
Di tempat lain terlihat lelaki yang terus berada di samping sosok gadis yang sama sekali tidak melihatnya. Bahkan, gadis itu membelakanginya. Ya, Langit dan Senja masih perang dingin tak ada percakapan di antara mereka bagaikan utara dan selatan terlihat begitu jauh dan dingin.
Elya sudah di antar pulang oleh Asman. Wanita itu membiarkan sang kekasih menyelesaikan masalahnya dengan sang adik. Para pengawal masih siaga di depan kamar rawat Senja.
“Apa kau tidur?” Langit memulai percakapan pada sang adik. Tetapi tidak ada respon atau pun jawaban dari Senja yang masih membelakangi dirinya.
Langit dengan sabar terus di sampingnya, mengusap lembut rambut Senja yang masih terkepang rapih. Memeluk tubuh sang adik dari belakang dengan posisi Langit tidur di samping Senja.
“Maafkan aku. Maaf atas segala kecuranganku padamu, Senja.” Langit kembali memulai obrolan. Langit tahu jika sang adik masih terjaga dan mendengar suaranya.
“Aku sangat menyayangi dirimu. Rasa takut yang ku rasakan tidak bisa hilang walaupun sudah puluhan tahun, kau tahu nyawaku adalah dirimu. Kau sinar dan napasku, Senja. Hanya kau kehidupanku dan aku begitu takut akan
terjadi sesuatu pada dirimu,” ucap Langit seraya mengeratkan pelukannya dan mencium kepala Senja.
Senja membuka matanya, terlihat butiran bening itu turun deras dari tempatnya. Dadanya terasa hangat namun juga merasakan sesuatu yang teramat menyakitkan dalam waktu yang bersamaan. Senja mencoba mengatur napasnya agar tetap tenang agar Langit tak menyadari keadaan dirinya yang sedang menangis.
__ADS_1
“Elya, dia wanita yang sangat menyayangi diriku. Bahkan, aku tidak bisa menyayanginya seperti aku menyayangi dirimu. Rasa sayangku padanya tak lebih besar dari pada diriku padamu dan dia menerima itu. Tetap bersamaku
selama beberapa tahun belakangan ini, dia menjadi seberkas angin segar untukku di saat aku terpenjara oleh Antonio. Tetapi, kau harus percaya padaku, demi apa pun aku tidak bermaksud menghianati dirimu,” sambung kembali Langit memberikan penjelasan.
Senja kembali menitikkan air matanya. Sungguh hatinya begitu hangat tetapi rasanya dirinya masih belum bisa menerima semua yang telah terjadi, menerima apa yang di lakukan Langit dan juga Antonio barusan padanya.
“Lang. Terima kasih atas segala rasa cinta dan sayangmu, tetapi sungguh aku masih belum bisa berbicara dan dekat lagi denganmu seperti hari kemarin. Tolong berikan aku waktu sampai aku menerima semua ini,”ucap Senja dalam hati.
Senja teringat akan ucapan Antonio yang menyebutkan dengan “wanita itu”. Entah apa maksudnya, Senja masih tidak mengerti dan apa sebenarnya maksud dari ucapan Antonio itu. Langit pun merasa cemas dengan ucapan Antonio, harus bagaimana jika suatu hari Senja menanyakannya.
Rahasia itu hanya dirinya dan Asman yang tahu.Rahasia besar yang sudah dia kubur dalam-dalam, suatu beban
Ikatan yang sudah terjalin, tidak bisa dia langgar sampai kapan pun.Walaupun setiap detiknya Langit harus bisa menahan bahkan harus bisa berpura-pura untuk biasa saja tanpa perasaan tertentu.
“Aku berharap kau mau memaafkan aku dan Elya. Aku harap bisa menjadi seperti dahulu lagi, Senja aku merindukanmu walaupun sekarang kau berada dekat denganku. Tetapi, aku merasa begitu jauh darimu. Aku menyayangimu Senja,” ucap Langit mencium pipi Senja lalu beranjak turun dari ranjang.
__ADS_1
Langit keluar membiarkan Senja untuk beristirahat. Sedangkan malam ini, Langit harus segera bertolak ke sebuah negara untuk urusan bisnis yang mengharuskannya memenangkan tender tersebut.
“Kau harus menjaga dirinya, aku akan pergi selama beberapa hari. Jadi tolong berikan aku kabar setiap saat!” perintah Langit pada salah satu pengawal wanita.
“Baiklah, Tuan. Saya mengerti.” Pengawal wanita itu pun mengangguk hormat setelah itu pergi ke kamar Senja.
Langit pergi bersama dengan Asman dan benar-benar meninggalkan Senja seorang diri di sana. Elya hanya bisa mengawasi dari kejauhan karena Senja masih belum mau berteman dengan dirinya. Bahkan keesokan harinya, Senja menolak Elya yang ingin bertemu dengan dirinya.
Elya hanya bisa menitipkan Senja pada Dokter pribadinya yaitu Anita yang sekarang bisa dekat dengan Senja dan bisa Elya percaya.
“Aku harap kau bisa membantuku. Tolong berikan perawatan yang terbaik untuknya dan beritahu aku selalu keadaannya!” pinta Elya pada Anita.
“Baiklah, Nona. Kau bisa percaya padaku,” ucap Anita seraya memegang tangan Elya.
Elya berterimakasih pada Anita, Elya tersenyum lalu pergi dari rumah sakit. Elya kembali ke perusahaan dan mengerjakan apa yang telah di perintahkan Langit untuk dia kerjakan.
__ADS_1
“Kau beruntung mempunyai wanita sebaik dia yang selalu mendukungmu dan selalu ada di dekatmu, Lang.” Anita pun mengetahui hubungan keduanya setelah melihat keduanya keluar dari kamar di sebuah hotel.
Anita Dokter cantik yang di pilih langsung oleh Langit untuk menjadi Dokter pribadinya. Membawanya dari kesusahan dan menjadi seorang yang berada dengan segala kebutuhan yang memadai. Anita sangat berterima kasih pada Langit yang menurutnya adalah seorang malaikat yang datang untuk menolong dirinya dan keluarganya.