
Dari arah gerbang Kadipaten terlihat kelebatan hitam dengan sangat cepat,sehingga sepintas orang tidak dapat menyangka kalau itu adalah kelebatan manusia.Apalagi saat itu sedang terjadi pertempuran yang pecah antara pasukan Kadipaten Janur Emas dan pasukan Tengkorak Darah
Kelebatan hitam itu langsung menyerang orang orang dari pasukan Tengkorak Darah.Sehingga dalam waktu singkat banyak dari pasukan itu yang terluka parah,bahkan langsung meregang nyawa akibat sepak terjang bayangan hitam itu
Sebetulnya rata rata anggota pasukan Tengkorak Darah berilmu tinggi.Tapi dikarenakan serangan bayangan hitam yang mendadak,juga gerakannya sangat cepat.Sehingga respon atau refleks menghindar dan menangkis mereka jadi lambat karena selain kaget,juga karena mereka sedang bertempur melawan pasukan Kadipaten
Sosok tersebut tidak lain adalah Wira.Yang dengan mudah menembus perisai yang dia ciptakan sendiri dengan sangat mudah
Wira sengaja memilih pergi membantu pasukan Kadipaten yang bertempur dengan pasukan Tengkorak Darah yang berada diluar tembok benteng karena Wira merasa kalau pasukan ini lebih membutuhkan bantuan daripada Perguruan Pedang Bintang
Diperguruan Pedang Bintang banyak terdapat pendekar pendekar berilmu tinggi dan linuwih yang menjadi tamu undangan perguruan itu.Tentunya mereka tidak akan berpangku tangan jika terjadi penyerangan kepada perguruan Pedang Bintang
Sepak terjang Wira dengan segera diketahui oleh ketiga pimpinan utama pasukan Tengkorak Darah dan mereka segera berniat menghadapi Wira langsung,supaya tidak mengorbankan lebih banyak anggota mereka
" Gada Murka kau hadapilah keparat bertopeng hitam itu.Sepertinya dia lawan yang sangat tangguh.Sedangkan kau Klewang Geni tetap fokus pimpin pasukan kita untuk menumpas pasukan Kadipaten.Aku sendiri akan menghadapi Raksa keparat yang juga telah banyak membantai pasukan kita " Kata Landak Iblis yang merupakan wakil ketiga dan merupakan pimpinan tertinggi di dalam pasukan Tengkorak Darah diluar benteng ibu kota Kadipaten lewat ilmu mengirimkan suara jarak jauh
Segera Gada Murka yang merupakan wakil ke empat dan Klewang Geni yang merupakan wakil ke lima menyanggupi perintah dari Landak Iblis
Hampir berbarengan setelah itu,Landak Iblis dan Gada Murka melesat dengan sangat cepat menuju orang yang akan menjadi lawan mereka
***
Tanpa banyak bicara Gada Murka langsung menyerang Wira yang saat itu sedang menghadapi serangan dari kurang lebih dua puluh orang anggota pasukan Tengkorak Darah
Wira tidak bertempur setengah hati.Karena sepintas lalu saja dia dapat mengetahui jenis orang seperti apa orang orang Tengkorak Darah ini
Wira berkelebatan dengan Seruling Bambu Kuning ditangan kanannya.Serangan musuh semuanya dapat dimentahkan dengan tangkisan seruling itu.Selain menangkis semua serangan lawan,dari Seruling itu pun langsung membersit sinar kuning kehijauan yang langsung melabrak dan menembus tubuh lawan tanpa mampu mereka elakkan atau tangkis.Kedua puluh anggota Tengkorak Darah yang menyerang Wira pun langsung meregang nyawa dengan tubuh bolong tembus dan bahkan banyak yang hampir terkutung tubuh mereka
Jika saja yang terkena energi dari Seruling Bambu Kuning itu orang lemah atau yang bertenaga dalam rendah.Pasti tubuhnya akan langsung hancur menjadi debu tidak tersisa.Kondisi tubuh anggota Tengkorak Darah yang tidak hancur menjadi debu menunjukkan kalau memang mereka bukanlah orang orang lemah
Wusss...
