Kujang Dewa 2

Kujang Dewa 2
Banjir darah di Perguruan Pedang Bintang 3


__ADS_3

Pertempuran sengit pun tidak hanya terjadi pada pertempuran kedua orang kepercayaan Raden Tumpur Saketi yang masing masing dibantu oleh seorang putra dari Raden Tumpur Saketi tapi pertempuran sengit pun terjadi antara Bardawa yang lebih dikenal dengan julukan Pendekar Tangan Halilintar melawan salah seorang pendekar dari anggota pasukan Tengkorak Darah


Pendekar anggota pasukan Tengkorak Darah itu ternyata memiliki ilmu kesaktian tinggi setara dengan para wakil ketua pasukan Tengkorak Darah.Anggota Tengkorak Darah tersebut adalah seorang lelaki setengah baya dengan perawakan yang kekar meskipun dengan usianya yang sudah mendekati setengah abad,rambutnya juga sebagian besar telah memutih.Dia bernama Ki Rantaka dan mempunyai julukan Pendekar Guntur Bumi


Dia tadinya merupakan seorang perampok tunggal yang ganas yang malang melintang disebuah kawasan hutan yang terkenal angker.Dia bergabung dengan kelompok Tengkorak Darah setelah pada suatu hari bertempur dengan ketua Tengkorak Darah yang kebetulan melintas dikawasan hutan yang menjadi kekuasaannya dan pada pertempuran itu dia dapat dikalahkan oleh ketua Tengkorak Darah


Ketua Tengkorak Darah yang merasakan kekuatan dan kehebatan Rantaka tidak membunuhnya dengan satu syarat dia harus tunduk dan bergabung dengan kelompok Tengkorak Darah


Ki Rantaka yang memang telah kalah dan tidak berdaya,akhirnya menyetujui untuk tunduk dan mengikuti ketua Tengkorak Darah dengan menjadi salah satu anggota kelompok atau perkumpulan itu


Meskipun dia bukan salah satu yang menjadi wakil ketua Tengkorak Darah dan tidak menerima ilmu aji Iblis Tengkorak Darah dari sang ketua,tapi dengan ilmu aji Guntur Bumi yang dimilikinya menjadikan dia salah satu orang kepercayaan ketua Tengkorak Darah


Pada awal pertarungan,Ki Rantaka telah sangat menyepelekan Bardawa dengan tidak memandang sebelah matapun,tapi setelah bertukar jurus dia menjadi kaget karena ternyata lawannya dapat mengimbangi permainan silatnya.Bahkan setelah dia bertarung dengan menyalurkan tenaga dalam pada setiap serangannya,lawannya masih tetap bisa mengimbanginya.Bahkan karena sedikit kelengahannya satu sikutan Bardawa berhasil bersarang dipunggung kirinya dan itu membuatnya menjadi sangat marah


Pertarungan mereka telah menjauh dari lokasi pertarungan pasukan Tengkorak Darah dan pihak Perguruan Pedang Bintang dan juga tidak ada seorangpun yang berusaha menghentikan pertarungan mereka karena semua yang ada di lokasi Perguruan Pedang Bintang pun tengah terlibat dalam pertempuran


" Kunyuk buduk,ternyata kepandaianmu boleh juga.Sekarang cepat bacakan mantra untuk mampus karena saat ini juga aku akan mengirimmu menghadap Raja Neraka " Ucap Ki Rantaka dengan nada geram dan sorot mata merah nyalang yang menandakan kemarahannya


" Aku ragu kecebong sepertimu dapat melakukannya " Balas Bardawa dengan disertai seringai ejekan dibibirnya yang membuat amarah didalam dada Ki Rantaka semakin berkobar saja


Ki Rantaka menanggapi ucapan Bardawa ini dengan melesat sambil membabatkan klewang yang dari awal bertarung selalu tergantung dipinggangnya karena memang sebelumnya pertarungan antara dirinya dan Bardawa dilakukan dengan tangan kosong


Sring...


Terdengar suara berdesing dan kelebatan hitam terang klewang Ki Rantaka yang membabat sangat cepat ke arah pinggang kanan Bardawa


Bardawa yang selalu waspada segera menarik sebelah kakinya setengah langkah kebelakang dan entah kapan tiba tiba ditangan kanannya telah tergenggam sebilah pedang yang selalu tergantung dipunggungnya


Klewang Ki Rantaka membabat udara kosong ditempat sebelumnya Bardawa berdiri dan dia bermaksud meneruskan dengan babatan susulan.Tetapi ternyata dengan gerakan sangat cepat Bardawa telah menempelkan pedangnya ke badan klewang.Sehingga klewangnya tertahan tidak dapat digerakkan


Tanpa dia sadari dengan gerakan sangat cepat Bardawa memukulkan tinju dengan tangan kirinya yang disertai pengerahan tenaga dalam lumayan besar


Bukkk...


