Kumohon Cintai Aku

Kumohon Cintai Aku
Rumah milik keluarga Catherine akan di sita


__ADS_3

Mengeluh hanya akan membawa hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.


Kamu mungkin mengeluh dengan kondisimu saat ini namun diluar sana jutaan orang sedang mendambakan posisimu saat ini.


Jika kamu memilih untuk tidak menyerah, percayalah bahwa kesempatan baik sedang menantimu di depan matamu.


Kata kata itulah yang menjadi semangat untuk Catherine dalam menghadai ujian hidupnya saat ini.


Catherine percaya bahwa kekuatan tidak datang melalui kemampuan fisik,tetapi datang dari semangat yang gigih.


Dia ingin tetap bertahan mengalahkan rasa takut dan keraguannya menukarnya dengan sebuah keberanian.


kriing.....kring.....kriing...


Bunyi telfon berdering.


"ibu"kata Catherine.


Catherine segera mengangkat panggilan itu.


"hallo.... assalamualaikum bu"jawab Catherine.


"waalaikumsalam salam nak"jawab ibu Catherine sedikit terburu buru dengan nafas yang memburunya.


"ada masalah apa ibu menelvon ku sepagi ini"tanya Catherine.


"Catherine....cepat pulang lah para depkolektor itu datang lagi....ibu tidak bisa menahannya karena mereka ingin menyita rumah ini"kata ibu Catherine di seberang telvon.


"baiklah ibu....aku akan segera pulang"jawab Catherine.


Catherine pun turun menuruni anak tangga di rumah itu menuju garasi mobil.


Catherine memasuki salah satu mobil yang ada di harasi itu dan mengemudikan nya menuju rumahnya.


Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di kediamannya.


Setengah jam setelah itu Catherine mulai memasuki gerbang rumahnya. Dia memarkir kan mobilnya di halaman rumah mewah miliknya kemudian turun dan berjalan menuju pintu rumah milik keluarganya.


Rumah mewah yang merupakan satu satunya harta yang masih tersisa di kelurganya.

__ADS_1


Kebangkrutan yang terjadi pada keluarganya meninggalkan banyak hutang,sehingga semua aset aset berharga milik kelurga itu di sita oleh bank demi menutup hutang perusahaan.Satu satunya yang masih tersisa hanya rumah itu.Namun kini rumah itu akan disita oleh bank karena mereka belum bisa membayar hutangnya.


"ibu"teriak Catherine berjalan mendekati ibunya yang bersimbuh di lantai.


Depkolektor itu sedang menyeret keluar tubuh ibunya itu namun ibunya menolak untuk keluar.


"ibu....kamu tidak apa apa kan"kata Catherine pada ibunya.


"mereka ingin menyita rumah ini cath"kata ibunya dengan air mata yang membasahi pipinya.


"apa yang kalian lakukan pada ibuku...apa kalian tidak punya perikemanusiaan..."kata celin pada beberapa depkolektor yang ada di depannya.


"apa gunanya perikemanusiaan di sini... kalian berhutang... kami di sini bekerja. Kalian berhutang dan berkewajiban untuk membayar.Kalian memiliki konsekuensi saat tidak bisa melunasi hutang kalian"jawab salah satu depkolektor yang ada di sana.


"aku tahu kami berhutang....tapi cara kalian yang seperti ini sungguh biadab"kata Catherine dengan tersulut emosi karena perlakuan kasar beberapa depkolektor itu pada ibunya.


"kami di sini hanya menjalankan tugas, kalau tidak ingin di perlakuan seperti ini,kalian lunasi lah hutang kalian"kata depkolektor yang lain.


"sudah jangan hiraukan mereka.... sekarang,seret mereka keluar dari rumah ini.... kami sudah cukup memberikan tenggang waktu untuk kalian"kata depkolektor yang lainnya.


"brengsek kalian...lepaskan...lepaskan ibuku...jangan sakiti dia..." kata Catherine berteriak dan meronta ronta karena tubuhnya di seret keluar oleh salah satu depkolektor itu.


"hahahaaaahaa"depkolektor itu menertawakan Catherine.


"apa kamu yakin nona Catherine....kamu bukan nona muda yang kaya lagi...bagaimana kamu akan melunasi semua hutang ayahmu"kata salah satu depkolektor itu.