Disaat Wira sedang menangkis serangan kedua puluh orang anggota Tengkorak Darah.Dari arah belakang atasnya membersit sinar biru yang mengeluarkan hawa sangat panas ke arah kepala Wira
Itu adalah serangan membokong dari Gada Murka yang langsung merapal salah satu ajian yang dikuasainya
Wira yang panca inderanya sudah sangat peka,terutama pendengarannya.Tentu saja mengetahui serangan gelap tersebut.Dia yang tadinya masih membatasi aji Tameng Naga dengan menyegelnya,langsung melepaskan segel itu dan seketika dari tubuh Wira langsung membersit cahaya hijau sangat terang dan sangat kuat yang langsung membentengi seluruh tubuhnya
Bummm...
Ledakan yang sangat kencang langsung terjadi ketika energi biru yang sangat panas dari ajian yang dilepaskan Gada Murka membentur energi aji Tameng Naga
Seketika tubuh Gada Murka yang sedang melesat langsung terpental lima tombak diudara karena kuatnya energi aji Tameng Naga yang menahan serangannya.Dan yang tidak disangka sangkanya adalah energi tangkisan lawan juga ternyata selain menangkis serangannya tetapi juga menyerang balik dengan kekuatan yang tiga kali lipat lebih besar dari serangannya
Gada Murka menunjukan tingkatannya dengan masih mampu menguasai tubuhnya dan mampu turun ditanah dengan menjejakkan kedua kakinya
Terlihat Gada Murka berdiri dengan kedua kaki terkembang dengan wajah yang kelam membesi karena merasa sangat marah.Dia tidak terima serangannya yang bernama ajian Geni Biru dapat dimentahkan dengan sangat mudah oleh lawan
Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi pengaruh dari bentrokan tadi.Tapi sebetulnya saat itu isi dadanya serasa bergoncang dan terasa sakit
" Keparat sialan.Siapa jahanam bertopeng ini dan ilmu apa yang dimilikinya !? " Umpat Gada Murka memaki Wira didalam hatinya
Sedangkan Wira yang dimaki oleh Gada Murka masih tetap berdiri ditempatnya seperti tidak terjadi sesuatu apapun.Terlihat tanah yang dia pijak dan tanah disekitar dia berdiri telah pecah pecah karena akibat bentrokan kekuatannya dengan kekuatan Gada Murka
Sesaat Wira terlihat berbalik menghadap ke arah Gada Murka yang saat itu berada sekitar tujuh tombak darinya
Gada Murka terlihat telah menggenggam sebuah gada dengan ujungnya yang bulat sebesar dua kali besar buah kelapa yang tadinya tergantung dipunggungnya
***
Raden Raksa Rajasa yang juga perhatiannya sedang tertuju kepada sosok dengan pakaian serba hitam yang memakai topeng kain yang juga berwarna hitam.Penuh tanda tanya didalam hatinya tentang identitas sosok tersebut.Dia tidak pernah mendengar tentang orang berpenampilan seperti orang yang dilihatnya saat itu.Tapi satu yang pasti dan membuat hatinya gembira,adalah orang itu berada dipihak pasukan Kadipaten.Tidak dapat dibayangkan jika orang itu berada dipihak musuh,tentu akan banyak korban dipihaknya karena sepak terjang orang itu
Meskipun dia sedang memperhatikan sepak terjang Wira tapi perhatiannya kepada musuh tetap tidak dia lepaskan.Dia masih sempat menghindari serangan musuh dan balas menyerang
Saat itulah dari arah sebelah kirinya melesat satu sosok dari pasukan musuh ke arah dirinya.Nalurinya mengatakan kalau orang ini sangat berbahaya karena gerakannya sangat cepat sekali,berbeda dari anggota Tengkorak Darah yang lain dan juga aura yang dia rasakan sangat besar yang keluar dari orang itu
Orang itu tidak lain adalah Landak Iblis Wakil ketiga dari pimpinan Tengkorak Darah dan adalah pimpinan tertinggi dari pasukan Tengkorak Darah yang berada diluar tembok benteng Kadipaten Janur Emas
Dalam beberapa kejapan mata sosok Landak Iblis telah berada lima langkah dihadapan Raden Raksa Rajasa
" Kau pasti yang bergelar Raksa dan yang menjadi pimpinan pasukan Kadipaten " Kata Landak Iblis yang berdiri congkak sambil telunjuk tangan kanannya menunjuk lurus ke arah wajah Raden Raksa Rajasa
" Ya aku adalah Raksa yang berkuasa dan bertanggung jawab terhadap keamanan Kadipaten ini.Siapapun yang mengacau di Kadipaten ini mereka akan berhadapan denganku dan untukmu serta seluruh pasukanmu kematian tanpa sisa adalah hukuman yang pasti akan ku jatuhkan " Jawab Raden Raksa Rajasa dengan suara penuh wibawa dan juga sorot mata tajam menatap kepada Landak Iblis
Ha ha ha...
