadi kaku tanpa bisa bergerak dan mengeluarkan suara
__ADS_1
Bardawa tidak kalah oleh Wira langsung bergerak menyerang dua lawan yang tersisa
Tangan kanannya bergerak melepaskan totokan jarak jauh tingkat tinggi.Dari jari tangan kanan Bardawa keluar dua jalur angin yang menyerang menotok dua lawannya
Dua lawan yang diserang Bardawa langsung menangkis totokan jarak jauh Bardawa dengan mengibaskan tangan mereka
Dress...
Dari tangan kedua lawan itu keluar selarik angin yang menangkis angin totokan Bardawa hingga mengeluarkan suara keras
Syut... syut... syut...
Salah satu dari lawan sambil menangkis totokan juga sambil melepaskan senjata rahasia perupa pisau pisau kecil yang melesat ke beberapa bagian tubuh Bardawa dengan mengeluarkan suara bersiutan
Bardawa yang tidak menyangka lawan dapat menyerang dengan senjata rahasia dalam keadaan mereka sekarang.Lalu melentingkan tubuhnya begitu rupa untuk mengelakkan sambaran sambaran senjata rahasia itu
Bardawa akhirnya dapat mengelakkan semua serangan senjata rahasia itu dan senjata senjata rahasia itu akhirnya menancap didinding ruangan kamar dibelakang Bardawa
Disaat Bardawa mengelakkan serangan senjata senjata rahasia.Kesempatan itu digunakan kedua lawan untuk melesat melarikan diri dengan jalan membobol atap kamar
Wira sendiri ternyata tidak ada dikamar itu karena tadi sewaktu Bardawa menyerang menotok lawan,dia melesat ke atas untuk mengejar sosok yang sempat tertangkap bayangannya oleh sudut matanya yang tajam.Tapi Wira tidak dapat menemukan sosok itu,bayangannya seperti hilang ditelan bumi
Sungguh diatas langit masih ada langit.Padahal Wira yang sudah menguasai ilmu sangat tinggi termasuk ilmu kecepatan dalam bergerak masih tidak dapat menemukan dan mengejar sosok yang dikejarnya
Akhirnya Wira segera kembali ke kamar dimana dia meninggalkan Bardawa tadi yang sedang bertempur.Tapi ternyata saat itu Bardawa tengah berdiri diatas atap kamar yang mereka terobos
" Mereka berdua berhasil meloloskan diri.Ilmu mereka ternyata sangat tinggi dan gerakan mereka pun sangat cepat " Kata Bardawa begitu Wira tiba,tanpa Wira bertanya dahulu menanyakan apa yang terjadi
" Aku pun tadi mengejar satu sosok yang aku lihat bayangannya.Tetapi gerakannya seperti setan sehingga aku tidak dapat mengejarnya " Kata Wira menerangkan juga tentang kepergiannya sesaat lalu
Mereka kemudian memasuki kembali kamar dibawah mereka berdiri.Tapi ternyata orang yang tadi telah berhasil Wira totok telah mati dengan pisau kecil menancap ditenggorokan dan diarah jantungnya
Rupanya sewaktu lawan menyerang Bardawa dengan senjata rahasia,lawan itu juga menyerang kawannya dengan senjata yang sama.Sepertinya lawannya bertujuan supaya kawannya itu tidak memberikan keterangan membocorkan rahasia
Setelah itu mereka segera kembali lagi ke dalam kamar mereka karena cepat atau lambat kejadian dikamar tadi pasti akan diketahui yang lain.Sebab kejadian tadi meskipun tidak membikin keributan tapi menimbulkan suara berisik dari atap yang dijebol
Kalau mau sebetulnya Wira mungkin dapat melacak keberadaan orang orang tadi yang dapat lolos.Tapi dia merasa kurang leluasa kalau harus selalu bergerak dengan Bardawa.Dia tidak mau menonjolkan tingkatan ilmu dan kesaktiannya kepada orang lain jika memang tidak dalam keadaan yang memaksa atau dalam pertempuran yang betul betul bertemu lawan sangat tangguh
Akhirnya Mereka beristirahat menghabiskan waktu malam itu dengan tidur sampai pagi didalam kamar penginapan mereka
_____________________________________________________
Terimakasih kembali kepada semua pembaca yang telah membaca lanjutan serial Kujang Dewa dalam serial Kujang Dewa 2
Ini adalah sebagai bayar hutang untuk melanjutkan cerita ini
Dukung terus author dengan memberikan vote,like n rate bintangnya
Ayo semuanya kita ngopi dulu ☕ 😀
__ADS_1