Kumohon Cintai Aku

Kumohon Cintai Aku
Undangan makan malam nyonya besar


__ADS_3

Catherine pun melajukan mobilnya menuju rumah yang dia beli.


Rumah yang tidak terlau besar namun cukup bagus untuk di tempati.


"ibu ayo masuk"ajak Catherine pada ibunya.


Ibu Catherine pun mengikuti langkah Catherine memasuki rumah itu.


"bu...sekarang ibu bisa tinggal di sini dengan tenang... ibu jangan khawatir,aku akan memikirkan cara bagaimana rumah kita bisa kembali pada kita nantinya..."kata Catherine menenangkan ibunya.


"baiklah nak... terimakasih"kata ibu Catherine dengan memeluk tubuh anaknya itu.


"maafkan kami yang telah menyusahkan mu,nak"kata ibunya Catherine dengan air matanya yang mengalir.


"apa yang ibu katakan....kalian tidak pernah menyusahkanku. Justru aku bersyukur memiliki orang tua seperti kalian"kata Catherine.


Aaat sedang menikmati pelukan satu sama lain tiba tiba telvon milik Catherine berbunyi.


"kriing....kriing ....kring" dering ponsel mengagetkan ibu dan anak yang sedang berpelukan.


Merekapun saling melepaskan pelukannya.


Catherine mengambil ponselnya dan melirik sepintas nama yang tertera di sana.


"Dr Bram"kata Catherine


Catherine segera menjawab panggilan telvon itu.


"hallo dokter"Jawb Catherine.


"halo nona Catherine"balas dr bram di sebrang telvon.


"dokter bram....apa yang terjadi... kenapa tiba tiba menghubungi ku... apa sesuatu terjadi pada ayahku?" tanya Catherine panjang lebar.


"ada apa cath"tanya ibu Catherine yang melihat ke gelisahan di wajah putrinya.


"tunggu sebentar bu"kata Catherine berbicara pada ibunya agar menunggu jawaban dari dokter bram.


"ayahmu baik baik saja"jawab dokter bram.


"syukurlah"kata Catherine.


"oprasi ayahmu memang telah berhasil,tapi kamu harus segera datang ke rumah sakit untuk membicarakan tindakan selanjutnya"kata doktee bram.


"baiklah dokter...aku akan segera ke sana"jawab Catherine


"baik....langsung temui aku di ruangan ku"kata dokter bram


"baik"jawab Catherine.


Dokter Bram pun memutuskan panggilan telvonnya.


"bu ayah baik baik saja....tapi aku harus segera ke rumah sakit untuk membicarakan tindakan yang akan di lakukan selanjutnya"kata Catherine pada ibunya.

__ADS_1


"syukurlah kalo ayahmu baik baik saja nak"kata ibu Catherine.


"iya bu,kalau begitu Catherine berangkat ke rumah sakit dulu"kata Catherine berpamitan kepada ibunya.


"iya cath...kamu hati hati saat mengemudi....jangan kebut kebutan"kata ibu Catherine.


"siap bu"kata Catherine sambil mengangkat tangannya hormat pada ibunya.


Ibu Catherine pun tersenyum melihat tindakan anaknya itu.


"ohh ya bu... nanti Catherine langsung pulang ke mansion Alvarendra...jari ibu jangan menunggu ku pulang"kata Catherine pada ibunya.


"iya nak...ibu tahu....justru kalau kamu pulang ke sini ibu akan mengusirmu"kata ibu Catherine.


Catherine pun tersenym pada ibunya dan berjalan keluar dari rumah itu.


Catherine pergi menuju rumah sakit menemui dokter Bram.


Sesampainya di rumah sakit Catherine langsung menuju ruangan dokter bram guna membahas tindakan selanjutnya untuk ayahnya.


"ayahku masih memerlukan beberapa pengobatan lagi....demi ayah dan ibu aku harus kuat...aku tidak boleh menyerah"gumam Catherine saat menginjak kan kakinya keluar dari ruangan dokter bram.


Selesai melakukan pertemuan dengan dokter bram ,Catherine kembali menuju mansion mewah milik Alvarendra.


Beberapa hari telah berlalu,semenjak kejadian malam itu Alvarendra kembali tidak pulang ke mansion itu.


Karena malam.sudah mulai larut saat ini Catherine memilih menonton serial drama korea di kamar nya.


"kring...kring...kring..."bunyi telvon yang ada di rumah itu.