" Ancaman mu hanya berlaku untuk menakut nakuti tikus sawah.Hari ini aku Landak Iblis Wakil ketiga pimpinan Tengkorak Darah akan membunuhmu dengan mencincang tubuhmu dan mengeluarkan jantungmu " Kata Landak Iblis meremehkan Raden Raksa Rajasa yang diawali dengan tawa bergelak
Setelah mengakhiri kata katanya Landak Iblis langsung menyerang Raden Raksa Rajasa dengan keris yang mengeluarkan sinar perak yang sudah terhunus ditangan kanannya
Heaaa...
Dalam sekejapan mata ujung mata Keris Landak Iblis telah berada satu jengkal dari leher Raden Raksa Rajasa siap untuk menusuk tenggorokan
Tapi dengan gerakan sangat cepat Raden Raksa Rajasa menangkis keris itu dengan sapuan dari bawah ke atas menggunakan keris miliknya yang berluk sembilan.Keris yang sangat panjang untuk ukuran sebuah keris
Trangngng...
Suara berdentrang terdengar sangat nyaring yang juga disertai dengan memerciknya bunga api dari tangkisan kedua keris itu
Keris Landak Iblis langsung terpental ke atas karena dorongan dari tangkisan keris lawan.Tapi secepat kilat keris itu telah kembali membabat ke arah wajah Raden Raksa Rajasa didahului dengan sinar keperakkan yang keluar dari ujung keris
Raden Raksa Rajasa memejamkan kedua matanya karena merasa silau dengan sinar itu dan dengan mengandalkan ketajaman pendengaran dan kecepatannya bergerak,dia menarik wajahnya kebelakang sehingga wajahnya selamat dari sambaran tebasan keris lawan.Dengan gerakan sangat cepat pula dia langsung bersalto kebelakang sambil kaki kanannya menyapu menendang pergelangan tangan lawan yang memegang keris
Tidak mau tangannya tersapu tendangan lawan dan tidak mau jika sampai senjatanya terlepas dari pegangan tangannya.Tangan kiri Landak Iblis langsung bergerak menangkis sapuan kaki Raden Raksa Rajasa
Desss... Bukkk...
