
" Keparat Tumpur Saketi keluarlah,jangan kau bersembunyi dibalik orang orang yang menjadi tamu undangan mu " Tiba tiba terdengar suara mengguntur yang mengguncang isi dada dan membuat sakit gendang telinga orang orang yang ilmunya belum seberapa tinggi karena suara itu disertai penyaluran tenaga dalam sangat tinggi.Bahkan banyak diantara orang orang yang ilmunya masih rendah langsung pecah gendang telinganya dan pecah jantungnya sehingga tewas seketika itu juga
Belum hilang gema suara itu,tiba tiba terlihat kelebatan hitam yang melesat kemudian berdiri di atas gerbang Perguruan Pedang Bintang
Sosok itu ternyata adalah sosok laki laki tua berusia sekitar enam puluh tahunan.Sosok itu berpakaian serba hitam dengan wajah yang angker karena wajah itu dipenuhi bekas luka cacahan.Laki laki itu berdiri angker dengan tatapan matanya juga yang angker menatap ke arah Raden Tumpur Saketi yang saat itu sedang berdiri disamping Ki Warsani sambil memperhatikan jalannya pertempuran
Raden Tumpur Saketi sampai menutup pendengarannya dengan pengerahan tenaga dalam untuk melindungi telinganya dari getaran tenaga dalam yang keluar dari suara teriakan lawan yang baru datang dan menantang dirinya
" Siapa kau dan darimana kalian berasal ? Beraninya kalian menyerang mengacau perguruan ku " Tanya Raden Tumpur Saketi sambil matanya menyorot tajam menatap sosok laki laki tua berpakaian serba hitam dan bertampang angker di atas gerbang perguruannya
" Apakah matamu sudah buta sehingga tidak bisa melihat gambar Tengkorak Darah di dada kiri pakaianku dan orang orangku ? " Tanya orang itu dengan suara dingin dan tatapan angker kepada Raden Tumpur Saketi
" Apa kau bilang ? " Tanya Raden Tumpur Saketi dengan suara dan air muka yang menunjukkan keterkejutannya
" Tengkorak Darah " Kata Raden Tumpur Saketi dengan suara bergetar setelah sekarang dapat melihat gambar didada kiri pakaian orang itu.Tadinya memang dia tidak memperhatikan sama sekali seragam hitam yang dikenakan oleh orang orang yang menyerang mengacau di perguruannya
" Apakah otak dan matamu sekarang sudah terang ? Aku datang untuk menagih hutang berikut bunganya.Nyawa anjingmu beserta keturunanmu dan seluruh orang didalam perguruanmu hari ini akan aku kirim ke neraka " Kata laki laki tua bertampang angker
" Tengkorak Darah ternyata kau masih hidup.Aku pikir kau sudah mati dan sudah membusuk di neraka " Kata Raden Tumpur Saketi sambil tatapannya menyorot tajam kepada Tengkorak Darah
" Aku tidak akan mati dengan mudah,apalagi mati ditangan keparat sepertimu " Kata Tengkorak Darah dengan suara penuh dendam menanggapi perkataan Raden Tumpur Saketi
*****
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan diluar gerbang ibu kota Kadipaten Janur Emas juga tengah berlangsung pertempuran yang sangat sengit antara pasukan prajurit Kadipaten dan pasukan berseragam serba hitam yang bukan lain adalah pasukan Tengkorak Darah
Bukan main main pasukan Tengkorak Darah ini ternyata berjumlah hampir dua ribu orang.Sepertinya penyerangan ini telah direncanakan sangat matang pada jauh jauh hari sebelum penyerangan dilaksanakan dan memang selain tujuan balas dendam,pemimpin Tengkorak Darah pun berkeinginan untuk menaklukkan dan menguasai ibu kota Kadipaten Janur Emas
Yang naas adalah pasukan yang dikirim pertama kali yang hanya berjumlah dua ratusan prajurit.Mereka telah binasa tanpa perlawanan yang berarti karena selain jumlah yang kalah jauh juga pasukan Tengkorak Darah terdiri dari orang orang yang berkepandaian tinggi.Meskipun tidak semuanya membekal kepandaian seperti pasukan yang menyusup terlebih dahulu ke dalam ibu kota Kadipaten
Yang paling tinggi ilmu kesaktiannya yaitu wakil ketiga,keempat dan kelima yang menjadi pimpinan didalam pasukan Tengkorak Darah itu.Sedangkan wakil kedua ikut menyusup masuk ke dalam ibu Kota Kadipaten bersama sang ketua
Terlihat Raden Raksa Rajasa tengah mengamuk melawan pasukan Tengkorak Darah.Disisi lain juga terlihat beberapa Lurah Keris sedang mengamuk sambil memberi arahan kepada Lurah Pedang agar membentuk barisan atau formasi dalam menggempur pasukan musuh
Heaaa...
