
Sudah sejak shubuh di Perguruan Pedang Bintang berlangsung kesibukan seluruh orang orangnya karena hari itu adalah hari peresmian perguruan tersebut
Terlihat umbul umbul dan gaba gaba terpasang hampir diseluruh tempat dan sebuah bendera kebesaran perguruan terpasang dipanggung utama tempat acara nanti berlangsung
Para tamu undangan yang terdiri dari orang orang rimba persilatan,baik perorangan atau pun mereka yang berasal dari suatu perguruan silat dan perkumpulan tertentu sudah mulai bersiap siap ditempat istirahat mereka masing masing yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh tuan rumah
Terlihat dibagian depan halaman perguruan sebuah panggung berdiri dengan megah.Didepannya yaitu dibagian yang lebih rendah sudah berderet kursi kursi yang mencapai tiga ratusan lebih kursi untuk nanti tempat para tamu duduk
Dibagian kiri dan kanan terdapat deretan kursi yang ditempatkan lebih tinggi dari kursi kursi lain yang berada didepan panggung.Kursi kursi di deretan ini untuk tempat duduk tamu kehormatan yang secara khusus diundang oleh Raden Tumpur Saketi selalu pendiri dan guru besar Perguruan Pedang Bintang
Diruangan pribadinya Raden Tumpur Saketi saat itu tengah berada seorang diri.Dia sudah tidak mempunyai isteri karena sekitar tiga tahun yang lalu istrinya telah meninggal dikarenakan menderita suatu penyakit
Saat itu terlihat Raden Tumpur Saketi seperti gelisah.Dia merasakan seperti sesuatu akan terjadi,tapi dia tidak tahu atau tidak dapat memperkirakan hal apa itu
" Aneh kenapa dari semalam perasaanku menjadi sangat gelisah sekali "
* Apakah akan terjadi sesuatu pada peresmian perguruan yang aku dirikan.,Atau hanya perasaanku saja dikarenakan penantian acara peresmian yang belum selesai.Sehingga membuatku gelisah !? "
Kata Raden Tumpur Saketi didalam hati dan pikirannya
Sebentar kemudian dia segera memanggil seorang pelayan wanita dan menyuruhnya untuk memanggil kedua putranya saat itu juga
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian kedua putra Raden Tumpur Saketi telah datang menghadap
" Ada apa ayahanda memanggil kami berdua ? " Tanya Raden Rusmana yang adalah putra tertuanya
" Kalian duduklah dulu.Memang ada sesuatu yang mau ayah bicarakan dengan kalian berdua " Jawab Raden Tumpur Saketi sambil mempersilahkan kedua anaknya untuk duduk dikursi yang terdapat diruangan itu
Raden Rusmana dan Raden Risbaya pun segera mengambil tempat duduk di kursi yang tidak jauh dari ayah mereka
" Terus terang saja dari semalam ayah merasakan kegelisahan yang sangat mengganggu ketenangan hati dan pikiran ayah.Ayah tidak tahu hal apa yang menyebabkannya "
" Apakah ada hal atau sesuatu yang terjadi akhir akhir ini yang tidak ayah ketahui ? "
Kata Raden Tumpur Saketi yang diakhiri denga pertanyaan kepada kedua putranya dan sambil menatap kedua putranya itu bergantian
" Maaf ayah.Ada kabar dari salah seorang murid perguruan yang bertugas memantau keadaan.Katanya tadi malam disalah satu rumah penginapan telah terjadi sesuatu yang sepertinya telah terjadi pertarungan.Tapi tidak diketahui siapa yang bertempur karena hanya menyisakan bekas bekas adanya pertarungan saja " Kata Raden Risbaya memberikan keterangan
" Hal itu memang bukanlah hal yang menarik karena mungkin hanya bentrokan dua pihak yang berselisih.Tapi tadi sebelum shubuh ada laporan dari murid yang bertugas memantau diluar gerbang ibu kota Kadipaten.Katanya ada pergerakan yang mencurigakan dipinggir hutan Cisiuk,yaitu hutan yang berjarak tidak jauh dari kadipaten "
Kata Raden Risbaya lagi meneruskan laporannya.Dia terdiam dulu memberikan jeda dalam keterangannya untuk mengetahui reaksi ayahnya.Karena ayahnya tidak berkomentar atau menyela apa pun akhirnya dia kembali melanjutkan laporannya
