
Air mata Elya mengalir begitu saja. Namun, segera dia hapus dengan cepat karena tidak ingin Langit melihatnya. Sesampainya di depan rumah sakit, Asman segera membukakan pintu mobil Langit. Langit segera menggendong Senja dan Asman segera menutupi wajah sang nona dengan kain bermotif bunga.
Elya keluar dan berjalan mendahului meminta ruangan khusus untuk Senja. Perawat pun segera menunjukkannya karena di sana terdapat Dokter Anita yang mengantarkannya. Langit dan Elya berada di dekat ranjang Senja, sedangkan seorang Dokter wanita sedang memeriksa keadaan Senja.
“Nona harus di rawat. Saya harus menanganinya sendiri karena Nona begitu lemah.”
“Baiklah. Tolong siapkan kamar VIP untuknya,” pinta Elya menatap Anita.
Anita pun memngangguk dan menjagak Dokter itu keluar unutk melihat hasil pemeriksaan dan hasil lab Senja. Elya mengusap pelan lengan Langit, lelaki itu menyentuh tangan Elya dengan masih menatap sang adik.
“ Maafkan aku. Maafkan aku yang sudah membuat kau dan Senja dalam keadaan sulit, membuat kalian dalam bahaya yang selama ini menyelimutiku,” lirih Langit dengan menangis.
Elya menitikkan air matanya mendengar penuturan dari Langit. Wanita itu memeluk Langit dengan erat, sungguh Elya masih sangat ingat bagaimana petama kalinya mereka bertemu. Bagiamana kuatnya usaha dari Elya untuk bisa dekat dengan Langit lelaki yang sangat dingin dan tak banyak bicara itu. Sampai akhirnya, butuh setahun Elya
dan Langit untuk saling mengenal dan tarik ulur perasan. Setelah, melihat kejadian dimana Elya yang di dekati oleh seorang pria yang memaksanya untuk menemaninya dalam sebuah pesta membuat Langit marah dan kesal.
“Aku melepaskansegalanya untukmu. Aku percaya akan dirimu, aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu dan kelebihanmu,” bisik Elya seraya mencium pipi Langit.
Bagaikan sebuah suntikan vitamin. Langit mengeratkan pelukannya dan merasa beruntung bisa memiliki Elya sebagai kekasihnya, wanita ini benar-benar menjadi sinarnya dalam kegelapan. Selalu memberikan sinar jalan dalam setiap kesusahanya.
“Aku mohon jangan tinggalkan aku! Jangan tinggalkan aku seperti mereka,” pinta Langit sembari menitikkan air
matanya.
Kediaman Antonio
Antonio kembali ke kediamannya. Lelaki itu benar-benar tidak menyangka akan apa yang dipikirkan oleh keluarga Sastro Atmojo yang menyembunyikan sesuatu yang teramat dia benci. Antonio baru paham kenapa saat
dulu Atmojo mengusirnya kembali ke Belanda setelah mengetahui jika dirinya telah membuat kesalahan terbesar di
keluarganya.
Kala itu....
Bahkan, Sadewa yang teramat menyayanginya pun tidak bisa berbuat apa pun. Terlihat mereka semua keluarga itu hanya bisa menunduk dan memalingkan wajahnya dari dirinya. Malam itu sedang turun hujan yang begitu deras dan untuk yang pertama kalinya Atmojo menampar dirinya semenjak mengadopsinya 25 tahun lalu.
“Apa salahku!” seru Antonio tidak terima mendapat tamparan yang keras dari sang ayah.
“Kau sungguh membuatku malu dan sangat membuat namaku tercoreng, Antonio!” hardik Atmojo tak kalah keras.
Suara mereka menggema di dalam ruangan tengah rumah besar itu. Sadewa tak terima mendengar Antonio membentak sang ayah pun angkat bicara. Lelaki gagah itu maju dan langsung memukul Antonio sampai tersungkur di tanah.
__ADS_1
“Mas!” pekik Dwi Rani sang istri yang melihat itu.
Sedangkan Nyonya Sundari hanya bisa menangis dalam diam dan memalingkan wajahnya. Melihat kedua putra kesayangannya saling memukul, Antonio memang bukan anaknya tetapi rasa sayangnya tak di ragukan lagi pada pemuda itu. Sundari melihat wajah tampan Sadewa yang sangat marah pada sang adik, hanya bisa mengusap dadanya pelan.