Pukulan tinju kiri Bardawa menghantam dada Ki Rantaka dengan telak dan membuat Ki Rantaka terjajar sejauh tiga langkah


Terlihat ekspresi mengerenyit menahan sakit pada wajah Ki Rantaka.Tapi tidak ada suara kesakitan yang keluar dari mulutnya


Bardawa sebetulnya sangat kaget karena pukulan tangan kirinya tadi sanggup untuk menghancurkan karang sebesar kerbau.Tapi ternyata dampak yang ditunjukan lawannya hanyalah ekspresi kerenyitan tanpa sedikitpun keluar suara kesakitan


" Keparat,akan ku hisap darahmu dan akan ku keluarkan jantung dalam tubuhmu,setelah itu akan ku berikan kepada anjing " Ucap Ki Rantaka dengan sangat geram


Ki Rantaka kembali menyerang Bardawa dengan klewangnya.Dia mengeluarkan ilmu golok amukan badai yang dikuasainya.Meskipun ilmu itu adalah ilmu golok,tapi karena dia lebih menyukai klewang,jadi dia tetap memilih klewang sebagai senjatanya


Pertarungan pun kemudian terjadi semakin sengit saja.Pertarungan itu selain menggunakan senjata tapi juga diselingi dengan pelepasan ilmu ilmu pukulan sakti bertenaga dalam tinggi

__ADS_1


Gerakan mereka semakin lama semakin cepat.Sehingga tubuh keduanya berkelebatan membentuk bayangan yang saling beradu dan berkelit seperti berkejaran.Tanah disekitar merekapun telah banyak yang terbongkar akibat dari bentrok tenaga dalam dan pukulan sakti.Tidak terasa pertarungan merekapun telah berlangsung ratusan jurus dan belum terlihat tanda tanda siapa yang akan memenangkan pertarungan


Dalam gerakan yang tidak dapat dilihat pandangan mata orang biasa klewang Ki Rantaka menebas lurus mengeluarkan sinar dan aura hitam terang dan mengeluarkan hawa sangat panas yang mengarah ke tubuh Bardawa setelah sebelumnya dia dapat menendang dada Bardawa dan membuatnya terpental sejauh dua tombak


Ki Rantaka merapal ilmu aji Lebur Wesi yang dia salurkan lewat serangan klewang dalam jurus Iblis Golok Membelah Bumi


Wusss...


Gelombang sinar hitam terang yang sangat panas menerjang ke arah Bardawa.Bardawa dengan gerakan begitu rupa melentingkan tubuhnya ke udara setelah menetakkan kaki kanannya ke tanah untuk menghindari sambaran serangan lawan


Dari udara Bardawa melesat ke arah lawan dalam gerakan Alap Alap menyambar mangsa dengan membabatkan pedangnya yang telah dialiri ilmu aji Tangan Halilintar yang menyebabkan pedangnya diselimuti sinar merah kebiruan yang mengeluarkan aura sangat panas melebihi panasnya aura ilmu aji Lebur Wesi yang dikeluarkan Ki Rantaka


Ki Rantaka yang menjadi sangat kaget dengan sangat cepat langsung membabatkan klewangnya untuk menangkis serangan pedang lawan


Trangngng...


Pedang dan klewang beradu sehingga mengeluarkan suara dentrangan sangat keras juga bunga api yang memijar sangat terang


Bentrokan itu membuat klewang Ki Rantaka menjadi hancur leleh karena tidak kuat menahan energi aji Tangan Halilintar pada pedang Bardawa dan itu sangat mengejutkan Ki Rantaka.Dengan sangat repleks Ki Rantaka juga melepaskan pegangan pada gagang klewang yang tersisa ditangannya karena gagang klewang itu terasa sangat panas tidak ubahnya seperti bara api


Tidak sampai disitu saja ternyata sinar merah kebiruan energi aji Tangan Halilintar terus melabrak ke arah tubuh Ki Rantaka yang sepertinya tidak akan dapat dielakkan olehnya


Dalam keadaan begitu rupa ternyata Ki Rantaka yang memang telah banyak sekali mengenyam asam garam dunia persilatan,dia mampu berkelit dengan menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan segera berguling menjauh ke arah samping kirinya


Bummm...