Seorang anggota Tengkorak Darah berwajah penuh bopeng melesat sangat cepat ke arah Raden Raksa Rajasa dengan melakukan tikaman sangat mematikan menggunakan senjata trisula ke arah punggung
Raden Raksa Rajasa seketika mengibaskan tangan kirinya ke depan ke arah para penyerangnya dan dari kibasan tangan kirinya itu keluar menggebubu angin seperti ****** beliung yang mementalkan semua serangan itu dan juga sekaligus menyerang balik para penyerangnya
Wusss...
Mereka yang menyerang langsung terpental terkena sapuan angin ****** beliung dan banyak serangan mereka yang membalik mengenai mereka sendiri yang akhirnya selain terluka parah banyak diantaranya langsung tewas meregang nyawa
Disaat melepaskan tangkisan dan serangan balasan,Raden Raksa Rajasa secepat kilat langsung memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat dengan menekuk kedua kakinya dengan posisi lutut kaki kanan menyentuh tanah sedangkan kaki kiri bertekuk lutut
Tikaman trisula lawan otomatis dapat dielakkan tapi energi dari trisula itu terus meluncur dan mengenai kawannya sendiri yang berada tiga tombak dibelakang Raden Raksa Rajasa dan orang yang terkena energi trisula itu langsung meregang nyawa seketika dengan seluruh tubuh hangus menghitam seperti terbakar
__ADS_1
Setelah berhasil mengelakkan serangan lawan yang membokong,Radang Raksa Rajasa langsung menghantamkan tangan kanannya ke arah perut lawan dengan merapal aji kesaktian miliknya yang bernama aji Guntur Bumi
Dari telapak tangannya langsung membersit sinar putih kebiruan yang dengan sangat cepat melabrak tubuh lawan dibagian perut
Bresss... Bummm...
Dengan telak energi pukulan itu menghantam perut lawan dan seketika tubuh lawan langsung meledak hancur menjadi debu karena tidak kuat menahan kekuatan pukulan ajian yang dilepaskan Raden Raksa Rajasa
Tidak berhenti disitu,Raden Raksa Rajasa langsung bergerak kembali menyerang pasukan musuh yang sudah kembali merangsek menempur dirinya
Sudah banyak sekali korban berjatuhan dikedua belah pihak,terutama dipihak pasukan Kadipaten karena tingkat ilmu dan kemampuan musuh ternyata rata rata berada diatas pasukan Kadipaten.Jika saja jumlah pasukan Kadipaten tidak lebih besar bisa dipastikan mereka akan mengalami kekalahan.Saat itu pasukan Kadipaten yang dipimpin oleh Raden Raksa Rajasa berjumlah lima ribu prajurit sehingga mereka masih bisa mengimbangi kehebatan pasukan lawan
Sambil bertempur Raden Raksa Rajasa mengitarkan pandangannya untuk melihat situasi dan untuk mencari dimana posisi pimpinan pasukan musuh.Dia berniat untuk menaklukkan dan membunuh pemimpinnya karena dia pikir dengan itu akan melemahkan semangat pasukan musuh.Malah mungkin dengan hal itu pasukan musuh akan menyerah kalah.Sehingga pertempuran dalam perang saat itu bisa segera berakhir
Keinginan Raden Raksa Rajasa itu sebetulnya tidak akan menunggu waktu yang lama karena pemimpin utama dari pasukan musuh,yaitu wakil ketiga pasukan Tengkorak Darah juga sedang memperhatikan sepak terjang dirinya dan berniat untuk melawan dan membinasakannya terlebih dahulu
______________________________________________________
Selamat malam semuanya
Semoga semuanya tetap sehat dan dilimpahkan banyak rezeki
Ayo kita ngopi dulu ☕ 😀
__ADS_1
Salam Kujang Dewa 👊