Kaki kanan dan tangan kiri mereka beradu dengan sangat keras.Landak Iblis sampai terdorong kebelakang tiga langkah karena kerasnya bentrokan tangan kirinya dan kaki kanan lawan
__ADS_1
Raden Raksa Rajasa akhirnya dapat kembali berdiri tegak setelah bersalto kebelakang dan langsung kembali memasang kuda kuda untuk bertarung
" Hebat juga kepandaianmu anjing Kadipaten.Tapi kepandaianmu yang tidak seberapa itu hari ini akan ku kubur bersama nyawamu " Kata Landak Iblis dengan seringai dibibirnya
" Jangan banyak bacot kacung Tengkorak Darah.Hari ini kau beserta semua komplotanmu akan mati tak berkubur.Kalian semua akan musnah di Kadipaten Janur Emas ini " Balas Raden Raksa Rajasa kemudian dengan sangat geram
Landak Iblis menjadi sangat marah sekali disebut kacung dan segera dia menyerang kembali dengan serangan dan jurus yang lebih mematikan
Dalam waktu yang sangat singkat pertarungan keduanya telah berjalan ratusan jurus dan gerakan keduanya pun menjadi sangat cepat hingga tubuh keduanya tidak terlihat jelas karena telah membentuk bayang bayang.Pertarungan mereka tidak hanya terjadi dibawah tetapi juga terjadi diudara.Sungguh pertarungan yang sangat dahsyat dan sangat jarang terjadi.Kalau saja bukan dalam situasi peperangan,tentu pertarungan mereka akan menarik sekali banyak penonton yang menyaksikannya
***
Ditempat lain pertarungan yang terjadi antara Wira dengan Gada Murka pun berlangsung sangat sengit
Wira sebetulnya dari awal lebih menahan kemampuannya karena ingin menjajaki kemampuan pimpinan pasukan musuh.Ternyata setelah bertarung,lawan betul betul memiliki ilmu Kanuragan dan kesaktian yang sangat tinggi
Ini sangat berbahaya bagi rakyat dan orang orang yang berkemampuan dibawah mereka.Jadi tidak ada jalan lain kecuali membinasakan lawannya dan menumpas seluruh komplotan Tengkorak Darah
Setelah berkali kali melepaskan serangan dengan merapal ajian ajian dahsyat tetapi belum dapat juga mengalahkan musuh,meskipun telah mengkombinasikan dengan jurus Gada Penghancur Bumi.Akhirnya Gada Murka mengeluarkan ilmu pamungkasnya yaitu aji Gada Penghancur Jagad dan Iblis Tengkorak Darah
Aji Iblis Tengkorak Darah adalah ilmu yang diajarkan oleh ketua Tengkorak Darah kepada lima wakil utamanya.Ilmu ini sangat dahsyat dan ganas karena mengandung racun mematikan
Terlihat tangan kanan yang memegang gagang gada dan juga gagang gada sampai kepalanya bergetar keras.Terlihat ujung bulatan gada dibalut dengan energi berwarna biru yang menyebabkan kepala gada terlihat sangat besar sampai sepuluh kali lipat dari yang sebelumnya
Terlihat juga keluar asap berwarna merah darah dari ubun ubun Gada Murka yang kemudian membentuk sepuluh kepala tengkorak hitam dengan kedua rongga mata berwarna merah darah dan dari kedua rongga mata tengkorak ini membersit asap merah darah yang mengeluarkan bau yang sangat busuk menyengat.Itulah racun ganas yang terkandung didalam ajian Iblis Tengkorak Darah
" Mampus dan pergilah ke Neraka,keparat "
Heaaa...
Gada Murka memfokuskan pikirannya untuk mengendalikan kesepuluh tengkorak darah yang tercipta dari asap yang keluar dari ubun ubunnya
Kesepuluh tengkorak darah itu melesat menyerang ke arah tubuh Wira dengan terlebih dahulu menyemburkan asap merah darah beracun dari masing masing mata tengkorak darah itu
Wusss...
Serangan itu menimbulkan siutan angin dingin yang serasa mengundang kematian
Aji Tameng Naga langsung bereaksi dan seketika dari seluruh tubuh Wira mencuat sinar hijau yang sangat terang dan kuat dalam menangkis serangan Tengkorak Darah dari Gada Murka
Wusss... wusss...
Anehnya kesepuluh Tengkorak Darah dan semburan semburan asapnya itu tidak terpengaruh sama sekali oleh energi aji Tameng Naga.Bahkan tengkorak tengkorak itu menembus begitu saja sinar energi aji Tameng Naga,seperti batu yang menembus air
Wira sontak menjadi sangat terkejut karenanya dan hampir saja semburan asap dari tengkorak tengkorak itu mengenai tubuhnya
Sekitar tiga jengkal lagi semburan asap dari kesepuluh pasang mata tengkorak akan mengenai tubuh Wira,Wira langsung melesat ke atas dengan kecepatan kilat untuk menghindari serangan itu
Bummm...