Wajah Ki Rantaka menjadi pucat dibuatnya setelah dia melihat akibat yang disebabkan serangan lawannya.Tapi itu semua tidak menyebabkan dirinya menjadi takut.Justru sebaliknya dia menjadi lebih marah dan lebih bernafsu untuk mengalahkan dan membunuh lawannya.Dia pun secepat kilat berdiri dan langsung bersiap kembali untuk menyerang Bardawa


" Kecebong dekil,apakah kamu sudah membaca mantra mampus !?.Aku sarankan kau segera membacanya karena takutnya nanti tidak akan keburu " Ucap Bardawa membalikan ucapan Ki Rantaka sebelumya kepada dirinya yang disertai seringai ejekan.Dia juga menyebut Kecebong dekil kepada Ki Rantaka yang memang keadaannya sekarang berselimut debu setelah tadi dia berguling ditanah.Ucapan dan seringai Bardawa itu seperti minyak yang disiramkan ke api.Membuat amarah Ki Rantaka menjadi semakin menyala saja,bahkan nafasnya menjadi berat dan sesak karena dorongan amarahnya


" Anjing buduk,babi comberan.Aku pastikan kau mampus tidak berkubur sekarang juga " Teriak Ki Rantaka dengan suara keras menggelegar.Suaranya itu disertai pengerahan tenaga dalam yang dapat menghancurkan gendang telinga bagi siapa saja yang bertenaga dalam rendah yang mendengarnya.Apalagi bagi yang tidak memiliki tenaga dalam sama sekali


Dengan segera Ki Rantaka merapal ilmu aji Guntur Bumi yang selama ini menjadi ilmu kebanggaannya.Matanya menjadi lebih merah menyalang.Tangan kanannya yang terkepal berada disamping dengan sikap seperti kuda kuda memperlihatkan getaran yang semakin lama semakin kuat dan juga diselimuti sinar merah kehitaman


Bardawa yang menyaksikan hal itu segera menyarungkan kembali pedangnya dipunggungnya.Setelah itu dia pun segera merapal ilmu aji Tangan Halilintar yang juga merupakan ilmu andalannya.Ilmu ini juga yang telah menjadikan dia mendapat julukan Pendekar Tangan Halilintar.Tangan kanannya terlihat bergetar kuat dan diselimuti energi cahaya merah kebiruan


Heaaa...


Ki Rantaka melesat sambil mendorongkan tangan kanannya kedepan.Dari kepalan tangannya melesat gelombang energi berwarna merah kehitaman yang sangat panas melabrak ke arah Bardawa


Bardawa pun melakukan hal yang sama.Dia melompat sambil berteriak dan juga mendorongkan kepalan tangan kanannya kedepan.Gelombang energi berwarna merah kebiruan yang sangat terang pun melesat melabrak ke arah gelombang pukulan lawan


Wusss... Wusss...


Bummm...

__ADS_1


Dua kekuatan pun melabrak dan beradu diudara dengan sangat kuat sehingga menimbulkan suara dentuman yang lebih keras dari kekuatan serangan Bardawa sebelumnya.Keadaan ditempat itupun seperti dilanda badai dan gempa.Angin menyibak dan menerjang apa yang ada disekitarnya.Tanah dibawahnya pun tergetar dan terbongkar hingga menimbulkan lubang menganga yang sangat lebar dan dalam,tanah pun berhamburan muncrat ke udara yang menimbulkan udara berselimut tanah dan debu sebelum tanah itu luruh kembali ke tanah


Dalam adu pukulan sakti itu Ki Rantaka dan Bardawa sama sama terpental kebelakang dan sama sama terluka dalam.Kekuatan keduanya hampir berimbang,Ki Rantaka terlempar sekitar tujuh tombak,sedangkan Bardawa terpental enam tombak.Dari keadaan itu terlihat kekuatan tenaga dalam Ki Rantaka berada satu tingkat dibawah Bardawa,tapi mereka sama sama dapat menguasai pentalan tubuhnya dengan dibuktikan oleh mereka yang dapat mendarat ditanah dengan kedua kaki mereka


Terlihat dari mulut keduanya menyemburkan darah segar yang menandakan keduanya sama sama terluka dalam cukup parah.Tapi tidak ada waktu bagi keduanya mengobati luka dalam tersebut karena keduanya sudah sama sama bertekad untuk menuntaskan pertarungan mereka dengan kematian salah satu diantara mereka


