Kujang Dewa 2

Kujang Dewa 2
Kekacauan Di Perguruan Pedang Bintang


__ADS_3

Dikarenakan situasi Kadipaten sendiri yang sedang genting,akhirnya hanya Raden Sastra Mulya yang berangkat mewakili Adipati Wisnu Wanara untuk mewakili dirinya menghadiri acara di Perguruan Pedang Bintang.Sedangkan Puteri Mayang Sari tetap berada digedung Kadipaten.Selain dikarenakan sang Adipati sangat menyayangi putrinya itu,dia juga sangat mengkhawatirkan keselamatan putrinya.Meskipun putrinya telah membekal ilmu kesaktian tinggi tapi tetap saja sebagai seorang ayah dia sangat mengkhawatirkan keselamatan putrinya


Setelah kepergian kakaknya ke Perguruan Pedang Bintang,Putri Mayang Sari langsung memasuki kamar yang adalah ruangan pribadinya,setelah beberapa lama dia memandang memperhatikan langit ibu kota Kadipaten yang diselimuti perisai energi yang berwarna hijau terang


Didalam kamarnya putri Mayang Sari duduk termenung dikursi yang terdapat didalam kamarnya.Dia teringat terus kepada orang bertopeng misterius.Kurang lebih sepekan kebelakang pada suatu malam dia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang sangat tampan disebuah taman yang sangat indah.Dia yang biasanya berwatak keras dan garang luluh dihadapan pemuda itu.Didalam mimpinya dia bercengkrama dan memadu kasih dengan pemuda itu.Bahkan sampai detik itu suara si pemuda masih terngiang ngiang ditelinga dan pikirannya dan disaat dia mendengar orang bertopeng misterius berbicara,suaranya itu sama persis dengan suara si pemuda didalam mimpinya yang sampai saat itu masih sangat dirindukannya


Dia sadar kalau keinginannya itu hanyalah sebuah angan angan karena mimpi hanyalah bunga tidur belaka,bukanlah sesuatu yang nyata


Sebenarnya waktu dia bertanya yang kedua kalinya kepada orang bertopeng misterius,dia ingin memastikan apakah suara orang itu benar benar sama dengan suara si pemuda yang bertemu didalam mimpinya.Ternyata suaranya itu benar benar sama dengan suara pemuda didalam mimpinya yang selama sepekan ini sangat dia rindukan


Dia akhirnya berpikir untuk membuktikan dugaannya tentang kebenaran orang bertopeng misterius yang dia pikir adalah pemuda dalam mimpi yang sangat dirindukannya.Dia menduga kalau orang itu masih berada di Kadipaten dan terkait dengan kondisi Kadipaten saat ini.Dengan tanpa berpamitan kepada ayahnya dan tanpa sepengetahuan seorang pun dia keluar dari gedung Kadipaten lewat jendela kamarnya.Dia akan mencari orang bertopeng itu,bila perlu dia akan mencarinya diseluruh penjuru Kadipaten


***


Saat itu di Perguruan Pedang Bintang hampir semua tamu undangan dan tamu yang tidak diundang pun telah berkumpul dan semuanya sedang memperhatikan fenomena langit diatas ibu kota kadipaten


Semua tamu yang datang dipersilahkan memasuki perguruan Pedang Bintang meskipun yang tidak diundang karena pihak Perguruan Pedang Bintang tidak ingin membuat permusuhan dikalangan orang orang rimba persilatan.Apalagi disaat perguruan mereka baru mulai muncul dan mulai tumbuh.Yang penting mereka semua punya maksud yang baik dan seandainya ada dari mereka yang berniat mengacau tentunya pihak dari golongan putih pun tentunya tidak akan tinggal diam dan akan membantu mereka


Disaat perhatian semua orang tertuju pada fenomena yang terjadi di langit,itu semua dipergunakan oleh orang orang yang menyusup dengan semuanya mengenakan pakaian serba hitam.Jika diperhatikan ternyata dibagian dada kiri pakaian mereka terdapat gambar tengkorak kecil berwarna merah dengan sorot kedua rongga matanya berwarna merah darah


Dengan tanpa teriakan aba aba mereka langsung menyerang orang orang yang ada didekat mereka.Sebetulnya aba aba menyerang diserukan tapi dengan ilmu suara jarak jauh,jadi tidak ada pihak lain yang mendengar


Keadaan seketika itu juga langsung menjadi kacau yang diselingi dengan jeritan dan keluhan dari orang orang yang diserang