Semburan asap itu luput mengenai tubuh Wira dan langsung menghantam tanah yang berada sekitar dua tombak dibelakang tadi Wira berdiri.Suara yang sangat kencang pun terdengar ketika serangan itu menghantam tanah dan seketika guncangan seperti gempa terasa pada tanah disekitar itu.Tanah itu pun langsung membentuk lubang yang lumayan besar dan dalam
Sementara itu Wira yang melesat ke udara ternyata diburu oleh kesepuluh tengkorak Darah.Wira langsung merapal aji Mega Mendung untuk menghantam kesepuluh Tengkorak Darah itu
Wusss...
Selarik angin hitam yang mengeluarkan hawa sangat dingin membersit dari telapak tangan kiri Wira dan melesat menghantam tengkorak tengkorak itu berikut semburan asap asap merah darahnya
Tapi seperti tadi energi serangan Wira lewat begitu saja seperti menembus angin atau bayang bayang saja
Bummm...
Lesatan semburan asap dengan telak melabrak tubuh Wira dan menyebabkan suara ledakan berdentum sangat keras
Tubuh Wira langsung terpental makin tinggi ke udara sejauh lima tombak dan disaat itu kesepuluh Tengkorak Darah terus melesat untuk menghantam tubuh Wira
Dalam keadaan begitu rupa,Wira masih dapat melihat kelebatan tengkorak tengkorak itu.Wira langsung berkelebat kebawah dan langsung jatuh setengah berlutut ditanah.Wira memegangi dadanya yang serasa panas dan sesak.Sesaat kemudian Wira langsung memuntahkan darah hitam dari mulutnya sebanyak tiga kali semburan darah
" Betul betul racun yang sangat ganas sekali.Untung tubuhku terlindungi oleh energi Pusaka Kujang Dewa sehingga racun tersebut tidak berpengaruh.Tapi kekuatan gempuran serangannya sangat kuat sehingga membuatku terluka dalam " Batin Wira didalam hatinya
Disaat seperti itu tiba tiba energi biru berbentuk gada yang sangat besar melesat menghantam Wira dari arah depannya
Bummm...
Tapi serangan aji Gada Penghancur Jagad dapat ditangkis dengan aji Tameng Naga yang membersit dari tubuh Wira.Tubuh Wira pun langsung terpental sekitar dua tombak akibat kuatnya serangan itu dan ditempat tadi Wira berada langsung terbentuk legukan yang luas dan dalam.Kepulan debu dan muncratan tanah pun sesaat menutupi pemandangan
Gada Murka sendiri terpental lima tombak akibat kuatnya energi aji Tameng Naga yang terus melabrak disertai sebagian kekuatan aji Gada Penghancur Jagad yang membalik menyerang dirinya dengan kecepatan yang berlipat dari yang dia lepaskan
Terlihat tubuhnya terkapar ditanah dengan darah yang menyembur dari mulutnya.Ternyata dia terluka dalam akibat bentrokan kekuatan itu
Orang orang dari pihak pasukan Kadipaten dan Tengkorak Darah semuanya menjauh,tidak ada yang berani mendekati tempat pertarungan Wira dan Gada Murka karena tidak ingin terkena imbas dari pertarungan mereka
Sesaat tampak Wira dan Gada Murka sudah kembali bangkit dan bersiap kembali untuk bertarung
" Aneh kenapa serangan tengkorak tengkorak itu tidak dapat dihantam dengan serangannya.Tetapi serangan musuh yang terakhir dapat dia tangkis dan bahkan dapat memukul balik lawan " Pikir Wira didalam benaknya
Gada Murka sendiri kaget sebetulnya dengan serangan ajian pamungkasnya yang bernama aji Gada Penghancur Jagad yang dapat dimentahkan oleh lawan.Maka dari itu dia berniat untuk menyerang lagi lawan dengan aji Iblis Tengkorak Darah yang dia dapat dari pemimpin utama Tengkorak Darah