“Dewa, anakku. Ingat nak, dia adikmu.” Sundari menangis mengingat watak Sadewa yang pendiam, kalem tapi jika sudah marah tidak akan bisa di lawan.
Antonio merasakan nyeri di sudut bibirnya. Ternyata pukulan dari Sadewa membuatnya terluka, bibirnya sampai robek dengan satu pukulan dari sang kakak. Sadewa sadar akan apa yang di lakukannya dan hanya bisa menatap
tangannya dengan mata yang berkaca-kaca.
Tangan yang dulu selalu mengusap lembut rambut Antonio. Tangan yang selalu menggenggam tangannya, tangan yang selalu membawa Antonio bersamanya, tangan yang rela terluka hanya untuk melindunginya. Kini dengan
sangat kuatnya memukul sang adik untuk yang pertama dan terakhir.
“Pergilah, Nio! Kini kau sudah mengetahui semuanya, kau anak angkat dari keluarga Atmojo. Kau juga sudah mencoreng nama baik keluarga ini dengan memperkosa seorang gadis yang sama sekali kau tak tahu siapa dia,” ucap Dwi Rani dengan menatapnya.
“Kau juga bukan dari keluarga ini, Rani. Kau itu hanya seorang wanita biasa yang beruntung karena aku mengenalkanmu dengan Dewa,” balas Antonio.
“Nio, jaga sikapmu! Dia adalah anak wanita dari keluarga Atmojo.” Suara Atmojo kembali menggelegar.
Antonio tersenyum sinis mendengar kata-kata dari sang ayah. Menatap penuh arti pada Rani yang terus di samping Sadewa. Antonio menatap sang ibu yang masih memalingkan wajhanya darinya.
“Ibu. Kau juga sama saja dengan mereka yang memberikan kasih sayang palsu padaku,” ucap Antonio lirih sembari menitikkan air matanya.
Sejak dulu bertemu, Sundari sudah sangat menyukai Antonio yang memiliki mata berwarna biru. Wanita itu langsung menyayangi dirinya dan sedikit mengesampingkan Sadewa sang putra. Sadewa anak yang begitu mandiri dan memiliki hati yang sangat baik,tidak pernah merasa iri atau pun marah dengan apa yang di lakukan oleh sang ibu. Sebaliknya, Sadewa begitu menyayangi Antonio setulus hatinya.
“Berani sekali kau bertanya seperti itu pada ibu, huh!” hardik Sadewa tersulut emosi dengan ucapan Antonio.
“Nio, sungguh kejam lidahmu itu, Nak. Ucapanmu langsung membuat hatiku sakit, aku tidak pernah menyayangi Sadewa seperti aku menyayangimu. Aku selalu mengutamakan dirimu dan segalanya hanya untukmu. Tetapi sekarang aku tahu, apa yang aku lakukan padamu itu semuanya salah.” Sundari berkata dengan tegas di temani air matanya yang mengalir deras di wajahnya.
Antonio menatap Sadewa yang tertunduk jika mendengar Sundari sedang berbicara. Ya, itulah salah satu sikap sopan Sadewa yang begitu menghormati sang ibu. Lelaki itu begitu tegas dan sangat pintar dalam segala hal, tetapi dia hanya akan menunduk di depan ibunya saja. Sadewa tidak pernah membantah apa pun ucapan dari Sundari sekali pun dari kecil sampai sekarang.
“Baiklah, aku akan simpan kasih sayangmu itu Ibu. Menyimpannya di dalam hatiku yang paling dalam dan aku akan datang kembali dengan segala kebencianku terhadap kalian semua. Akan ku cari wanita sialan itu dan membunuhnya begitu juga janin yang dia kandung itu!” seru Antonio dengan wajah yang sangat bengis.
Dwi Rani menutup telinganya karena begitu gila mendengar ucapan dari Antonio. Sadewa memeluknya dan menatap tajam Antonio. Sedangkan, Sundari hanya bisa menutup mulutnya karena tidak percaya putranya bisa
mempunyai pemikiran seperti itu.
Sastro Atmojo menatapnya penuh amarah. Sedangkan, Antonio penuh dengan kebencian. Lelaki itu sudah sangat bertekad di dalam hatinya akan membuat keluarga Sastro Atmojo menderita dan merasakan sakit yang teramat seperti apa yang sekarang dia rasakan.
