
Setelah ke pergian para penjahat itu laki laki yang tadi menolong Catherine dari para penjahat segera mendekati Catherine.
"kamu tidak apa apa"tanya laki laki itu.
"iya... terimakasih untuk bantuannya"kata Catherine.
Laki laki itu segera melepaskan jass miliknya dan di pakaikan ke tubuh Catherine.
"lain kali jangan berpakaian seperti ini saat berjalan sendirian"kata laki laki itu saat memasangkan jas miliknya ke tubuh Catherine.
"ohh ya...kenalin aku Beryl...siapa namamu?"kata laki laki itu mengulurkan satu tangannya untuk memperkenalkan diri.
"aku Catherine"jawab Catherine
"malam malam begini jalan sendirian di tengah jalan mau ke mana?"tanya laki laki itu.
"mau pulang"jawab Catherine.
"kenapa nggak manggil taxi malah milih jalan kaki...apa kamu nggak tahu bagaimana bahannya perempuan jalan sendiri di malam hari di jalan yang begitu sepi seperti ini...dengan pakaian yang sesikit terbuka seperti itu apa kamu tidak memperdulikan keselamatanmu?"kata Beryl panjang lebar memarahi aksi Catherine yang terbilang sembrono.
"siapa juga yang mau jalan malem malem di jalanan yang begitu sepi ini...kalau bukan karena Alvarendra yang menurunkanku di tengah jalan aku juga nggak mau"gumam Catherine di dalam hatinya.
Catherine hanya tersenyum menunjukkan gigi putihnya.
"udah ayo aku antar...di mana kamu tinggal"kata Beryl.
Catherine pun memberi tahu alamat di mana mansion mewah milik Alvarendra berada.
"masuk"kata Beryl membukakan pintu mobil untuk Catherine.
"terimakasih"kata Catherine kemudian masuk dan mendudukkan tubuhnya di kursi mobil itu.
Beryl pun segera memutar badannya dan duduk di kursi kemudi.
Beryl melajukan mobilnya menuju alamat yang telah Catherine berikan.
"berhenti di sini saja"kata Catherine menghentikan mobil Beryl.
Beryl pun segera menghentikan mobilnya.
"emang di mana rumah kamu"tanya Beryl.
"di situ" kata Catherine menujukkan salah satu rumah yang ada di dekat situ.
"ohh"kata Beryl.
Catherine pun segera melepaskan seatbelt miliknya dan turun dari mobil milik Beryl.
"trimakasih sekali lagi"kata Catherine dari luar pintu jendela.
"iya sama sama...lain kali jangan jalan sendiri lagi"kata Beryl.
"iya"jawab Catherine.
Beryl pun segera memutar mobilnya dan kembali menuju ke tempat tujuannya.
Sementara Catherine masih harus berjalan menuju mansion milik Alvarendra.
"aku nggak tahu harus bagaimana menghadapimu yang saat ini al"gumam Catherine saat mulai memasuki gerbang mansion milik Alvarendra.
Satpam itu segera membukakan gerbang untu Catherine.
__ADS_1
"loh...kok nona Catherine jalan kaki"kata satpam itu.
"ahh iya... tadi Alvarendra menurunkanku di sana...dia buru buru ada pekerjaan"kata Catherine menutupi Alvarendra yang tadi menurunkannya di tengah jalan fan membuatnya hampir diperkosa oleh preman.
"ohh gitu"jawab satpam itu
Catherine pun segera berjalan memasuku mansion mewah itu.
Catherine berjalan menaiki setiap anak tangga yang ada di mansion itu.
Badannya begitu lelah,kakinya pegal karena terlalu lama berjalan menggunakan heels.
Kini Catherine telah memasuki kamar miliknya.
Di lepasnya heels yang dia gunakan tadi
"uhhh"ritih Catherine tatkala melepas heels itu dari kakinya. Kakinya nampak memerah dan lecet.
Di usapnya pelan bagian kaki yang terasa sakit itu.
"tega sekali kamu al....apa kamu tahu kalau aku hamlir saja di lecehkan oleh beberapa preman di jalan tadi"gumam Catherine di dalam hatinya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"sakit di kakiku tidak begitu terasa al....tapi sikap kamu yang seperti ini sungguh menyakiti ku"kata Catherine pelan.
Catherine segera menyeka air matanya dan meminta pelayan untuk membawakannya sebaskom air hangat.
