Kumohon Cintai Aku

Kumohon Cintai Aku
Alvarendra menurunkan Catherine di tengah jalan


__ADS_3

Malam harinya mereka berpamitan untu pulang ke mansion pribadinya.


"ibu...ayah...al pamit"pamit Alvarendra kepada ke dua orang tuanya.


"ibu...ayah.. Catherine pamit juga"kata Catherine berpamitan kepada ke dua mertuanya itu.


"iya kalian hati hati ya nak"jawab mereka berdua.


"baik bu"jawab Alvarendra dan Catherine kompak.


"Cath.... bilang ke ibu kalau Alvarendra berkelakuan buruk ke kamu...biar ibu yang kasih pelajaran buat dia"pesan ibu Alvarendra kepada Catherine menantunya.


Catherine menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman.


"mana mungkin aku berkelakuan buruk bu... aku sangat menyayangi istriku"kata Alvarendra sambil menarik pinggang milik Catherine dan memeluknya dengan mesra.


"liat yah anak kamu...bisa bisanya dia nunjukin ke romantisnya di depan kita..."kata ibu Alvarendra kepada suaminya.


"bukannya ini yang ayah dan ibu mau"jawab Alvarendra tersenyum.


"iya juga sih..."jawab ibu Alvarendra.


"ya udah sana buruan pulang....nanti kemalaman"kata ibu Alvarendra.


"jadi ceritanya ibu ngusir kita nih"kata Alvarendra pura pura merajuk.


"ya udah kalau nggak mau pulang ayo masuk lagi aja"kata ibu Alvarendra sambil menarik pelan tangan Catherine menantinya.


"ehh enggak...kita mau pulang aja..iya kan sayang...."kata Alvarendra dengan menaikkan satu alisnya pada Catherine.


"totalitas banget aktingnya"gumam Catherine yang melihat perilaku Alvarendra ketika di depan ke dua orang tuanya.


"iya bu...kami pulang aja... lagian besok al kan juga harus ke kantor"jawab Catherine.


"ya udah kalian pulang hati hati ya"kata ibu Alvarendra.


"baik bu"jawab mereka berdua kompak.


Mereka berdua berjalan menuju mobil mereka setelah berpamitan.


Alvarendra membukakan pintu mobil untuk Catherine.


Kemudian dia memutar arahnya menuju kursi kemudi.


Alvarendra melajukan mobilnya keluar dari mansion mewah milik orang tuanya.


Setelah jauh dari kediaman orang tuanya, Alvarendra yang tadinya melajukan mobilnya kencang tiba tiba mengerem mendadak.


Catherine yang tidak siap secara tidak sengaja hampir terjatuh kalau saja dia tidak menggunakan seatbelt nya.

__ADS_1


"aaaaa"teraik Catherine yang terkejut dengan aksi tiba tiba Alvarendra.


Alvarendra hanya terdiam tanpa bersuara ketika Catherine mengeluarkan teriakannya.


"kenapa?"tanya Catherine.


"kenapa, seharusnya kamu sudah tau...aku hanya bersandiwara di depan orang tuaku..."kata Alvarendra.


"iya aku tahu...lalu maksudmu apa mengehentikan mobil secara tiba tiba....apa kamu tidak pedulu dengan keselamatan kita?"tanya Catherine.


"turun"perintah Alvarendra.


"bagaimana bisa kamu menurunkanku di tengah jalan seperti ini"kata Catherine.


"lalu kamu mau apa....atau kamu pikir aku akan mengantarmu pulang....jangan mimpi....jangan pernah berfikir tentang itu...kamu boleh tinggal di mansion itu...kamu boleh menikmati semua kekayaan ku...tapi jangan pernah ikut campur persoalanku...semenjak kamu tinggal di mansion itu aku merasa muak untuk kembali ke sana"kata Alvarendra.


Catherine begitu terluka akan semua yang di katakan Alvarendra barusan. Kata katanya benar benar menusuk hingga ke relung jiwanya.


"apa segitu bencinya kamu terhadapku al...aku tahu tadi kamu hanya bersandiwara tapi apa harus setega ini menurunkanku di tengah jalan yang sepi begini di jam segini"gumam Catherine di dalam hatinya.


Catherine akhirnya memilih ke luar dari mobil itu dari pada harus berdebat terus terusan dengan Alvarendra.