Dalam waktu yang tidak lama korban telah banyak yang berjatuhan,bahkan mereka yang diserang banyak yang langsung meregang nyawa seketika karena serangan orang orang berseragam serba hitam itu sangatlah ganas dan juga serangan mereka waktu itu sangatlah tiba tiba yang tidak dapat langsung diantisipasi oleh orang yang mereka serang.Selain itu ternyata orang orang tersebut membekal ilmu kesaktian yang tinggi yang menjadikan gerakan mereka sangat cepat dan mematikan


Orang orang yang belum diserang dan belum menjadi korban orang orang berseragam serba hitam segera tersadar dari kekagetan dan keterkejutan mereka.Mereka segera bereaksi untuk melawan orang orang itu,meskipun mereka sebenarnya tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.Yang pasti naluri mereka mengatakan kalau keselamatan dan nyawa mereka terancam


" Semua murid perguruan Pedang Bintang segera berkumpul dan segera bentuk Formasi Sepuluh Bintang " Terdengar seruan seseorang yang disertai pengerahan tenaga dalam.Orang tersebut ternyata adalah Ki Warsani salah seorang tangan kanan pendiri Perguruan Pedang Bintang

__ADS_1


Tidak lama setelah itu semua murid perguruan yang memang baru berjumlah seratus orang langsung membentuk formasi yang semuanya ada sepuluh kelompok formasi.Meskipun murid Perguruan Pedang Bintang baru ada seratus orang tapi mereka adalah murid murid pilihan yang sebelum bergabung menjadi murid perguruan,mereka telah memiliki ilmu olah kanuragan diluar Perguruan Pedang Bintang


" Segera serang pengacau pengacau yang menyerang perguruan " Terdengar kembali seruan dari Ki Warsani setelah dilihatnya seluruh murid perguruan membentuk formasi.Mereka pun langsung bergerak menyerang musuh dalam formasi yang telah terbentuk


Segera terjadi pertempuran yang sangat sengit dihalaman gedung perguruan dan diluar gerbang perguruan.Setiap formasi melawan satu orang berseragam hitam dan orang orang berseragam hitam sisanya melawan orang orang rimba persilatan yang hadir di Perguruan Pedang Bintang


Ilmu dan kesaktian dari masing masing orang berseragam hitam ternyata memang bukan sembarangan.Terbukti dengan satu orang melawan murid Perguruan Pedang Bintang yang tergabung dalam Formasi Sepuluh Bintang tapi tidak nampak kerepotan dan terdesak sama sekali


" Keparat darimana mereka yang berani mengacau acara di Perguruanku !? " Terdengar suara bertanya yang ditujukan kepada Ki Warsani


Ternyata itu adalah suara Raden Tumpur Saketi yang ternyata saat itu telah berdiri dekat disamping Ki Warsani.Terlihat wajahnya yang berwarna merah kelam karena telah diliputi amarah


" Saya juga belum mengetahui dari pihak mana yang menyerang perguruan kita.Sebaiknya Raden tenang saja dulu karena musuh sekarang sedang dilawan oleh seluruh murid murid perguruan dan oleh tamu tamu yang datang kesini " Jawab Ki Warsani menjawab pertanyaan Raden Tumpur Saketi


" Iblis darimana yang kesasar ke tempat ini !? Kalian benar benar mencari mati " Kata seorang pria berusia sekitar lima puluh tahunan dengan janggut dan kumis lebat yang telah mulai berwarna putih,sambil berkelit dari serangan orang berseragam hitam


Orang ini adalah Ki Gebog dari Lembah Rawa Lele yang datang ke Perguruan Pedang Bintang bersama murid perempuan tunggalnya yang bernama Arba Puspa.Tidak banyak yang mengetahui dan mengenal guru dan murid ini karena baik sang guru dan muridnya jarang sekali turun ke dunia persilatan


Serangan orang berseragam serba hitam berupa cakaran yang sangat cepat dan ganas yang mengarah ke arah leher dengan sangat mudah dihindari oleh Ki Gebog dengan gerakan yang sulit di ikuti.Detik selanjutnya jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri Ki Gebog telah menyerang menotok jalan darah di dada kanan lawan.Tapi dengan gerakan cepat pula totokan itu ditangkis dengan sapuan tangan kanan lawan yang memapas dari atas ke bawah seperti gerakan menebas dan sapuan itu dengan telak mengenai pergelangan tangan kiri Ki Gebog


Bukkk...


