Lahirnya Sang Penguasa

Lahirnya Sang Penguasa
kitab ruang dan waktu


__ADS_3

Setelah beristirahat kurang lebih selama dua jam akhirnya Tang Liu membuka matanya


"menyerap kolam darah naga bukanlah hal yang mudah, benar apa yang dikatakan kakek agung bahwa aku menantang maut" ucap Tang Liu sambil melihat kolam darah naga yang isinya belum memiliki perbedaan bahkan tekanan yang dikeluarkan tidak berubah sama sekali


"lebih baik aku memasukkan kolam ini kedalam dunia jiwa" ucap Tang Liu, lalu Tang Liu memasukkan kolam darah naga langit kedalam dunia jiwanya bahkan dengan naga yang berada di kolam itu


"jamur es ini termasuk sumber daya yang langka lebih baik aku ambil beberapa untuk dikembangbiakkan di dunia jiwa, dan untuk kristal es aku harus mengambil beberapa" ucap Tang Liu


Setelah dia memasukkan jamur es dan juga Kristal es ke dalam dunia jiwanya dia juga tidak lupa untuk menanamnya agar dia punya jamur es yang melimpah


"paman Long mari kita lanjutkan perjalanan" ucap Tang Liu


"baik tuan muda" ucap Long Ruo


Tidak lupa juga Tang Liu memberikan Long Ruo satu guci darah naga dan juga beberapa potong daging naga, bukannya Tang Liu pelit tetapi dia ingin agar Long Ruo menempa tulangnya di dalam dunia jiwa miliknya agar dia aman dari ancaman


"tuan muda makam kuno ini seperti saja pedang bermata dua, di makam kuno ini banyak barang berharga tetapi di sisi lain memilik bahaya yang tidak akan kita duga" ucap Long Ruo


"benar dan juga keberadaan barang berharga pasti tidak lepas dari orang yang membuat makam kuno ini" ucap Tang Liu

__ADS_1


"trangg"


"trangg"


*"boom"*


"boom"


Suara benturan senjata dan juga suara ledakan terus terdengar bahkan mengguncangkan tempat sekitar pertarungan


"pertarungan lagi? Apakah kita akan ke sana paman long?" ucap Tang Liu


"lebih baik kita ke sana tuan muda, mungkin kita akan mendapatkan keuntungan lagi" ucap Long Ruo dengan wajah yang menakutkan


"apakah kau tidak tau aku yang lebih dulu melihat kitab ini jadi dia adalah milikku"


"tidak ada peraturan bahwa yang pertama melihat maka dia yang memiliki"


"maka matilah kalau begitu"

__ADS_1


Tang Liu dan Long Ruo yang melihat dari kejauhan hanya melihat dengan santai bahkan mereka berdua tidak bergerak


"sepertinya ada kitab tingkat tinggi hingga mereka rela bertarung mati-matian" ucap Long Ruo


"tentu saja paman mana mungkin ada orang yang akan mau melepaskan kitab tingkat tinggi" ucap Tang Liu


"tuan muda bagaimana jika kita menaburkan racun kepada mereka agar kita lebih cepat mengambil kitab itu" ucap Long Ruo


"sepertinya ide paman Long sangat bagus, tetapi racun apa yang akan kita berikan kepada mereka?" ucap Tang Liu


"racun dewa Yang" ucap Long Ruo Dangan wajah tersenyum licik


"jika begitu mari kita lakukan" ucap Tang Liu dengan senyum yang tidak kalah licik


Long Ruo lalu meniup sebuah serbuk ke arah mereka, tetapi sebelum itu Long Ruo dan Tang Liu melapisi diri mereka dengan Qi agar diri mereka juga tidak terpengaruh


Beberapa saat kemudia para orang yang memperebutkan kitab itu mulai kepanasan dan mulai merintih kesakitan dan kepanasan dan tidak lama kemudian tanpa mereka berdua sadari mereka telah telanjang bulat dan terjadilah hubungan yang tidak di inginkan


Sedangkan Tang Liu dan Long Ruo mengambil kesempatan itu untuk mengambil kitab yang mereka perebutkan

__ADS_1


"kitab ruang dan waktu?" ucap Long Ruo


Saat Long Ruo membuka kitab itu yang ada hanyalah kertas yang tidak memiliki tulisan apapun didalam


__ADS_2