Kujang Dewa 2

Kujang Dewa 2
Pemberitahuan dan peringatan Bardawa kepada Perguruan Pedang Bintang


__ADS_3

Pagi itu di ibu kota Kadipaten Janur Emas banyak sekali orang yang bergerak berjalan menuju ke tempat lokasi Perguruan Pedang Bintang.Semua orang orang itu adalah orang orang rimba persilatan yang akan menghadiri pembukaan dan peresmian perguruan silat Pedang Bintang yang berlokasi disalah satu bagian ibu kota Kadipaten


Tanpa disadari diantara orang orang itu terdapat orang orang berpakaian hitam yang adalah orang orang dari pasukan musuh yang hendak mengacau di Perguruan Pedang Bintang


Di gerbang Perguruan Pedang Bintang saat itu terlihat murid murid perguruan yang bertugas menyambut semua tamu yang datang dan terlihat antrian tamu yang datang hendak memasuki perguruan


Didalam perguruan saat itu telah banyak tamu undangan yang duduk memenuhi kursi kursi yang telah disiapkan.Dihadapan setiap deretan kursi kursi itu juga terdapat meja panjang yang diatasnya terdapat makanan makanan untuk semua tamu sedangkan disamping kanan dan kiri tempat para tamu berkumpul terdapat meja besar panjang yang nantinya dipersiapkan untuk resepsi setelah nanti acara selesai


***


Di penginapan tempat Wira dan Bardawa menginap,saat itu mereka pun telah bersiap untuk berangkat ke Perguruan Pedang Bintang setelah mereka selesai sarapan di restoran rumah penginapan itu


" Kakang Bardawa aku merasa kalau ibu kota Kadipaten ini telah dikepung oleh pasukan yang besar sekali.Sepertinya pasukan ini bergerak lewat tengah malam tadi " Kata Wira sambil matanya seperti menerawang jauh ke arah luar benteng kota Kadipaten


Bardawa yang mendengar perkataan Wira sampai terkejut dibuatnya.Kalau saja dia belum membuktikan ucapan Wira tadi malam soal tiga orang yang merencanakan sesuatu dikamar lantai atas rumah penginapan,pasti dia tidak akan mempercayai ucapan Wira dan akan menganggap Wira sedang ber omong kosong.Dia juga semakin penasaran saja dengan tingkat ke ilmuan dan kesaktian Wira yang dapat mengetahui sesuatu yang berada pada jarak yang begitu jauh


" Apa kau serius Wira ? " Tanya Bardawa dengan tatapan penuh selidik


" Aku tidak akan bercanda tentang sesuatu hal yang menyangkut nyawa.Apalagi nyawa orang banyak " Jawab Wira tanpa keraguan


" Terus apa yang sekarang akan kita lakukan ? " Tanya Bardawa sambil menatap Wira


" Aku tadinya tidak ingin ikut campur urusan Perguruan Pedang Bintang yang menurut ceritamu mungkin pendiri perguruan itu punya banyak musuh ketika dia menjabat Raksa di kerajaan.Tapi kalau seperti ini sepertinya kita harus turut campur karena sepertinya mereka bukan hanya berniat mengacaukan dan menghancurkan Perguruan Pedang Bintang.Tetapi juga mereka berniat menyerang dan menghancurkan Kadipaten,mungkin juga mereka berniat menguasai Kadipaten ini " Jawab Wira panjang lebar mengatakan pemikirannya


Mendengar Wira yang mengatakan kemungkinan pasukan yang datang juga sekalian akan menyerang Kadipaten dan kemungkinan berniat menguasainya menjadikan Bardawa semakin kaget saja


" Kalau begitu kita harus memberitahukan hal ini kepada Adipati Wisnu Wanara " Kata Bardawa dalam keterkejutannya


" Bagaimana kalau kakang pergi ke Perguruan Pedang Bintang untuk memberitshukan dan memperingatkan kepada pangeran Tumpur Saketi.Biar aku yang memberitahukan dan memperingatkan Adipati Wisnu Wanara.Semoga saja tindakan kita ini belum terlambat " Kata Wira kemudian


" Iya begitu juga tidak apa apa " Jawab Bardawa


Setelah itu mereka pun segera berkelebat meninggalkan rumah penginapan itu.Orang orang yang saat itu berada ditempat itu langsung ternganga dengan gerakan mereka yang seperti gerakan siluman saja karena dalam sekejap Wira dan Bardawa telah menghilang dari tempat tadi mereka berada


Mereka yang masih berada di rumah penginapan itu tinggal tamu tamu biasa karena orang orang rimba persilatan yang jadi tamu penginapan telah berangkat lebih dulu daripada Wira dan Bardawa ke Perguruan Pedang Bintang