" Ternyata ajian Iblis Tengkorak Darah betul betul masih diatas ajian Gada Penghancur Jagad milikku " Kata Gada Murka dalam hatinya
Seketika dia langsung memusatkan tenaga dalam dan pikirannya untuk melancarkan lagi aji Iblis Tengkorak Darah
Pertempuran pun segera terjadi dengan sangat sengit antara Wira dan Gada Murka.Tubuh Wira sudah menjadi bayang bayang saking cepat gerakannya dalam menghindari setiap serangan semburan asap dan lesatan Tengkorak Tengkorak Darah
Tubuh Wira saat itu telah basah bermandikan keringat karena betul betul pertarungannya kali ini telah mengeluarkan banyak tenaga dan kekuatan tenaga dalam.Untung tenaga dalam Wira sangat besar karena memang tenaga dalam Wira sudah mencapai tarap sangat tinggi.Jadi dia tidak mudah terkuras tenaga dalamnya
Dalam pertarungan itu tidak hentinya Wira memikirkan bagaimana caranya menghancurkan kekuatan ilmu lawan.Dia telah mencoba untuk langsung menggempur tubuh Lawan.Tapi gerakan dan serangannya selalu saja dihadang oleh Tengkorak Tengkorak Darah
Akhirnya setelah lama dia mempelajari dan mengamati kinerja ilmu lawan.Dirinya sampai pada kesimpulan kalau dirinya harus dapat memecahkan dan menghancurkan konsentrasi lawan dan yang bisa melakukannya salah satunya adalah kekuatan suara
__ADS_1
Akhirnya sambil berkelebatan menghindari semburan asap dan kejaran Tengkorak Tengkorak Darah,Wira akhirnya menempelkan Seruling Bambu Kuning dibibirnya yang dari tadi dipegang ditangan kanannya dan telah beberapa kali dipakai menyerang dalam pertempuran itu
Wira segera meniup Seruling Bambu Kuningnya dengan penyaluran tenaga dalam pada tiupannya itu.Dia meniup seruling itu dengan tiupan tidak menentu dan semakin lama tenaga dalam yang dia salurkan pada tiupan serulingnya semakin besar
Suara yang awalnya pelan sekarang terdengar semakin kencang dan semakin tinggi saja.Semua orang yang mendengar suara seruling dan tidak memiliki tenaga dalam tinggi langsung merasakan sakit ditelinga mereka.Banyak yang gendang telinganya langsung pecah dan langsung tidak sadarkan diri
Seiring suara yang semakin meninggi yang keluar dari Seruling yang ditiup Wira,semburan asap dari rongga rongga mata Tengkorak Darah semakin melemah dan semakin tipis.Gerakan Tengkorak Tengkorak Darah pun menjadi semakin lambat seperti terhalang sesuatu
Saat itu Gada Murka sendiri merasakan serangan energi suara yang menembus tabir ajian yang diterapkannya dan perlahan suara itu menembus kedalam pendengarannya.Dia berusaha melapisi pendengarannya dengan tenaga dalam dan berniat meningkatkan lagi serangannya.Tapi ternyata energi suara yang menembus pendengarannya semakin kuat saja dan akhirnya gendang gendang telinganya pecah dan hancur karena tidak sanggup menahan menahan serangan energi suara itu.Darah pun membanjir keluar dari kedua lubang telinga Gada Murka dan dia pun jatuh berlutut dengan satu kaki ditekuk
Seiring dengan itu kesepuluh Tengkorak Darah yang tercipta dari asap energi aji Iblis Tengkorak Darah pun hilang musnah seperti ditelan hembusan angin
Wira pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu.Dia langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Gada Murka dengan ujung Seruling Bambu Kuning yang berkiblat ke arah kepala Gada Murka
Bresss... Crebbb...