"hallo"jawab Catherine mengankat sambungan telvon itu.


"nona maafkan aku karena menelvonmu larut malam begini"kata kepala pelayan di kediaman orang tua Alvarendra.


"ohh...tidak masalah...ada apa paman Aryo?"tanya Catherine.


"begini nona Catherine besok malam nyonya besar meminta anda dan tuan Alvarendra untuk makan malam bersama"kata paman Aryo yang tak lain adalah kepala pelayan di kediaman orang tua Alvarendra.


"ahh baiklah"jawab Catherine sedikit gugup.


"tolong jangan lupa untuk mengatakan nya pada tuan Alvarendra.....nyonya besar sangat menunggu kehadiran kalian berdua"kata paman Aryo di sebrang televon.


"iya paman...aku akan menyampaikan pesanmu padanya"jawab Catherine.


"haruskah aku menelvon Alvarendra sekarang"gumam Catherine dalam hatinya.


"tapi bagaimana kalau dia marah"gumam Catherine lagi.


"tapi kalau aku tidak menelvon nya nanti ibu haidar bakalan tahu hubungan kami,haidr akan kena marah lagi.Setelah itu mungkin haidar akan mengira aku yang mengadukannya lagi"kata Catherine dengan mondar mandir karena bingung harus mengambil tindakan bagaimana.


"aku mengerti....aku harus menelvonnya...entah jawaban apa yang akan dia berikan yang penting aku sudah memberitahukannya"kata Catherine kemudian mengambil ponselnya.


Catherine mencari nama Alvarendra di daftar kontak miliknya.

__ADS_1


Drert...drett..drerrt. Suara panggilan.


Drtt...drrrrt drrrrt..


"maaf nomer yang anda tuju sedang sibuk" Alvarendra mematikan panggilan Catherine.


"kenapa di matiin....apa dia swdang sibuk malam ini"kata Catherine


Catherine mencoba mengulangi panggilannya lagi,namun kali ini panggilannya tidak nyambung lagi.


"dia memblokir ku"kata Catherine.


"lalu bagaimana aku harus memberitahukannya tentang makan malam besok"gumam Catherine yang mulai bingung karena nomernya sudah di blokir oleh Alvarendra.


Catherine memilih merbahkan tubuhnya di tempat tidur dan mulai terlelap dalam tidurnya.


Pagi harinya Catherine berusaha menghubungi Alvarendra lagi namun sayang Alvarendra masih memblokir panggilan nya.


Catherine akhirnya memilih menelvon Vincent asisten pribadi Alvarendra.


"hallo...nona Catherine ada yang bisa saya bantu"kata Vincent di seberang telepon.


"ahh gini vin...bisakah kau memberitahukan Alvarendra bahwa ibunya meminta kita untuk datang makan malam bersama"kata Catherine pada Vincent.


"baik nona....akan saya sampaikan"kata vincent.


"satu lagi...bisakah kamu memanggilku Catherine saja...jangan terlalu formal"kata Catherine.


"ahh...tapi anda istri tuan Alvarendra"kata Vincent.


"ya yaa kamu juga tahu kan istri seperti apa.... kamu bisa memanggilku Catherine saat sedang sendiri. Seperti kamu memanggil Alvarendra saat sedang sendiri juga.


Alvarendra , Vincent dan Catherine memang sudah mengenal satu smaa lain karena mereka bertiga dulunya berteman baik.


Vincent memanggil Alvarendra dengan sebutan tuan saat mereka bekerja. Namun selalu memanggil nama saat di luar jam kerja.


"ahh...baiklah nona...ehhh cath"kata Vincent.


"ok terimakasih"jawab Catherine.


"Catherine"kata Vincent.


"iya"jawabnya.


"semangat"kata Vincent di seberang telvon.


"tentu"jawab Catherine.


Merekapun akhirnya memutuskan sambungan telvonnya.


Catherine pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum pergi untuk sarapan.


Hari ini Catherine memilih mengenakan short dress berwarna peach dengan model V neck yang lebar sehingga seperti model sabrina dress.Panjangnya di atas lutut dengan sentuhan rampel namun tidak terlalu banyak rampelnya sehingga tidak akan terlihat menumpuk pada rok.Cathrin menambah kan aksesoris kalung di lehernya.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap Catherine segera turun menuju meja makan untuk melakukan sarapan pagi.


__ADS_2