
Tang Liu lalu meneteskan darahnya ke pedang energi, pedang energi yang mendapatkan tetesan darah Tang Liu lalu bergetar sejenak lalu diam kembali
"hanya bergetar? Sepertinya kami tidak berjodoh" ucap Tang Liu lalu meninggalkan tempat itu dan menuju ke arah Long Ruo
Tanpa Tang Liu sadari pedang energi kembali bergetar lalu melayang dan pedang energi itu retak lalu hancur lebur menjadi serpihan debu
"paman Long apakah keadaan sekitar baik-baik saja?" ucap Tang Liu
"keadaan sekitar baik-baik saja tuan muda, hanya saja cuaca yang sangat tidak mendukung" ucap Long Ruo
Tang Liu dan Long Ruo lalu mencari hewan di sekitar gua yang bisa mereka jadikan makanan
"paman Long aku mendapatkan tiga ayam hutan" ucap Tang Liu sambil membawa ayam hutan
"baiklah jika begitu aku yang akan membersihkan ayam hutan nya" ucap Long Ruo
"jika begitu aku akan membuat api untuk membakarnya" ucap Tang Liu
Tang Liu lalu mengumpulkan batu yang berada di dalam gua lalu menyusunnya membentuk lingkaran, dan mencari dedaunan serta kayu untuk di jadikan bara api
Sedangkan di luar gua Long Ruo sedang membersihkan ayam hutan, saat ayamnya telah selesai di bersihkan Long Ruo lalu membawanya masuk ke dalam gua
__ADS_1
"tuan muda ini ayamnya, kapan kita mulai membakarnya?" ucap Long Ruo
"karena api nya telah siap jadi mari kita mulai bakar" ucap Tang Liu
Mereka berdua akhirnya mulai membakar ayam hutan yang mereka dapatkan walaupun tidak memakai bumbu tetapi itu lebih baik daripada kelaparan
Saat mereka sedang asik membakar ayam mereka ternyata ada seorang laki-laki yang masuk kedalam gua yang mereka tempati
"salam tuan dan tuan muda namaku adalah Hao, aku ingin menumpang berlindung dari hujan untuk sementara sampai hujan ini mereda" ucap orang yang bernama Hao
Long Ruo lalu melihat kearah Tang Liu untuk menanyakan keputusan Tang Liu
"hah syukurlah, terimakasih banyak tuan muda" ucap Hao
"paman tidak perlu memanggilku tuan muda, cukup panggil Liu saja" ucap Tang Liu
"baiklah nak Liu" ucap Hao
"namaku Long Ruo" ucap Long Ruo
"salam tuan Long" ucap Hao
__ADS_1
"paman Hao mari kesini kita makan bersama-sama" ucap Tang Liu
Karena ayam hutannya cukup untuk mereka bertiga jadi Tang Liu mengajak Hao makan ayam hutan bersama
"terima kasih nak Liu" ucap Hao
Mereka bertiga lalu kembali membakar ayam mereka dan mulai memakannya, setelah selesai makan Hao mengeluarkan guci arak dari cincin penyimpanan miliknya
"mari kita minum bersama" ucap Hao sambil menuangkan arak ke gelas Tang Liu, Long Ruo dan tentu saja untuk dirinya sendiri
"arak yang sangat enak tuan Hao" ucap Long Ruo
"hahaha tentu saja sangat enak tuan Long, ini adalah arak yang aku koleksi sendiri" ucap Hao
"pantas saja sangat enak" ucap Long Ruo, lalu mereka berdua tertawa
sedangkan Tang Liu yang baru pertama kali mencicipi yang namanya arak menjadi bingung karena kedua orang itu mengatakan bahwa arak yang mereka minum sangat enak padahal yang dia rasakan adalah lidahnya terasa terbakar dan rasanya sangat aneh
"bagaimana nak Liu apakah arak milikku sangat enak?" ucap Hao
"mohon maaf paman Hao tetapi ini pertama kali aku mencicipi arak jadi aku belum biasa dengan rasa ini" ucap Tang Liu
__ADS_1