Ujung Seruling Bambu Kuning pun dengan telak menembus kepala Gada Murka tepat dibagian keningnya dan disaat ujung Seruling menembus kepala Gada Murka,kepala itu pun langsung hancur menjadi debu
Akhirnya Gada Murka pun tewas.Tubuhnya tergelimpang ditanah dengan tanpa kepala
Perang pun masih berlangsung dan telah sangat banyak korban berjatuhan dikedua belah pihak
***
Pertarungan Raden Raksa Rajasa melawan Landak Iblis telah berlangsung lebih dari tiga ratus jurus dan kini keduanya sama sama berniat mengeluarkan ilmu pamungkasnya untuk dapat segera mengalahkan musuh
Sebelumnya serangan keris Raden Raksa Rajasa dan juga serangan ajian ajian ilmu tingkat tingginya telah beberapa kali mendarat ditubuh Landak Iblis tetapi serangannya itu semua tak berbekas karena dari tubuh Landak Iblis sekarang keluar duri duri berbentuk duri landak dengan warna hitam dan sangat kuat.Duri duri itu seakan menjadi tameng atau perisai bagi Landak Iblis dan berkat ilmu ini lah dirinya mendapat julukan Landak Iblis
" Ayo keluarkan seluruh ilmu kadigdjayaan mu beserta ilmu pamungkasmu jika ada.Itu semua tidak akan mempan kepadaku karena seluruh tubuhku telah dilapisi oleh ilmu aji Landak Iblis ha ha ha... " Kata Landak Iblis kepada Raden Raksa Rajasa dengan penuh nada sombong dan meremehkan
" Bawa semua kesombonganmu itu ke Neraka.Aku bersumpah mengakhiri kesombonganmu dan hidupmu hari ini juga " Balas Raden Raksa Rajasa dengan tatapan tajam penuh tekad untuk menghabisi lawan
Raden Raksa Rajasa segera merapal ajian Batara Murka yang adalah ilmu pamungkasnya dan Landak Iblis pun segera merapal ajian Keris Selaksa yang juga adalah ilmu pamungkasnya
Landak Iblis mengambil sikap seperti bersidekap dengan tangan kanan yang memegang keris didepan dada.Sedangkan tangan kirinya terangkat ke atas menghadap ke langit dengan jari terkepal
Perlahan dari badan keris Landak Iblis membersit sinar terang keperakkan yang makin lama semakin membesar dan dalam waktu yang sangat cepat sinar itu membentuk ratusan keris.Meskipun namanya aji Keris Selaksa tapi pada kenyataannya keris yang tercipta hanya berjumlah kurang lebih tujuh ratus keris
Dihadapannya sekitar tujuh tombak,Raden Raksa Rajasa perlahan tubuhnya membesar menjadi lima kali lipat besar tubuhnya.Kedua matanya pun berubah menjadi merah membara.Itulah ajian Batara Murka yang dirapalnya
Tangan kiri Landak Iblis yang terangkat lurus ke atas perlahan ditarik ke bawah dan setelah sejajar dengan dada langsung disorongkan ke depan dengan jari terbuka
Seketika ratusan keris yang tercipta dari aji Keris Selaksa langsung melesat ke arah Raden Raksa Rajasa dengan menimbulkan suara mengaung seperti suara ribuan kepakkan Tawon
Setiap keris yang tercipta itu mempunyai kekuatan untuk menghancurkan sebongkah batu karang besar.Maka dapat dibayangkan jika semua keris yang tercipta itu bersarang ditubuh Raden Raksa Rajasa
Ngungngng.... Syuttt...
Ratusan keris berwarna perak melesat ke arah tubuh Raden Raksa Rajasa yang telah berubah menjadi raksasa dengan sangat cepat sekali
Bummm...
Dengan telak semua keris keris itu menghantam tubuh Raden Raksa Rajasa dan menimbulkan suara dentuman yang memekakkan telinga.Cahaya perak terang pun membias terang ditubuh raksasa Raden Raksa Rajasa berbarengan dengan suara dentuman
Landak Iblis tersenyum senang karena yakin kalau lawannya akan mati dengan tubuh hancur menjadi debu terkena aji Keris Selaksa-nya.Tapi senyumnya itu segera hilang karena dari bias pancaran sinar perak energi serangannya muncul menerobos sosok raksasa lawan dan melesat cepat dengan tinju kanan menderu ke arah dadanya
Bummm...