Di rendamnya kaki itu untuk mengurangi rasa sakitnya.
Setelah di rasa cukup Catherine segera beranjak menuju kamar mandi.
Kali ini dia mengisi bathub kamar mandinya secara penuh.Dia menuangkan esensial oil kedalamnya.
Catherine merelaksasi kan tubuhnya di dalam bathtub itu.
Saking nyamannya berendam Catherine sampai tertidur.
Di lain sisi Alvarendra sedang menemui Vincent,asisten pribadinya sekaligus sahabatnya.
"mana Catherine"tanya Vincent yang melihat kedatangan Alvarendra hanya sendirian.
Saat sedang menjabat sebagai asisten pribadi, Vincent akan berbicara dengan Alvarendra dengan sangat sopan dan profesional berbeda jika dia sedang berperan sebagai sahabat nya dia akan berbicara layaknya seorang sahabat.Bukan lagi bos dan asisten.
"ngapain nanyain dia"kata Alvarendra kemudian mengambil sekaleng bir yang ada di meja dan membukanya kemudian meneguknya.
"bukannya kalian habis memginap di rumah nyonya besar"kata Vincent.
"hemmm"jawab Alvarendra acuh.
"sampai kapan kamu bakalan giniin dia?"tanya Vincent kepada Alvarendra.
"bukan urusanmu"jawab Alvarendra sambil terus meneguk habis kaleng bir di tangannya.
"terserah"kata Vincent.
"tutttt..tuuutty...tuuutt"
"Beryl"kata Alvarendra.
"siapa" tanya Vincent.
"Beryl"jawab Alvarendra kemudian mengangkat panggilan dari Beryl.
__ADS_1
"hallo"kata Alvarendra.
"hallo broo..gimana kabarnya?"tanya Beryl kepada Alvarendra.
"gue baik...gimana dengan elu...kapan balik ke indo"tanya Alvarendra
"gue udah balik nih kemarin...elu di mana gue ke apartemen elu ya....udah pindah belum apartemennya?"tanya Beryl.
"udah gue jual"jawab Alvarendra.
"lah kenapa di jual.... bukannya dulu lu bilang beli apartemen itu buat cewek lu...emang udah putus?"tanya Beryl.
"bukan urusan loe..ngapain nanya nanya"kata Alvarendra ketus.
"cihh....patah hati nih kayaknya"ledek Beryl di sebrang telvon.
"brisik loe"kata Alvarendra.
"hahahaaaa"Beryl menertawakan Alvarendra.
"udah sekarang loe di mana kalau emang udah balik"tanya Alvarendra.
"di jalan"jawab Beryl.
"ya udah ayok ngumpul aja"ajak Alvarendra.
"kemana"tanya Beryl.
"NA club"jawab Alvarendra.
"kapan? sekarang maksud loe?"tanya Beryl.
"ya iya lah...masak besok siang...yang bener aja club bukaknya siang....loe pikir taman bermain"kata Alvarendra.
"bisa ngelawak juga loe al..... hahaha... ya udah berarti gue otw ke sana nih"kata Beryl.
"ya serah lu...mau otw kemana...ini gue sama Vincent"kata Alvarendra.
"emang Vincent di situ?" tanya Beryl.
"iya"jawab Alvarendra.
"ngapain kalian berduaan"tanya Beryl.
"kepo banget sih jadi laki laki...udah gue tutup..buruan berangkat...tungguin gue di sana"kata Alvarendra kemudian menutup sambungan telvonnya.
Di saat bersamaan Beryl kesal karena Alvarendra kebiasaan selalu mematikan panggilanbya secara sepihak.
"sialan ni Alvarendra"umpat Beryl tatkalamelihat layar ponselnya.
Beryl pun segera melajukan mobilnya menuju NA club.
Di lain sisi Alvarendra mengajak. Vincent untuk menemui Beryl.
"ayo ngumpul bareng Beryl dia baru balik"ajak Alvarendra.
"tua anak setelah sekian purnama akhirnya balik juga....ngomong ngomong ngapain dia tiba tiba balik ke Indonesia bukannya dia udah menetap di inggris"tanya Vincent.
"entahlah...aku juga belum tahu"jawab Alvarendra.
Alvarendra dan Vincent pun segera menuju NA club tempat dia berjanji temu dengan Beryl.
__ADS_1