***


Dengan gerakkan yang sangat cepat dan ringan Bardawa melesat melompati tembok benteng Perguruan Pedang Bintang dari bagian belakang gedung perguruan


" Hei siapa itu yang berani menyusup ke tempat ini " Terdengar satu suara menegur Bardawa begitu dia menjejakkan kakinya ditanah halaman belakang Perguruan Pedang Bintang


Rupanya kehadiran Bardawa dipergoki oleh dua orang murid perguruan yang bertugas berjaga dibagian belakang gedung perguruan


Sesaat dua orang langsung melesat mendatangi Bardawa yang saat itu sedang berdiri dan menghadap ke arah mereka.Bardawa pun berdiri menunggu kedua orang itu sampai dihadapannya


" Siapa kau ? "


" Kau pasti bukan tamu undangan yang berniat menghadiri acara di perguruan kami ? "


Tanya salah seorang diantara mereka sambil menodongkan sebilah pedang ke arah dada Bardawa.Sedangkan temannya berdiri disampingnya dengan tatapan tajam kepada Bardawa yang juga telah menghunus pedang yang tersarung dipinggangnya


" Saudara saudara maafkan aku yang telah memasuki perguruan kalian dengan tidak sopan.Tapi aku berniat baik,ada hal penting yang akan aku sampaikan kepada ketua di perguruan ini"

__ADS_1


" Bisakah kalian mengantarkan ku menemui ketua kalian ? "


Kata Bardawa yang ditujukan kepada keduanya dengan masih bersikap tenang


" Tidak ada yang berniat baik dengan cara memasuki tempat orang seperti pencuri.Kau pasti berniat mengacaukan acara di perguruan kami " Kata orang yang menodongkan pedang lagi kepada Bardawa


Sebelum Bardawa berbicara lagi untuk kembali menjelaskan maksudnya,orang yang menodongkan pedang telah mendorong gagang pedang untuk ditusukan ke dada Bardawa


Dengan gerakan yang tidak terlihat Bardawa telah menjepit badan pedang didekat ujung mata pedang dengan jepitan kedua jari tangan kanannya.Murid perguruan yang menusukan pedang itu menjadi kaget dan seakan tidak percaya karena pedangnya telah terjepit oleh jepitan jari tangan lawan.Terlebih gerakan lawan itu tidak dapat terlihat olehnya.Dengan mengerahkan tenaganya dia terus mendorong gagang pedangnya agar ujung pedangnya itu dapat menembus dada lawan


Melihat kawannya bergerak menusukan pedang dan lawan dapat menahan pedang kawannya dengan jepitan kedua jari.Dia langsung ikut bergerak menyerang menebaskan pedangnya ke arah leher lawan


Dengan gerakan sangat cepat melebihi kecepatan serangan lawan kaki Bardawa melesat menendang perut lawan


Bukkk...


Tendangan Bardawa tepat mengenai perut lawan membuat lawan terpental dua tombak dengan tubuh melipat kedepan,pedangnya pun terjatuh ke tanah karena terlepas dari pegangannya.Lalu lawan itu pun terkapar tidak sadarkan diri karena langsung pingsan


Dan setelah menendang lawan,Bardawa pun bergerak menotok lawan dibagian dada kanannya dengan totokan dua jari tangan kirinya.Seketika itu juga tubuh lawan yang sedang mendorongkan pedang menusuk ke dadanya menjadi kaku tak bisa bergerak dan juga tidak bisa bersuara


Setelah itu Bardawa langsung melesat ke atas bangunan gedung meninggalkan dua orang murid Perguruan Pedang Bintang yang sudah tidak berdaya.Dia kemudian bergerak diatas gedung Perguruan Pedang Bintang tanpa menimbulkan suara sedikitpun sambil mengira ngira dimana adanya letak ruangan ketua perguruan itu


Syut... syut... syut...


