
Tang Liu tidak pulang kediamannya tetapi pergi menyendiri di sebuah gua yang ada di klan Tang
di sana Tang Liu berkultivasi sambil menenangkan pikirannya tentang perjodohan Tang Chu dengan orang yang belum diketahui
"hah...dewa memang tidak pernah berpihak kepadaku, setelah aku bisa berkultivasi kini aku akan kehilangan orang yang aku sukai" ucap Tang Liu sambil menghela nafas
karena Tang Liu tidak fokus untuk berkultivasi dia melatih niat pedang miliknya
"hah...lebih baik aku melatih niat pedang" ucap Tang Liu dengan tidak semangat
setelah melatih niat pedang dia kembali ke kamar miliknya untuk beristirahat
*****
keesokan harinya pertandingan tingkat surga dimulai tapi berbeda dari pertandingan tingkat bumi dan tingkat langit pertandingan tingkat surga adalah perorangan
"baiklah seluruh murid tingkat surga segera ambil nomor" ucap Tang Shan
saat semua peserta telah mengambil nomor tiba-tiba ada seorang yang memakai topeng berwarna biru menaiki lapangan beladiri dan itu menarik perhatian seluruh orang baik peserta maupun penonton melihat dirinya
"anak muda siapakah dirimu?"tanya Tang Shan
tetapi pemuda itu tidak mengatakan apapun
"anak muda kami harus mengetahui apakah dirimu berasal dari klan Tang atau kau hanya penyusup dan kami perlu bukti" ucap Tang Shan
dan pemuda tersebut mengirim serangan petir kearah giok yang ada di sebuah patung berbentuk petir dan giok tersebut tidak menolak kehadiran petir yang dilepaskan pemuda tersebut dan itu artinya pemuda tersebut berasal dari klan Tang, pemuda bertopeng itu adalah Tang Liu
Tang Shan yang melihat hal itu akhirnya membiarkan pemuda tersebut mengikuti pertandingan, Tang Liu tersebut mendapatkan nomor lima puluh tiga
"baiklah pertandingan pertama adalah nomor dua puluh melawan tiga puluh tujuh" ucap Tang Shan
__ADS_1
setelah banyak pertandingan yang berlalu akhirnya tang Liu di sebut
"nomor lima puluh tiga melawan tujuh puluh" ucap Tang Shan
Tang Liu yang mendengar nomornya dipanggil segera maju ke lapangan beladiri
"apakah kalian berdua sudah siap?" tanya Tang shan
"saya siap tetua" ucap murid tersebut tetapi Tang Liu cuma mengangguk
"baiklah pertandingan dimulai"ucap Tang Shan
"petir penghancur" ucap murid itu "jeder...jeder...jeder" semua penonton mengira pemuda bertopeng itu telah kalah tetapi pemuda itu bahkan tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri
"baiklah kini giliran diriku" ucap Tang Liu tidak lama kemudia tubuh murid tersebut sakit seperti ada pedang yang menancap ditubuhnya
"akhh tolong hentikan akhh...." teriak murid itu kesakitan
tetapi berbeda dengan penonton para pendekar pedang mengetahui bahwa itu adalah niat pedang yang sangat kuat
"pemuda itu mempelajari niat pedang dari siapa sampai niat pedangnya dapat membunuh tahap kaisar menengah" tanya seorang pendekar pedang kepada dirinya sendiri
"akhh aku menyerah" ucap murid itu dengan darah yang sudah merembes
"pertandingan selesai dan pemenangnya adalah topeng biru" ucap Tang Shan
topeng biru adalah julukan yang diberikan untuk Tang Liu
"padahal aku tidak mengeluarkan semua niat pedang milikku tetapi dampaknya sangat kuat" ucap Tang Liu membatin
setelah banyak pertandingan kini memasuki babak akhir
__ADS_1
"baiklah kini kita berada di pertandingan terakhir yaitu Tang Lu melawan topeng biru, apakah kalian berdua sudah siap?" tanya Tang shan
"siap tetua" ucap Tang Lu sedangkan untuk Tang Liu dia hanya mengangguk
"baiklah pertandingan dimulai" ucap Tang Shan
"jurus tangan petir" ucap Tang Lu
"perisai petir" ucap Tang Liu
"jeder...jeder...jeder..." kedua kekuatan petir itu bertabrakan dan membuat ledakan yang cukup keras "boom"
"jurus Phoenix petir" ucap Tang Liu
"jurus petir pelindung" ucap Tang Lu
"boom" Tang Lu terlempar keluar dari arena dan dinyatakan kalah
"baiklah karena Tang Lu keluar dari arena maka pemenangnya adalah pemu..." sebelum Tang Shan menyelesaikan ucapannya Tang Liu membuka topengnya dan semua orang terkejut melihatnya karena mereka sangat mengetahui orang tersebut
"ekhm... baiklah aku bakal mengulang karena Tang Lu keluar dari arena maka pemenangnya adalah Tang Liu" ucap Tang Shan
dan semua orang terkejut apalagi anak-anak yang sering menggangu Tang Liu jadi ketakutan mereka takut tang Liu bakalan membalas perbuatan mereka
*****
...silahkan kakak kakak sekalian untuk memberikan...
...like...
...comment...
__ADS_1
...kalau kakak kakak suka...