Kumohon Cintai Aku

Kumohon Cintai Aku
Menginap di rumah mertua


__ADS_3

Selesai makan malam mereka berbincang bincang di ruang keluarga.


"Cath...kamu bicara dulu sama ibumu...biar suamimu ikut ayah dulu"kata ayah Alvarendra.


"baik yah"jawab Catherine.


"ayo al"ajak ayah Alvarendra.


Alvarendra pun berjalan mengikuti ayahnya menuju ruang kerja ayahnya.


"al ,apa kamu sudah tahu kalau rumah Catherine di sita oleh pihak bank?"tanya ayah Alvarendra.


"sudah yah"jawab Alvarendra.


"lalu apa kamu hanya akan diam saja membiarkan rumah jstrimu di sita?"tanya Alvarendra.


"lalu aku harus bagaimana yah...lagian itu bukan urusanku juga...itu masalah keluarga nya"jawab Alvarendra.


"di mana peranmu sebagai seorang suami...tidak lah kau melihat kesulitan yang di alami oleh istrimu"kata ayah Alvarendra sedikit geram dengan jawaban anaknya itu.


"aku tahu yah...lagian kalaupun rumah itu di sita, dia masih bisa tinggal di mansion milikku"kata Alvarendra lagi


"apa kamu tidak memikirkan bagaimana mertuamu....walau bagaimanapun ayah dan ibu Catherine dulu turut bwrjasa dalam perkembangan perusahaan kita"kata ayah Alvarendra.


"baiklah akan ku carikan solusi untuk itu,ayah tidak usah memikirkan itu lagi"jawab Alvarendra yang akhirnya menyerah.


"baguslah kalau begitu....ayah sedikit lega"kata ayah Alvarendra.


Alvarendra memang dingin pada Catherine.


Dia selalu bersikap kasar pada Catherine saat ke duanya sedang bersama.


Namun di belakang itu semua, Alvarendra tetap memperdulikan keluarganya.


Dia terlalu kecewa pada Catherine namun dia tetap tidak bisa mengabaikan keluarga Catherine karena walau bagaimanapun benar apa yang di katakan ayahnya bahwa orang tua Catherine dulunya sangat berjasa dalam perkembangan bisnis keluarga nya.


Setelah pembicaraan itu Alvarendra dan ayahnay pun turun menghampiri Catherine dan ibunya.


"sayang...kamu harus sabar dengan sikap ke kanak kanakannya"kata ibu Alvarendra.


"apa yang ibu bicarakan...jangan membicarakan keburukanku pada istriku"kata Alvarendra yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan ibunya dan Catherine.


Entah apa yang mereka bicarakan tadi keduanya tampak senang dan tertawa riang.


"kapan kamu datang al?"tanya ibu Alvarendra yang terkejut melihat kedatangan putranya.


"apa ibu akan bergosip tentangku jika aku tidak ada"kata Alvarendra mendekati ibunya dan berbisik ditelinga ibunya namum masih bisa terdengar oleh orang yang juga berada di situ.

__ADS_1


"astaga...untuk apa ibu menggosipkan anak durhaka sepertimu...kayak nggak ada topik lain aja...ya nggak cath"kata ibu Alvarendra mengelak tuduhan anaknya.


Catherine hanya menjawab dengan senyuman.


Betapa bahagianya melihat ke dekatan antara ibu dan anak yang ada di depannya itulah yang ada di fikiran Catherine saat ini.


"bu, kami pulang ya"kata Alvarendra meminya izin.


"apa kamu bilang....kamu baru saja datang dan berniat untuk segera pulang....dasar anak durhaka"kata ibu Alvarendra dengan menjewer telinga putanya yang kini duduk di sampingnya.


"aduh...aduh....ampun bu...sakit"kata Alvarendra berusaha melepaskan diri.


"sekarang baru tahu sakit....lagian apa kamu tidak pernah memikirkan kami sebagai orang tuamu...apa sesikitpun sudah tidak ada rindu untuk kami"kata ibu Alvarendra dengan mwmasang wajah memelasnya.


"ibu apa sihh...kok jadi gitu... aku kan besok maaih ngantor bu"kata Alvarendra.


"kamu kan bisa libur sehari al"kata ayah Alvarendra.


"tuu..bener kata ayahmu...kamu harus libur...lagian libur di kantor sendiri nggak akan ada yang marahin kamu juga"kata ibu Alvarendra.


"walau itu kantor sendiri kan aku tetep harus profesional bu,yah"jawab Alvarendra.


