Kumohon Cintai Aku

Kumohon Cintai Aku
Makan malam bersama


__ADS_3

Dikantor Vincent menyampaikan pesan yang di berikan oleh Catherine kepada Alvarendra.


"tuan nyonya besar mwminta anda dan nona Catherine untuk datang makan malam di rumahnya malam ini"kata Vincent kepada Alvarendra.


"kapan ibuku menelvonmu?"tanya Alvarendra kepada Vincent.


"tadi pagi nona Catherine menghubungi saya, dia meminta saya untuk memberitahu kannya kepada anda?"jawab Vincent.


"kenapa dia menghubungimu tidak menghubungiku sendiri"kata Alvarendra.


"ciihh...apa apaan dia...bisa bisanya bilang seperti itu....padahal kalu si Catherine beneran menghubungi dia palingan juga bakal dia maki maki"umpat Vincent kepada Alvarendra sahabat sekaligus bossnya.


"saya kurang tahu tuan"jawab Vincent.


"ohh iya ya, semalam kan dia menghubungiku ,apa dia menghubungiku semalam untuk membicarakan soal ini...ahh tapi sudahlah"gumam Alvarendra di dalam hatinya.


"baiklah...katakan padanya nanti aku akan datang menjemputnya"kata Alvarendra kepada Vincent.


"baik tuan"jawab Vincent.


Setelah itu Vincent lantas menghubungi Catherine.


Vincent bilang kepada Catherine bahwa Alvarendra akan datang menemuinya.


"jam berapa dia datang vin?"tanya Catherine.


"mungkin jam 7 cath...kamu siap siap aja"kata Vincent kepada Catherine.


"ok...makasih ya"kata Catherine.


"iya sama sama"jawab Vincent.


Malam harinya Catherine tengah bersiap-siap.


Catherine merias dirinya di depan cermin miliknya.


Hari ini Catherine memilih menggunakan mini bodycon dress berwarna cream, salah satu mode dresss yang memiliki potongan pas di badan karena bentuknya dapat mengikuti lekuk tubuh pemakainya.


Catherine memadukannya dengan ankle strap heels berwarna senada.


Catherine menuruni anak tangga mansion itu.


Dia menunggu Alvarendra datang menjemputnya.


Tak lama setelah itu Alvarendra sampai di mansin miliknya.


Alvarendra tidak turun dari mobilnya, dia menyuruh salah satu ajudannya untuk memanggil Catherine.


"nyonya...tuan sudah menunggu di depan"kata ajudan itu kepada Catherine.


"oh ya ..baiklah saya akan segera kesana"kata Catherine kemudian berdiri dan berjalan mwnuju mobil Alvarendra.


Hari ini Alvarendra mengenakan jass berwarna Abu abu dan kemeja berwarna cream serta dasi yang senada dengan warna jass miliknya.


Catherine membuka pintu mobil milik Alvarendra kemudian menutupnya setelah ia berhasil duduk.


Baru ingin memasang kan seatbelt di tubuhnya Alvarendra sudah melajukan mobilnya.

__ADS_1


Sesaat Catherine merasa terkejut dan hampir jatuh ke depan karena kaget dan belum siap dengan posisi nya.


"aaahh"teriak Catherine yang kaget.


Alvarendra tidak menghiraukan Catherine justru terus melajukan mobilnya dengan kencang.


Catherine berniat mwnyapa Alvarendra,namun ketika melihat exspresi dingin Alvarendra dia mengurungkan niatnya untuk menyapa.


Catherine memilih diam sepanjang perjalanan.


Catherine tidak berani menatap Alvarendra, dia memilih mengarahkan pandangannya ke luar jendela.


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman orang tua Alvarendra.


Alvarendra memarkirkan mobilnya.


Catherine berniat membuka pintu mobilnya sendiri namun dengan segera di cegah oleh Alvarendra.


"biar aku saja...kamu tunggu"kata Alvarendra dingin.


Alvarendra segera turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu mobil Catherine.


Fia membukakan pintu mobil untuk Catherine, kemudian menggandeng tangan Catherine.


Sesaat Catherine merasa terkejut dengan peelakuan Alvarendra saat ini.


Dia memandang ke arah Alvarendra.


Alvarendra yang mengetahui bahwa Catherine menatpnya pun langsung mendekatkan wajahnya ke arah Catherine dan membisikkan sesuatu.


"bekerja samalah hari ini...maka aku akan mempertimbangkan untuk baik padamu"bisik Alvarendra dingin kepada Catherine.


"bagaimana aku bisa berfikir bahwa dia yang dulu telah kembali...aku terlalu naif untuk itu"gumam Catherine dalam hatinya.