Terlihat air mata di sudut mata lelaki itu.Tetapi terlihat juga senyuman di wajahnya, Antonio seperti orang yang tidak waras. Menangis dan tertawa dengan bersamaan. Antonio mengingat akan kejadian 20 tahun lalu itu kembali teringat di memorinya, kejadian lampau yang menjadi awal kebengisannya membunuh seluruh keluarganya tanpa ampun.
__ADS_1
“Sial, jadi gadis itu benar-benar anak dari wanita itu? Jadi dia adalah darah dagingku sendiri,” ucap Antonio tak percaya dengan semua kenyataan itu.
“HAHAHAHA,” Antonio tertawa sembari mengingat wajah cantik Senja yang mampu membuatnya jatuh cinta
sejak pertama melihatnya.
“Aku menyukai darah dagingku sendiri, bahkan setelah aku tahu dia siapa. Rasanya aku ingin mendapatkannya untuk diriku sendiri, hahahaha.” Antonio tertawa dan berbicara sendiri dengan ekspresi wajah penuh kebingungan.
Pantai
Malam itu pantai yang biasanya sepi senyap begitu ramai di datangi banyak orang. Malam itu malam yang sangat indah karena semua manusia berbondong-bondong ke pantai untuk melihat gerhana bulan yang sedang terjadi. Tak terkecuali Antonio muda yang ikut melihat dengan teman-temannya.
Di sana sudah sangat banyak pengunjung, semakin malam semakin ramai karena banyak pasangan yang datang mengabadikan fenomena itu. Antonio yang memiliki tubuh kekar dan wajah tampan membuat para kaum hawa
banyak yang membicarakannya.
“Nio,kau itu kenapa sangat di kagumi oleh banyak wanita. Apakah malam ini, kita tidak berpesta?” tanya salah satu temannya.
“Aku bosan. Mereka sama saja, tidak ada yang membuatku merasa bergairah.” Antonio menjawab dengan santainya.
“Hahahaha. Jadi, kau ingin wanita perawan? Apa kau tidak sadar diri siapa dirimu,” ucap temannya dengan tertawa keras.
“Sial.” Antonio memukul lengan sang teman dan ikut tertawa bersama.
Siapa yang tidak kenal dengan Antonio Atmojo yang terkenal tampan dengan wajah bulenya. Adik dari Sadewa ini sangat bad boy memiliki banyak sekali wanita di luar sana dan sudah berkali-kali melakukan **** bebas dengan wanita mana pun yang dia inginkan.
Di malam itu lah, Antonio bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang menjadi awal mula tragedi menyeramkan di dalam keluarganya. Wanita yang di kenal sebagai palayan sebuah resort berwajah cantik jelita yang bernama Claudia gadis campuran bali dan Belanda itu membuat tatapan dari Antonio tak bisa lepas darinya.
“Jangan dekati dia. Gadis itu sebatang kara karena telah di tinggal mati kedua orang tuanya,” ucap salah satu temannya.
“Kenapa? Kau merasa kasihan padanya atau kau menyukainya?” tanya Antonio meledek sang teman.
“Kau itu lelaki brengsek, Antonio. Aku paham betul isi kepalamu itu.” Temannya itu berbicara apa adanya dan itu tidak membuat Antonio marah. Karena memang Antonio selalu membawa wanita yang dia temui masuk dalam jeratnya dan akan membuatnya berakhir di atas ranjang.
Tetapi, Antonio tidak mengetahui jika wanita itu adalah seorang gadis murni nan polos. Dan tidak menyangka jika nantinya Claudia akan memberitahukan perbuatannya pada keluarga besarnya dan meminta pertanggung jawabannya.
Ya, malam itu Claudia telah di nodai oleh Antonio.Setelah gadis itu menolak mentah-mentah dirinya, Antonio merasa terhina karena penolakan itu karena selama ini tidak ada wanita yang menolaknya.
Antonio menutup matanya, lalu dengan begitu saja kakinya menendang meja kaca di depannya sampai terjungkal dan pecah begitu saja. Antonio begitu marah karena ternyata Claudia melahirkan anaknya dan ternyata itu adalah Senja.
“KURANG AJAR!!!” Antonio begitu marah dan sangat membenci dirinya yang dulu. Kenapa saat itu dia tidak segera membunuh Claudia yang sedang mengandung anaknya dan malah percaya pada wanita itu dan membiarkannya
__ADS_1
pergi. Namun kenyataannya, wanita itu berlindung pada keluarganya.
“Senja, aku akan memisahkanmu dari Langit dan akan memilikimu seutuhnya!”seru Antonio dengan seringainya.