Setelah Catherine turun dari mobilnya Alvarendra segera melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Catherine sendirian.


Sementara Catherine memilih berjalan menelusuri jalanan itu.


Jalanan itu begitu sepi.Hanya sedikit mobil yang berlalu lalang melintasi jalan itu.


Catherine terus berjalan meskipun kakinya sudah lelah.


Di tengah perjalanan Catherine bertemu dengan segerombolan orang yang sedang mabuk di pinggiran jalan itu.


"hai cantik"goda salah satu dari mereka.


"kenalan dong"kata yang lainnya ynag mulai mendekatkan tubuhnya pada Catherine.


"kulitnya mulus banget"kata salah satu dari mereka mencoba menyentuh pundak Catherine yang tidak tertutup karena model bajunya emang tanpa lengan.


"canti cantik kok galak sih" kata orang itu sambil terus mendekati Catherine yang muali ketakutn.


Catherine mencoba menepis tangan tangan nakal yang ingin menyentuhnya.


"permisi"kata Catherine meminta jalan agar mereka berhenti mengganggunya.


"jangan pergi...kita maen maen dulu di sini"


"tolong jangan seperti ini...atau saya akan berteriak"kata Catherine yang wajahnya mulai pucat pasi karena ketakutan.


"berteriak lah karena nggak akan ada yang dengar" jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


"manis jangan galak galak...kita bakal perlakukan kamu dengan istimewa kalau kamu jadi gadis yang penurut"kata orang yang lainnya.


Catherine ingin berlari namun orang itu memegangi yangan Catherine.


"mau lari ke mana?kamu nggak bisa lari lagi ....ayo temenin abang bersenang senang"kata orang itu.


Catherine beeusa meloloskan diri tapi naas tenaganya kalah banyak dari orang orang yang berada di sana.


"tolong ......tolong....tooo..."teraik Catherine yang kemudian di bungkam oleh salah satu dari mereka.


"jangan berisiki...kita akan bersenang senang...nikamtilah hadiah dari kami"bisik salah satu dari mereka


Catherine terus meeonta untuk melepaskan diri. Dia begitu ketakutan saat ini... Catherine menangis berusaha melepaskan dirinya.


"tuhan toling selamatkan aku...ku mohon tuhan kirimkan satu penolong untukku malam ini"gumam Catherine yang sedikit putus asa akan nasibnya hari ini.Air matanya terus membanjiri pipinya.


"bukkkk"suara hantaman seseorang.


"lepaskan dia"kata laki laki itu memerintahkan para penjahat itu untuk melepaskan Catherine.


"kamu siapa...lebih baik kamu pergi...jangan jadi pahlawan di sini"kata salah satu penjahat itu.


"aku sudah memperingatkan kalian"kata laki laki itu kemudian menghajar mereka satu persatu tanpa sisa.


Penjahat itu ambruk di buatnya.


"jangan memancing emosiku"kata laki laki itu kepada para penjahat di depannya.


Laki laki itu kemudian berjalan ingin menghampiri Catherine yang terduduk meringkuk di hadapannya.


"kamu tidak apa apa"kata orang itu pada Catherine.


"awasss" teriak Catherine tatkala satu penjahat itu berdiri dan ingin menyerang laki laki itu kembali dengan pisaunya.


Laki laki itu segera memutar badannya dan menghindari serangan lenjahat itu.


Di pegangnya satu tangan penjahat yang sedang memegang pisau itu,di tariknya tangan itu kemudian di putarnya ke belakang setelah itu di lemparkannya tubuh penjahat itu hingga rubuh di hadapannya.


Satu kaki laki laki itu menginjak wajah penjahat yang sedang tersungkur di hadapannya.


"masih berani"tanya laki laki itu dengan raut wajah beringasnya.


"ampun...ampun...ampuni kami tuan"kata penjahat itu memohon ampun dengan suara terbata bata.


"ampuni kami tuan...tolong lepaskan kami"kata pwnjahat yang lainnya.


"baiklah kali ini kalian ku ampuni...kalau sampai suatu saat aku melihat kalian berulah lagi...janagn harap kalian bisa pulang dengan ke dua kakimu"ancam laki laki itu.


"baik tuan....baik..."kata penjahat itu

__ADS_1


"pergilah"usir laki laki itu.


Para penjahat itu pun segera berlari meninggalkan tempat itu.


__ADS_2