Lahirnya Sang Penguasa

Lahirnya Sang Penguasa
pelelangan


__ADS_3

setelah sehari kepergian Tang Jiu barulah Tang Liu sadar dan dia melihat Tang Chu yang tidur disampingnya


"Chu'er terimakasih telah menemaniku" ucap Tang Liu membatin


Tang Chu yang merasakan ada pergerakan membuka matanya dan melihat Tang Liu sudah bangun


"Liu gege akhirnya gege sudah sadar" ucap Tang Chu sembari memeluk Tang Liu


"maafkan aku Chu'er karena telah membangunkan dirimu" ucap Tang Liu


"tidak, gege tidak membangunkan aku, oh iya gege besok akan ada pelelangan apakah gege akan ikut?"ucap Tang Chu


"besok kita akan pergi ke pelelangan, bagaimana keadaan peperangan saat ini?" tanya Tang Liu


"tadi kakek Tang Jiu datang dan membunuh Lou Jing" jawab Tang Chu


"ternyata kakek yang membantu kita, yasudah mari kita tidur" ucap Tang Liu


*****


di kekaisaran Tang


Tang Jiu yang telah kembali dari kerajaan Zhao pergi ke kediaman Tang Chen, Tang Jiu mengetuk pintu kamar Tang Chen terlalu keras sampai Tang Chen menjadi marah dan akan memukul orang yang berani mengetuk pintu kamarnya


"apakah orang yang diluar ingin mati"ucap Tang Che membatin karena tidurnya menjadi terganggu


setelah membuka pintu kamarnya dia terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu kamarnya adalah Tang Jiu ayahnya sendiri


"ayah kau sudah pulang, bagaimana keadaan Liu'er?"tanya Tang Chen


"keadaannya sudah membaik" Jawab Tang Jiu


"baguslah kalau begitu, tapi siapa yang membuat Liu'er dalam keadaan gawat" tanya Tang Chen


"hanya orang bodoh yang berada di tahap pertapa akhir, baiklah aku pergi dulu" Jawab Tang Jiu

__ADS_1


"baik ayah" ucap Tang Chen


saat dia masuk ke kamar miliknya Tang Chen melihat Xia Mei terbangun dari tidurnya


"gege dari mana?" tanya Xia Mei


"tadi aku menemui ayah" Jawab Tang Chen


"jadi bagaimana keadaan Liu'er Chen gege?" tanya Xia Mei


"keadaannya sudah membaik, yasudah mari kita tidur" jawab Tang chen


"baiklah gege" ucap Xia Mei


*****


di kerajaan Zhao pagi hari


Tang Liu dan Tang Chu akhirnya keluar dari kamar yang disediakan untuk mereka beristirahat


"saya sudah baik yang mulia" jawab Tang Liu


"aku ingin menanyakan sesuatu Tang Liu dan aku harap kamu tidak tersinggung" ucap raja Zhao Meng


"silahkan yang mulia bertanya" ucap Tang Liu


"aku ingin menanyakan siapa orang tua yang datang waktu itu?" tanya raja Zhao Meng


"itu adalah kakek saya yang mulia" jawab Tang Liu


raja Zhao Meng dan semua orang yang berada disana kecuali yang datang dari kekaisaran Tang menjadi terkejut karena waktu peperangan Tang Jiu sangatlah mendominasi


"yang mulia saya izin pamit pergi ke pelelangan" ucap Tang Liu


"baiklah tetapi bawalah lencana ini untuk bisa mengikuti pelelangan itu" ucap Zhao Meng sembari memberi lencana berwarna emas

__ADS_1


"terimakasih yang mulia, kami pamit pergi" ucap Tang Liu


*****


saat sampai di depan tempat pelelangan mereka diminta untuk menunjukkan lencana agar dapat mengikuti pelelangan


"tuan dan nona muda silahkan tunjukkan lencana milik anda" ucap penjaga


"ini" ucap Tang Liu sambil menunjukkan lencana yang dia bawa


"mari saya antar tuan muda nona muda" ucap penjaga mengarahkan Tang Liu ke kamar khusus


setelah 10 menit menunggu akhirnya pelelangan akan dimulai


"baiklah, tuan dan nyonya sekalian maaf telah menunggu dan mari kita mulai pelelangan ini" ucap kepala pelelangan


setelah kepala pelelangan turun naiklah perempuan yang sangat cantik dan akan menjadi pemandu pelelangan


"perkenalkan nama saya Meng Li dan saya yang akan memandu pelelangan ini" ucap Meng Li


sudah banyak barang yang keluar tetapi Tang Liu tidak pernah tertarik dengan barang-barang tersebut


"baiklah barang selanjutnya adalah sebuah batu yang memiliki energi Qi, tetapi kami tidak mengetahui batu apa ini, kami akan membuka batu ini dengan harga sepuluh ribu kristal jiwa" ucap Meng Li


setelah beberapa saat tidak ada yang mau menawar baru yang tidak memiliki asal-usul yang jelas


"sepuluh ribu seratus kristal jiwa" ucap Tang Liu, Tang Liu sangat tertarik dengan batu yang sudah lumutan itu


"sepuluh ribu seratus kristal jiwa pertama...kedua...ketiga, selamat untuk kamar nomor satu" ucap Meng Li dengan raut wajah sedih


"kita kembali saja Chu'er" ucap Tang Liu


"baiklah gege" ucap Tang Chu


...maaf baru up🙏...

__ADS_1


...saya juga mengucapkan minal aidzin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin 🙏...


__ADS_2