"sehari nggak akan mengurangi profesionalmemu dalam bekerja...pokoknya malam ini kamu harus nginep di sini bersama Catherine... titikk...ibu nggak mau tahu"kata ibu Alvarendra dengan nada memaksa.


"turuti kata ibumu al"kata ayah Alvarendra.


Mereka pun berbincang bincang sebentar sebelum memutuskan untuk tidur.


"udah sana kamu ajak Catherine ke kamrmu....kasian pasti dia lelah"kata ibu Alvarendra.


"nggak papa kok bu... Catherine baik baik saja"kata Catherine.


"walau kamu baik baik saja...kamu tetep harus istirahat karena ini sudah malam"kata ibu Alvarendra.


Alvarendra pun akhirnya berpamitan dan mengajak Catherine menuju kamarnya dulu.


"ya udah kami naik duluan ya bu,yah.."kata Alvarendra


"iya sana....jangan lupa bikinin cucu buat ibu dan ayah"kata ibu Alvarendra asal ceplos.


"blusshhh"pipi Catherine seaat memerah karena malu.


"cucuuu dari Hongkong....calon cucumu udah di bunuh oleh anakmu"gumam Catherine dalam hatinya mendengar peemintaan mertuanya itu.


"siap bu...mau berapa?"tanytang Alvarendra.


"ciiihh...munafikk..."umpat Catherine di dalam hatinya mendengar jawabn Alvarendra.

__ADS_1


"yang banyak...tapi sekarang satu dulu"jawab ibu Alvarendra.


"apaan sih bu....kasian tu Catherine jadi malu...udah sana al kamu ajak Catherine ke atas..."kata ayah Alvarendra yang kemudian menggandeng tangan Catherine menuju kamarnya.


"ok siap...ayo sayang...kita buatkan cucu yang banyak untuk ibu dan ayah"ajak Alvarendra kepada Catherine.


Catherine bertambah malu karena apa yang di katakan oleh Alvarendra barusan.


"astaga....mesum sekali dia....bisa bisanya mengucapkan hal sefrontal ini di depan orang tuanya... di mana urat malunya"gumam Catherine di dalam hatinya menahan malu.


Setelah kepergian Alvarendra dan Catherine,ibu dan ayah Alvarendra masih melanjutkan pembicaraan mereka.


"apa benar yang kita lihat ini yah....aku rasa ada yang mereka sembunyikan"kata ibu Alvarendra.


"sudahlah bu jangan terlalau mengkhawatirkan mereka berdua... ayah yakin merwka baik baik saja kok"kata ayah Alvarendra.


"tapi aku lihat Catherine swpeeti orang uang tertekan yah"kata ibu Alvarendra kepada suaminya.


"mungkin Catherine sedang memikirkan ibu dan ayahnya... ibu kan tahu sendiri kalau rumah mereka baru saja di sita kemarin ditambah ayahnya masih dalam perawatan... mungkin itu yang membuat nya tertekan"kata ayah Catherine.


"apa ayah tahu di mana ibu Catherine tinggal sekarang?"tanya ibu Alvarendra.


"dia tinngal di rumah yang Catherine beli"jawab ayah Alvarendra.


"syukurlah kalau begitu...aku sedikit mengkhawatirkan nya"kata ibu Alvarendra.


"sudahlah jangan di fikirkan lagi... alvarendra akan mengurus semuanya"kata ayah Alvarendra.


"benarkah...apa ayah tadi membicarakan soal itu dwngan Alvarendra"tanya ibu Alvarendra.


"iya"jawab ayah Alvarendra.


"syukurlah kaalu begitu"kata ibu Alvarendra.


alvarendra dan Catherine telah sampai di depan pintu kamarnya.


"ceklekk"suara pintu terbuka.


Alvarendra langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Catherine dengan kasar aaat ke duanya telah berad di dalam kamar.


"auuuw"rintih Catherine tatkala tangannya dikibaskan dwngan ksar oleh Alvarendra.


"kenapa?"kata Alvarendra mendekatkan tubuhnya pada Catherine,menyentuh dagunya dan mencengkram nya dengan kasar.


"kamu pikir...aku bakalan ngelakuin sama yang ibu minta...mimpi saja kamu"kata Alvarendra melepas Cengkeraman nya dengan kasar sehingga membuat tubuh Catherine terpental ke belakang.


Karena Alvarendra melepas Cengkeraman nya secara tiba tiba membuat Catherine kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke belakang.

__ADS_1


"aaah"ringis Catherine tat kala tubuhnya membentur swbuah pinggiran meja yang ada di situ.


__ADS_2