Tiba tiba melesat tiga senjata rahasia ke arah Bardawa yang menyerang ke arah tiga titik vital ditubuhnya.Bardawa pun dengan repleks berkelit menghindari serangan ketiga senjata rahasia yang menyerangnya.Bahkan salah satu senjata rahasia itu dia tangkap dengan jepitan kedua jari tangan kanannya yang ternyata adalah pisau kecil yang sangat tajam


" Penyusup darimana yang berani datang ke Perguruan Pedang Bintang disaat perguruan kami akan mengadakan acara sangat penting " Tanya seseorang yang tiba tiba telah berdiri diatap gedung dihadapan Bardawa


Raden Rusmana yang ditugaskan ayahnya untuk memperketat penjagaan di perguruan saat itu sedang mengontrol keadaan diseluruh area perguruan,termasuk diatas bangunan gedung perguruan dan kebetulan saat dia sedang berada diatas gedung perguruan itulah dia melihat sesosok orang yang mencurigakan


" Siapa kau kisanak ? Kau pasti bermaksud tidak baik kepada perguruan yang didirikan oleh ayahku ini " Tanya Raden Rusmana dengan suara keras membentak


" Kau bilang kau anak dari pendiri perguruan ini ? "


" Kalau begitu kebetulan sekali Raden dan maafkan atas kelancangan saya memasuki perguruan ini dengan cara yang tidak sopan.Aku melakukannya karena keadaan yang sangat mendesak.Aku berniat bertemu dengan ketua atau pendiri perguruan ini untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting sekali "


Jawab Bardawa sambil memberikan salam hormat kepada Raden Rusmana


Hmmm...


" Jangan berdalih dengan mencari banyak alasan setelah kau tertangkap basah menyusup diperguruan kami " Kata Raden Rusmana lagi sambil memasang kuda kuda,pertanda dia siap bertarung


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Bardawa.Saya ingin memberitahukan keadaan genting yang mengancam Perguruan Pedang Bintang ini karena ada sekelompok orang yang bermaksud mengacaukan acara pembukaan serta peresmian perguruan ini.Bahkan mungkin berniat untuk menghancurkan perguruan Pedang Bintang ini " Kata Bardawa lagi mencoba menjelaskan maksud kedatangannya


Raden Rusmana yang merasa geram mendengar perkataan Bardawa karena merasa kalau Bardawa sedang mengarang cerita dan secara tidak langsung menghina Perguruan Pedang Bintang dengan cara merendahkannya.Bardawa dianggap telah menganggap lemah perguruan ayahnya,sehingga ada pihak yang berniat menyerang dan menghancurkannya


" Rusmana bawa orang itu menemuiku " Tiba tiba terdengar suara berwibawa yang juga terdengar jelas oleh Bardawa


" Tapi ayahanda orang ini sepertinya penjahat yang bermaksud mengacau di perguruan kita " Jawab Raden Rusmana


Rupanya tadi adalah suara Raden Tumpur Saketi yang berbicara dari dalam gedung perguruan


" Jangan banyak membantah.Segera ajak orang itu kemari " Terdengar kembali suara Raden Tumpur Saketi dengan nada tegas

__ADS_1


" Baik ayahanda " Kata Raden Rusmana menanggapi perintah ayahnya


" Saudara mari ikuti aku untuk bertemu dengan ayahku " Ajak Raden Rusmana kepada Bardawa


Kemudian Raden Rusmana pun berkelebat dari tempat itu yang segera diikuti oleh Bardawa


Raden Rusmana membawa Bardawa ke ruangan pribadi Raden Tumpur Saketi.Saat itu diruangan pribadi Raden Tumpur Saketi terdapat pula Ki Wardani dan Ki Alap Alap yang adalah orang orang kepercayaan Raden Tumpur Saketi


" Selamat datang saudara Bardawa,pendekar yang berjuluk Pendekar Tangan Halilintar " Kata Raden Tumpur Saketi menyapa Bardawa setelah Bardawa tiba diruangan pribadinya bersama Raden Rusmana


" Silahkan duduk saudara Bardawa " Kata Raden Tumpur Saketi lagi dengan ramah mempersilahkan Bardawa untuk duduk dikursi kosong yang telah tersedia diruangan itu


" Terimakasih Raden " Kata Bardawa sambil terus duduk disalah satu kursi kosong didekat Ki Warsani dan Ki Alap Alap


Raden Rusmana begitu mendengar ayahnya menyebut nama Bardawa dan julukannya kepada orang yang dibawa menghadap ayahnya menjadi sangat kaget karena dia telah mendengar nama dan kehebatan Bardawa yang berjuluk Pendekar Tangan Halilintar sebagai pendekar aliran putih yang akhir akhir ini telah banyak menumpas pendekar pendekar dari golongan hitam


" Maafkan aku saudara yang tidak mengenalmu.Nama besar dan kehebatanmu telah lama ku dengar tapi baru kali ini aku berkesempatan bertemu,jadinya aku tidak tahu dengan siapa aku berhadapan.Pantas saja tadi saudara dengan mudah dapat menghindari serangan senjata rahasiaku,bahkan menangkap salah satunya " Kata Raden Rusmana kepada Bardawa sambil memberi salam hormat