" Orang kita itu melaporkan katanya ada sekelompok orang berpakaian seragam serba hitam dengan membekal senjata seperti pedang dan golok yang mencapai setidaknya lebih dari seratus orangan.Dari gerak geriknya tampaknya mereka bukan orang orang biasa.Tapi mereka orang orang rimba persilatan dan dari tampang tampang mereka sepertinya mereka bukan dari golongan baik baik " Kata Raden Risbaya lagi menyelesaikan laporannya
__ADS_1
Setelah sesaat terdiam akhirnya Raden Tumpur Saketi angkat bicara " Mungkin hal ini yang menyebabkan kegelisahan ku dari semalam tadi.Mungkin ada pihak yang akan mengacau dan bahkan menyerang ke tempat kita.Kalau dugaanku ini benar,berarti siapapun dalangnya pastilah memiliki ilmu kesaktian dan kekuatan yang sangat besar "
" Risbaya sekarang kau pergilah menghadap Adipati Wisnu Wanara.Laporkan apa yang dilihat orang kita dan supaya prajurit kadipaten pergi memeriksa kebenaran laporan orang kita itu.Jika benar dan tidak segera diantisipasi,takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan " Kata Raden Tumpur Saketi lagi yang akhirnya memerintahkan Raden Risbaya untuk melaporkan keadaan yang mencurigakan itu kepada Adipati Wisnu Wanara
" Baik ayahanda " Ucap Raden Risbaya.Kemudian dia langsung pamit undur diri untuk melaksanakan perintah ayahnya
" Rusmana sekarang kau atur untuk memperketat penjagaan dan kau panggil juga Ki Warsani dan Ki Alap Alap untuk menghadap sekarang juga " Perintah Raden Tumpur Saketi kepada Raden Rusmana sesaat setelah Raden Risbaya pergi
" Baik ayahanda " Kata Raden Rusmana.Kemudian dia segera undur diri dari hadapan ayahnya
Ditempat lain yaitu digedung kadipaten.Adipati Wisnu Wanara sangat kaget sekali setelah mendengar laporan Raden Risbaya.Dia segera memanggil Raksa yang menjadi panglima prajurit dikadipaten itu.Sedangkan Raden Risbaya setelah memberikan laporan langsung undur diri untuk kembali lagi ke Perguruan Pedang Bintang
Dikadipaten Janur Emas yang menjadi panglima adalah Raden Rajasa.Dia berpangkat Raksa biasa dan memang pangkat Raksa biasa ini adalah pangkat yang tertinggi yang dijabat oleh prajurit ditingkat kadipaten.Sedangkan dari Raksa Bumi sampai Raksa Jagat hanya terdapat pada jajaran keprajuritan dipusat kerajaan yaitu di ibu kota kerajaan
Setelah Raden Raksa Rajasa menghadap,Adipati Wisnu Wanara pun segera menerangkan maksud dirinya memanggil Raden Raksa Rajasa terkait laporan dari Raden Risbaya
Setelah terjadi perundingan singkat akhirnya Raden Raksa Rajasa segera undur diri untuk memanggil para Lurah Keris untuk mengatur prajurit dalam memperketat penjagaan diseluruh ibu kota kadipaten.Terutama di gedung kadipaten dan di Perguruan Pedang Bintang
Di kadipaten juga tidak terdapat Lurah Kujang karena Lurah Kujang hanya terdapat dijajaran prajurit keraton dan Lurah Kujang adalah pangkat istimewa meskipun pangkatnya berada dibawah Raksa karena diseluruh kerajaan yang menjabat Lurah Kujang hanya seorang seperti halnya Raksa Jagat
Lurah Kujang ini berhak menggerakkan kesatuan prajurit dimana saja diwilayah kerajaan untuk berperang atau melakukan sesuatu yang menyangkut keamanan kerajaan
__ADS_1
Setelah diadakan pertemuan dan pengaturan singkat,akhirnya dikirim dua pasukan prajurit yang masing masing pasukan dipimpin oleh satu orang Lurah Pedang dan tujuh orang Lurah biasa untuk memeriksa keadaan diluar tembok benteng kota Kadipaten,terutama area area hutan yang dekat dengan kadipaten itu.Jumlah keseluruhan prajurit itu mencapai lebih dari dua ratus prajurit yang dibagi dua pasukan sehingga masing masing pasukan mencapai lebih dari seratus prajurit
Sementara itu kelompok atau pasukan yang dicurigai dan akan diselidiki.Sejak sebelum shubuh telah bergerak memasuki ibu kota Kadipaten dengan mengambil jalan melompati tembok kota.Kemudian mereka bergerak menyebar untuk menghindari kecurigaan warga dan prajurit kadipaten.Sehingga setelah sekian lama dua pasukan prajurit melakukan patroli dan pemeriksaan mereka tidak menemukan orang orang dan hal yang mereka curigai