Tinju itu tidak dapat dielakkan dan bersarang tepat didada Landak Iblis
Tubuh Landak Iblis terpental jauh ke belakang sejauh belasan tombak dan tubuh Landak Iblis pun terkapar ditanah dengan tubuh terseret ditanah kurang lebih lima tombak yang menyebabkan lubang yang panjang dan dalam ditanah itu
tapi hebatnya tubuh Landak Iblis tidak terluka sama sekali hanya ada sekitar sepuluh cucuk Landak ditubuhnya yang berpatahan.Tapi meskipun terlihat seperti tidak mengalami luka,sebenarnya Landak Iblis menderita luka dibagian dalam.Isi dada-nya terasa seperti hancur dan seketika itu juga dia memuntahkan darah merah kehitaman dari mulutnya
Belum sempat dia bangun sosok raksasa Raden Raksa Rajasa telah melesat meluncur dari atas dengan kaki kanan terarah ke dadanya
Landak Iblis langsung berguling ke kiri menghindari injakkan kaki lawan
Bummm...
Kaki kanan Raden Raksa Rajasa menghujam tanah dimana sebelumya Landak Iblis berada
Tanah yang terkena injakkan itu pun melesak dan menimbulkan lubang yang sangat besar dan dalam
Landak Iblis langsung melesat menjauhi lawan sambil melepaskan pukulan jarak jauh kepada lawan
Bummm...
Pukulan jarak jauh itu tidak dihindari oleh Raden Raksa Rajasa dan pukulan itu tidak membekas sama sekali ditubuhnya.Raden Raksa Rajasa langsung memburu Landak Iblis yang berusaha kabur darinya
Rupanya sekarang Landak Iblis merasa ketakutan oleh kekuatan lawan.Tubuh luarnya memang tidak dapat terluka karena lindungan dari ilmu aji Landak Iblis.Tapi besarnya kekuatan musuh dapat membuatnya terluka dalam yang bukan mustahil dapat menghancurkan organ dalamnya
Akhirnya tubuhnya menjadi bulan bulanan Raden Raksa Rajasa.Sehingga kini Landak Iblis sudah seperti jembel karena seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya hampir hancur seluruhnya
Akhirnya dengan gerakkan kilat keris Raden Raksa Rajasa yang sebetulnya dari tadi tidak dia sarungkan.Tapi terus melayang diatas kepalanya karena Raden Raksa Rajasa mengendalikan dengan tenaga dalamnya melesat menusuk mata sebelah kanan Landak Iblis sampai tembus kebelakang kepalanya yang menyebabkan Landak Iblis tewas seketika
Sebetulnya setelah sekian lama bertarung.Raden Raksa Rajasa menyadari kalau kedua mata lawan adalah titik kelemahannya karena bagian itu tidak dapat muncul cucuk duri Landak.Tapi dikarenakan pergerakkan lawan yang sangat cepat dan pertahanan lawan yang kuat,akhirnya dia tidak dapat menyerang bagian mata Landak Iblis
Dalam pertarungan itu,beruntung Landak Iblis tidak sempat mengeluarkan ilmu ajian Iblis Tengkorak Darah.Kalau tidak,mungkin Raden Raksa Rajasa belum tentu dapat mengalahkan dan membunuh Landak Iblis
Landak Iblis sebetulnya memang lupa untuk mengeluarkan ilmu aji Iblis Tengkorak Darah dan itu harus dibayar mahal dengan kematiannya
Setelah pertarungan Raden Raksa Rajasa dan Landak Iblis berakhir,sekarang terlihat tempat bekas pertarungan mereka yang porak poranda
Kematian dua pimpinan pasukan Tengkorak Darah ternyata menyurutkan semangat dan mental pasukannya.Pimpinan terakhir yaitu wakil ketua kelima pasukan Tengkorak Darah yang bernama Klewang Geni akhirnya tewas melawan lima orang Lurah Pedang.Dia juga tidak sempat mengeluarkan ilmu aji Iblis Tengkorak Darah.Begitu dia baru berniat mengeluarkannya ternyata kematian telah didepan matanya yang akhirnya nyawanya benar benar melayang karena dewa maut menjemputnya
Lambat laun pasukan Tengkorak Darah pun dapat dikalahkan dan ada sebagian kecil yang berhasil melarikan diri
____________________________________________________
__ADS_1
SELAMAT BULAN SUCI RAMADHAN