" Iya tidak apa apa Raden " Kata Bardawa sambil tersenyum


" Rupanya ada sesuatu yang sangat penting yang hendak kau sampaikan kepadaku saudara Bardawa ? " Tanya Raden Tumpur Saketi


" Iya memang ada dan ini sangat mendesak.Sehingga saya mengambil cara tidak sopan dengan melompati tembok bangunan untuk memasuki Perguruan ini " Jawab Bardawa


Kemudian dia pun menjelaskan maksud kedatangannya dengan menerangkan segala apa yang dia ketahui dan kemungkinan yang bisa terjadi,dengan terlebih dahulu menceritakan kejadian malam tadi dipenginapan tempat dia dan Wira menginap


" Itulah hal yang ingin saya beritahukan kepada Raden selaku pendiri dan ketua perguruan ini " Kata Bardawa setelah dia selesai menerangkan apa yang akan diberitahukannya


Setelah Bardawa selesai menerangkan apa yang hendak diberitahukannya.Semua yang ada diruangan itu menjadi sangat kaget dan untuk sementara hanya terdiam tidak bisa berkata apa apa


" Terimakasih atas pemberitahuan dan peringatannya saudara Bardawa.Dan jika keterangan dan kecurigaan kawanmu benar berarti kita hanya bisa menunggu untuk menghadapi serangan musuh karena waktunya sudah sangat mendesak sekali.Acara akan tetap berjalan sesuai rencana tapi kewaspadaan harus makin ditingkatkan " Kata Raden Tumpur Saketi setelah agak lama terdiam setelah mendengar keterangan Bardawa


" Ki Warsani aku perintahkan kau untuk ikut berjaga dibagian depan perguruan.Sedangkan Ki Alap Alap kau aku perintahkan untuk berjaga dan mengawasi diatas gedung perguruan " Kata Raden Tumpur Saketi memerintahkan dua orang kepercayaannya untuk segera mengawasi dan berjaga


" Baik ketua " Jawab keduanya berbarengan.Setelah itu keduanya pun segera berkelebat meninggalkan ruangan itu


" Rusmana kau pun segera bergabung dengan yang lainnya untuk menyambut tamu tamu dan sekalian ikut mengawasi keadaan " Perintah Raden Tumpur Saketi kepada putra sulungnya itu


" Baik ayahanda " Jawab Raden Rusmana yang kemudian langsung berkelebat meninggalkan ruangan itu untuk menuju ke tempat acara nanti


" Saudara Bardawa aku minta kesediaannya untuk membantu kami menghadapi musuh musuh yang mungkin saja benar akan menyerang kami nantinya.Meskipun pasti itu akan sangat beresiko sekali terhadap keselamatanmu dan aku akan sangat berterimakasih sekali kalau kau bersedia membantu kami " Kata Raden Tumpur Saketi kepada Bardawa


" Saya akan berusaha semampunya untuk menumpas orang orang dari golongan hitam dan kalau ternyata orang orang yang nanti menyerang perguruan ini adalah orang orang golongan hitam yang pasti akan membantai juga semua tamu tamu yang hadir,terutama tamu tamu pendekar golongan putih.Tentu saja saya akan sekuat tenaga membantu menghadapinya " Kata Bardawa menanggapi permintaan Raden Tumpur Saketi


Raden Tumpur Saketi manggut-manggut mendengar jawaban Bardawa.Dia memaklumi jawaban Bardawa sebagai pendekar golongan putih yang selalu akan menentang tindakan tindakan golongan hitam yang kebanyakan bertindak semena-mena menindas orang orang lemah.Mendengar jawaban Bardawa seperti itu pun Raden Tumpur Saketi sudah sangat puas


" Saya mohon diri dulu Raden.Saya akan ikut bersama Ki Alap Alap untuk mengawasi dan berjaga diatas bangunan gedung " Kata Bardawa undur diri kepada Raden Tumpur Saketi


" Iya baiklah saudara Bardawa " Kata Raden Tumpur Saketi kemudian


Bardawa pun kemudian berkelebat meninggalkan Raden Tumpur Saketi sendirian diruangannya.Dia menuju ke halaman belakang bangunan Perguruan Pedang Bintang terlebih dahulu untuk menolong dan membebaskan totokkan kepada kedua murid perguruan yang tadi memergoki dirinya sewaktu dia memasuki halaman belakang.Tetapi ternyata mereka sudah tidak ada.Mungkin telah ditolong oleh kawan kawannya


Setelah itu Bardawa pun langsung melesat ke atas bangunan gedung.Dia mencari tempat diatas yang agak tersembunyi untuk mengawasi keadaan dari atas gedung bangunan

__ADS_1


__ADS_2