"jangan bermimpi bisa melunasinya,bahkan dengan menjual tubuhmu seumur hidup pun kamu tidak akan sanggup melunasinya"sahut depkolektor yang lain.


"dengan penampilan nona Catherine yang cantik ini,aku penasaran berapa harga yang bisa di bayar untuk semalam"tanya salah satu depkolektor itu mulai mendekati tubuh Catherine. Mencengkram dagu Catherine kasar.


"brengsek kalian...keparat....aku akan segera membayar hutang ayahku...aku tidak perlu menjual diriku karena suamiku bisa membayarnya"kata Catherine dwngan nada tingginya.


"hahahahaaa....kamu terlalu memandang tinggi dirimu nona"kata salah satu depkolektor menertawakan apa yang Catherine katakan.


"nona Catherine,kalau kamu mau tidur denganku malam ini... aku tidak akan menyeretmu dan ibumu keluar rumah ini hari ini...aku akan memberikan kalian waktu untuk pergi seminggu kemudian"kata salah satu depkolektor yang mungkin itu adalah pimpinannya.Depkolektor itu terus mendekati tubuh Catherine,berusaha menyentuh sesuatu yang ada pada tubuh Catherine.


"lihat ini...bekas cupangmu...."tunjuk depkolektor itu pada lehe milik Catherine.


"begitu banyak....aku bisa memuaskan mu malam ini"lanjutnya.

__ADS_1


"jangan mimpi"kata Catherine menendang aset beeharga milik salah satu depkolektor yang ada di depannya itu.


"auuwww"ringis salah satu depkolektor itu memegang sesuatu yang di tndang oleh Catherine.


"kamu"depkolektor itu pun mendekati Catherine dan menamparnya keras.


"plakkk"suara tamparan mendarat di pipi mulus milik Catherine.


"******...kamu tidak tahu malu...aku sudah memberimu keringan tapi kamu justru tidak tahu malu dengan sikap aroganmu itu.... apa kamu masih bermimpi bahwa keluargamu itu kaya"umpat depkolektor itu kemudian menjambak rambut Catherine menariknya dengan kasar.


"lepaskan anakku...jangan sakiti dia... kami akan segera pergi dari rumah ini....tolong lepaskan kami"kata ibu Catherine memohon ampun.


Catherine dan ibunya pun akhirnya memilih keluar dari rumah itu terlebih dahulu.


"Catherine...kenapa tanganmu memar begitu"tanya ibu Catherine yang melihat kedua pergelangan tangan anaknya.


"aku tidak apa apa bu....aku baik baik saja"kata Catherine menenangkan ibunya.


"apa seseorang menyakiti mu nak?"tanya ibu Catherine dengan air mata yang membasahi pipinya.


"tidak ibu....ibu tidak perlu mengkhawatirkan ku kali ini...ini hanya karena aku yang kurang berhati hati"jawab Catherine lagi.


Catherine pun mengajak ibunya memasuki mobil yang dia kemudikan tadi.


"cath....aku tidak ingin ke rumahmu,ibu tidak enak jika harus tinggal dengan kalian... carikan sebuah penginapan yang dekat dengan rumah sakit tempat ayahmu di rawat...ibu akan tinggal di sana sementara waktu"kata ibu Catherine.


"baik bu... Catherine akan bawa ibu ke rumah Catherine sendiri"kata Catherine.


"maksudnya?"tanya ibu Catherine bingung.


"dulu aku selalu menyisihkan setiap uang jajan yang ayah berikan untukku bu, saat uang itu terkumpul aku meminta toling pada kakak temanku untuk membelikannya sebuah rumah. Aku membelinya sebelum ayah di nyatakan bangkrut"jelas Catherine.


Betapa terharunya hati seorang ibu,ketika dia di kejutkan dengan sesuatu yang sama sekali tidak terlintas di fikirannya.


Catherine yang dulunya terkenal manja dan suka menghambur hamburkan uang ternyata dia bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk menabung.


Ibunya tida pernah berfikir bahwa selam ini Catherine yang selalu meminta uang lebih pada ayahnya ternyata uang itu dia kumpulkan untuk membeli sebuah rumah.


Bangga itulah yang di alami oleh ibu Catherine saat ini,melihat kedewasaan sikap putrinya.

__ADS_1


"sayang...ibu bangga padamu"kata ibu Catherine memeluk Catherine dengan kasih sayang yang tiada tara.


__ADS_2