Ki Rantaka tidak menyangka pemuda yang menjadi lawannya ternyata adalah pendekar yang berilmu sangat tinggi


" Kalau tidak salah penglihatanku ilmu yang kau keluarkan adalah ilmu aji Tangan Halilintar "


" Apakah kau adalah Bardawa yang berjuluk Pendekar Tangan Halilintar ? "


Kata Ki Rantaka dengan sorot mata tajam kepada Bardawa.Dia sudah lama mendengar nama dan kehebatan Bardawa yang berjuluk Pendekar Tangan Halilintar.Dia sangat ingin bertemu dan menjajal kehebatan Pendekar Tangan Halilintar karena dari yang ia dengar ilmu Tangan Halilintar ini hampir serupa dengan Ilmu Guntur Bumi yang dimilikinya dan bahkan ada yang mengatakan kalau ilmu Tangan Halilintar lebih hebat dari ilmu Guntur Bumi yang dimilikinya.Sehingga dia menjadi sangat penasaran dan sangat marah dibuatnya karena tidak terima jika ilmunya dianggap berada dibawah ilmu aji Tangan Halilintar


" Kalau benar kau mau apa ? "


" Apakah kau akan lari terkencing kencing atau akan sujud menyembahku untuk aku ampuni !? "


Jawab Bardawa disertai senyum mengejek


" Haram jadah,bangsat.Aku akan membunuh mu dan menghancurkan ilmu yang menjadikan mu sombong itu " Ucap Ki Rantaka menggeledek karena sudah semakin marah saja dengan nafsu yang memuncak kepada Bardawa


Segera Ki Rantaka merapal kembali ilmu Aji Guntur Bumi dengan pengerahan seluruh tenaga dalamnya dan dia salurkan pada kedua tangannya.Sekarang selain kedua tangannya diselimuti energi sinar merah kehitaman,tapi juga sinar merah kehitaman itu berkeredep seperti kilat


Bardawa juga tidak mau berlaku ayal.Dia merapal aji Tangan Halilintar dengan pengerahan tenaga dalam penuh dan dia juga menyalurkan ilmu ini pada kedua tangannya


Heaaa...


Dalam waktu yang hampir bersamaan Ki Rantaka dan Bardawa sama sama melompat ke udara dan mendorongkan kedua tangan mereka yang telah terisi ajian masing masing


Bummm...


Suara yang lebih keras terdengar dari bentrokan kekuatan yang dilepaskan Ki Rantaka dan Bardawa hingga memekakkan telinga dan dapat menghancurkan gendang telinga bagi siapa saja yang kekuatannya masih lemah.Kekuatannya pun jauh melebihi bentrokan kekuatan mereka sebelumnya.Kehancuran yang ditimbulkan pun lebih parah dari yang sebelumnya.Lubang yang ditimbulkan dari bentrokan sebelumnya kini menjadi semakin lebar dan dalam,udara ditempat itupun menjadi sangat panas melebihi panasnya kawah didasar gunung


Sementara itu tubuh Ki Rantaka dan Bardawa terpental sangat jauh sampai mencapai sepuluh tombak lebih.Ki Rantaka tubuhnya berdebum menghantam tanah dengan sangat keras dan kuat menyebabkan banyak tulang tulang ditubuhnya berpatahan.Luka dalam didalam dadanya menjadi semakin parah saja karena ternyata organ didalam dadanya telah banyak yang hancur,banyak darah segar menyembur dari mulutnya


Sesaat nafas Ki Rantaka terlihat megap megap,tidak lama kemudian nafasnya pun putus karena nyawanya telah direnggut oleh malaikat maut.Ki Rantaka akhirnya mati ditangan Bardawa dengan mata nyalang,kematian yang dialami Ki Rantaka adalah kematian dengan membawa rasa penasaran karena dia masih tidak percaya kalau ilmunya masih kalah oleh seorang pemuda.Sehingga dia dapat dikalahkan olehnya


Bardawa meskipun menderita luka parah dan banyak darah menyembur dari mulutnya.Tapi dia dengan sisa kekuatan dan kesadarannya masih dapat menguasai keseimbangan tubuhnya dan dapat mendarat diatas tanah dengan pijakan kedua kakinya.Meski tidak lama setelah itu tubuhnya langsung ambruk karena seluruh tubuhnya terasa sangat lemas dan bahkan diapun hampir kehilangan kesadarannya


______________________________________________________


Salam Kujang Dewa 👊


☕

__ADS_1


__ADS_2