Terdengar suara bergedebuk sangat keras ketika dua pergelangan tangan beradu yang mengakibatkan tangan kiri Ki Gebog terpental ke bawah dan tangan kanan lawan juga terpental ke atas


" Sial,ternyata tua bangka ini bertulang keras sekali " Kata orang berseragam hitam sambil meringis menahan sakit pada tulang pergelangan tangannya yang terasa sangat sakit seperti telah membentur besi baja yang sangat keras


" He he he... Ternyata tangkisan mu lunak seperti tangkisan perempuan " Kata Ki Gebog yang diawali tawa terkekeh dengan seringai mengejek lawan


" Bangsat,mampuslah keparat " Kata orang berseragam hitam dengan nada penuh amarah

__ADS_1


Dengan gerakan yang sangat cepat dia telah menyerang dengan pedang yang sebelumnya tergantung di punggungnya.Pedangnya menyerang membabat ke arah pinggang Ki Gebog.Serangan itu sangat cepat sehingga hanya kilatan pedang berwarna putih saja yang terlihat berkelebat dengan disertai hembusan angin yang sangat dingin menggiris kulit


Ki Gebog dengan gerakan sangat cepat mundur selangkah untuk menghindari serangan lawan.Tapi rupanya serangan lawan itu hanya tipuan saja karena sedetik kemudian pedang lawan telah berubah menusuk ke arah leher Ki Gebog sebelum Ki Gebog selesai melangkah mundur


Melihat itu Ki Gebog hanya mendengus dengan tetap tenang,tahu tahu ujung badan pedang telah terjepit oleh dua jari tangan kanannya.Betapa kuat pun lawan mendorong pedang tetap saja pedangnya tidak bergerak seperti telah terjepit oleh japitan besi


Dalam keadaan itu tiba tiba mulut lawan terbuka dan meniup ke arah Ki Gebog.Dari mulut itu berhembus asap berwarna hitam yang mengandung racun ganas


Ki Gebog segera mengibaskan tangan kirinya dan dari tangan kirinya itu berhembus angin menggebubu ke arah asap hitam beracun dari mulut lawan


Duarrr...


Suara keras terdengar ketika hembusan asap hitam dan hembusan angin yang keluar dari tangan kiri Ki Gebog beradu


Asap hitam pun segera hilang tersapu kekuatan angin Ki Gebog dan sebagian berbalik ke arah lawan.Lawan yang kelabakan berusaha bergerak mengelak dari asap racun miliknya.Tapi gerakannya tertahan karena ujung pedangnya masih terjepit kedua jari kanan Ki Gebog


Disaat lawan kelabakan untuk menghindari serangan asap hitam yang berbalik,Ki Gebog menggerakkan tangan kanannya untuk melemparkan patahan ujung pedang lawan yang ternyata dengan kekuatannya ujung pedang lawan itu telah patah oleh jepitan kedua jari tangannya itu


Syuuut... Bress...


Lesatan patahan ujung pedang itu melesat dengan sangat cepat yang tidak dapat dihindari oleh lawan dan tepat mengenai dada di arah jantung.Patahan pedang itu bukan hanya menancap di jantung tapi terus menembus ke belakang sampai keluar dari tubuh belakang.Patahan pedang itu terus melesat dibelakang tubuh lawan tapi untungnya tidak sampai mengenai orang orang yang berada dibelakang lawan Ki Gebog


Seketika itu juga lawan langsung meregang nyawa dengan mata melotot dan mulut ternganga seakan tidak percaya dengan apa yang di alaminya.Jeritan yang keluar dari mulutnya pun hanya jeritan pendek yang tidak ubahnya seperti jeritan kaget.Tubuh yang sudah tidak bernyawa itu pun akhirnya ambruk ke tanah dengan suara bergedebuk sangat keras


Tidak jauh dari tempatnya nampak seorang gadis muda dengan paras yang sangat cantik bersama beberapa orang tengah menempur seorang berpakaian serba hitam.Gadis itu tidak lain adalah murid Ki Gebog yang bernama Arba Puspa


Pembukaan dan peresmian Perguruan Pedang Bintang yang belum dimulai ternyata telah menjadi kacau dengan serbuan orang orang berseragam serba hitam yang belum diketahui dari pihak mana dan juga motif dibelakangnya


Suara seruan,jeritan dan dentingan senjata pun menjadi semakin santar saja terdengar dihalaman dan diluar gerbang Perguruan Pedang Bintang

__ADS_1


Terlihat murid murid Perguruan Pedang Bintang yang bergerak menyerang musuh dalam Formasi Sepuluh Bintang belum ada satu pun yang berhasil mengalahkan musuh.Bahkan ada beberapa formasi yang terlihat sudah kacau oleh perlawanan musuh dikarenakan lawan mereka itu ternyata pendekar berilmu tinggi


Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya keseluruhan pasukan musuh jika bergerak bersama dalam satu formasi karena baru satu orang saja kekuatan dan kemampuannya sudah sangat merepotkan


__ADS_2