Mereka berdua pun memasuki pintu rumah itu dan telah di sambut oleh paman Aryo.


"slamat datang tuan muda Alvarendra, nona Catherine"sapa paman Aryo ramah kepada mereka berdua.


Mereka berdua serentak mengangguki sapaan paman Aryo


"Nyonya besar telah menunggu kalian berdua, mari saya antarkan"kata paman Aryo.


Mereka berdua pun berjalan mengikuti apaman Aryo masih dengan bergandengan tangan.


"Nyonya besar tuan besar tuan Alvarendra dan nona Catherine sudah datang"kata paman Aryo kepada kedua orang tua Alvarendra.


"ya akhirnya kalian sampai di sini"kata ibu Alvarendra kemudian berdiri menghampiri anak dan menantunya.


"kamu apa kabar sayang?"sapa ibu Alvarendra sambil memeluk dan cipika-cipiki kepada Catherine menantunya.


"baik bu, bagaimana kabar ibu dan ayah?"tanya balik Catherine.


"kami baik nak"jawab ibu Catherine


"dan kamu bagaiaman kabarmu anak tengik...kenapa kamu tidak pernah mengunjungi ibu dan ayahmu"kata ibu Alvarendra dengan menjwwer satu telinga Alvarendra.


"aaa...aduhh bu...sakiit..jangan lakukan ini"kata Alvarendra mengaduh sakit karena ulah ibunya itu.

__ADS_1


"rasaiin"kata ibu Alvarendra.


"apa Alvarendra memperlakukanmu dengan baik sayang"tanya ibu Alvarendra.


"ahh iya bu...dia baik sama Catherine"jawab Catherine sedikit gugup.


"ayo sayang kita menemui ayahmu dan makan bersama"ajak ibu Alvarendra kepada Catherine menantunya.


"bu...kenapa kamu mwngacuhkanku...aku anakmu bukan dia"kata Alvarendra kesal karena ibunya malah tidak mengajaknya.


"apa kamu sedang cemburu dengan istrimi....kamu ini laki laki...jangan terus perlihatkan sikap manjamu pada ibumu terus... apa kamu tidak malu pada istrimu ini"kata ibu Alvarendra.


"tapi ibu selamanya tetap ibuku...aku tidak mau berbagi i u dengan siapapun"jawab Alvarendra.


"ahh manis sekali... andaikan sikap Alvarendra bisa kembali semanis itu padaku"gumam Catherine yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu.


"ibu tahu... sekarang kamu punya istri jadi kamu harus siap berbagi ibu dengan istrimu"jawab ibu Alvarendra dengan menjulurkan sedikit lidahnya pada anaknya.


"lihatlah sayang kamu telah mengambil ibuku dariku...kamu harus tanggung jawab setelah ini"kata Alvarendra pada Catherine.


"jangan melakukan hal yang macam macam pada istrimu atau ibu akan menghukummu"kata ibu Alvarendra.


Catherine terkejut dengan panggilan sayang yang keluar dari mulut Alvarendra.


Dia hanya melayangkan senyum ambigunya akan perkataan Alvarendra barusan


"ahh sudahlah...kali ini aku ngalah buat kamu"jawab Alvarendra pasrah.


"hahahaaa"ibu Alvarendra menertawakan anaknya yang sedikit ke kanak kanakan menurutnya.


Mereka pun berjalan menuju meja makan menghampiri ayah Alvarendra.


"selamat malam yah"sapa Catherine.


"malam nak"jawab ayah Alvarendra.


"malem yah"sapa Alvarendra kemudian menarik kan satu kursi untuk Catherine.


"malam juga nak"jawab ayah Alvarendra.


Catherine yang melihat perlakuan Alvarendra yang begitu perhatian pun sesat berkhayal.


"andai sandiwara yang kamu mainkan ini sungguhan...betapa bahagianya aku sebagai wanita"gumam Catherine sedikit sedih jika mengingat bahwa perlakuan Alvarendra hari ini hanyalah sebuah sandiwara di depan ke dua orang tuanya.


Catherine pun segera mendudukan badannya pada kursi yang telah di siapkan Alvarendra.


"trimakasih"kata Catherine.


"sama sama sayang"jawab Alvarendra.


"ayo buruan di makan sayang"kata ibu Alvarendra sambil mengambilkan makannan untuk ayah Alvarendra yang tak lain suaminya itu.


"baik bu"jawab Catherine.


Catherine pun melakukan peeannya sebagau istri dengan baik.


Dia mengambil kan beberapa makanan yang kiranya meeupakan kesukaaan Alvarendra.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya menikmati makan malam mereka dengan tenang.


__ADS_2